
Pukul 20:30 Zian dan James baru saja pulang.
Trisna keluar dari kamar dan berlari melihat Zian dan James yang baru saja tiba.
"Bagaimana pertandingan mu?" Zian
"Aku kalah" Trisna
"Ooh" Zian
"Hanya itu?" Trisna
"Lalu apa?" Zian
"Aku sedih" Trisna
"James, Pasang kamera pengawas di setiap sudut ruangan" Zian
"Iya tuan" James
"Aku akan istirahat" Zian berjalan masuk ke dalam kamar
Saat Trisna akan mengikuti Zian, James menahan tangan Trisna. James memberikan bungkusan obat pada Trisna.
"Minum setiap malam" Ucap James berbisik.
Trisna mengangguk dan segera mengikuti langkah Zian masuk ke dalam kamar.
Trisna menyembunyikan obat itu di dalam baju nya.
Sesampainya di dalam kamar, Zian sedang berada di kamar mandi.
Trisna mengeluarkan obat nya dan menyimpan nya di dalam laci meja belajar nya.
Saat Zian selesai mandi, Zian mendekati trisna yang sedang baring-baring di atas ranjang.
"Malam ini aku ada tamu" Zian
"Tamu siapa dad?" Trisna
"Rekan kerja" Zian
__ADS_1
"Oh, jadi apa yang harus ku lakukan?" Trisna
"Tidak ada, anggap saja tidak ada orang" Zian
"Dad, tidak boleh begitu. dia tamu, kita harus memperlakukan nya dengan baik" Trisna
"Terserah kau saja" Zian
Trisna melepaskan ponsel nya dan memeluk Zian.
"Trisna, jangan lakukan apapun tanpa sepengetahuan ku" Zian
"Iya, Aku tidak akan melakukan apapun tanpa izin daddy" Trisna
Trisna mengecup pipi Kiri Zian.
"Besok aku ingin jalan-jalan" Trisna
"tentu saja" Zian
Zian bangun dan berdiri. Ia berjalan mendekati meja belajar milik Trisna dan membuka laci nya. Zian mengambil obat yang disimpan Trisna lalu membuang nya di tong sampah.
"Jangan di minum" Ucap Zian kemudian pergi meninggalkan kamar
***
Zian keluar dan melihat tamu nya sudah ada di ruang tamu.
Zian duduk dengan penuh aura yang membuat siapapun menunduk. Beberapa orang berdiri sambil memegang senjata di tangan nya.
Dua orang pria yang menggunakan jas mengeluarkan 5 koper di atas meja.
Zian membuka satu koper. Di dalam koper itu aadalah berlian asli yang bersinar.
Zian membuka semua koper di atas meja. Semua isinya adalah berlian.
"Kita berpesta malam ini? dan beberapa wanita bayaran?" Ucap pria itu
Disaat bersamaan, trisna baru saja sampai. Ia mendengar perkataan orang itu.
"Tentu saja. Berlian ini tidak akan ada artinya tanpa sebuah pesta" Zian
__ADS_1
James menutup semua koper nya.
Zian berdiri dan akan kembali ke kamar, namun ia malah melihat trisna yang mematung di belakang.
"Trisna?" Zian
"Pergi saja" Trisna
"Kau mendengar nya?" Zian
"Tidak penting aku dengar atau tidak, yang aku tau kau jahat" Trisna
Trisna memutar badan nya dan hendak melangkah pergi. namun Zian dengan cepat menahan pergelangan tangan Trisna.
"jangan membuat ku marah dengan tingkah mu" Zian
Trisna diam sambil menatap mata Zian yang sedang menatap tajam.
"Apa yang salah dengan mu?" Zian
"Kau sudah gila" Trisna
"Sejak lahir aku sudah gila" Zian
"Aku ingin bersenang-senang malam ini tanpa mu, banyak wanita yang mengantri untuk ku" Zian
Trisna hanya bisa diam dengan mata yang menatap tajam. Mata itu berubah menjadi merah dan menandakan akan menjatuhkan air.
Dan itu adalah kelemahan terbesar Zian, Ia tak bisa melihat air mata yang keluar dari mata itu.
Zian memeluk trisna.
"jangan menangis" Zian
"Aku tidak marah" Zian
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️❤️