
Di pagi hari yang cerah, Alie yang sedang hamil berusaha untuk berjalan dengan perut yang besar.
"Aw" Alie
"Pelan-pelan saja Alie" Maria
"Iya Alie kamu pasti bisa" Delvi
"Aku gak kuat" Alie
"Yaudah, istirahat aja dulu. jangan dipaksain" Delvi
"Makasih ibu" Alie
"Iya sayang" Delvi
Alie duduk di sebuah kursi depan rumah bersama Delvi dan Maria.
"Ibu, Maria, kalo aku gak tau siapa ayah anak ini. Bagaimana caranya aku membesarkan anak ini?" Alie
"Alie, Aku yakin ayah anak ini sangat mencintai mu" Delvi
"Iya, aku juga berpikir seperti itu. Bagaimana kalau kita ke kota? Siapa tau saja, kita akan bertemu dengan ayah nya?" Maria
"Tapi di kota bahaya, Kejahatan bisa datang dari mana saja. apalagi Alie sedang hamil" Delvi
"Gak apa-apa buk, aku ingin ke kota Cari kerja" Alie
"Kerja apa? kamu kan belum bisa jalan?" Maria
"Aku bisa kok" Alie
"Besok kita akan kegereja untuk berdoa sebelum berangkat ke kota, Jangan lupa gunakan kalung mu itu. Itu kalung yang sangat indah berbentuk salib" Maria
"Jika Kau menyukai nya maka untuk mu saja. Aku sungguh berutang nyawa pada kalian" Alie
"Tidak perlu Alie, aku tidak meminta imbalan untuk semua ini" Maria
__ADS_1
"Kita akan ke kota" Maria
****
Keesokan harinya, Maria dan Alie pergi ke gereja untuk berdoa pada Tuhan.
Mengucapkan semua hal terimakasih, rasa syukur, dan agar Tuhan menyertai perjalanan mereka hingga sampai ke kota.
Sepulang dari gereja, Maria membawa Alie ke kota.
Tiba-tiba saja, Maria mendapat kabar jika Delvi ibu nya tak sadarkan diri dirumah.
Dengan berat hati, Maria meninggalkan Alie di kota dengan sejumlah uang yang tak banyak.
Alie terpaksa harus mencari kerja. Meskipun ia sadar jika mencari kerja di kota sangatlah susah.
Dengan perut yang membesar dan ingatan yang hilang. Alie duduk disebuah bangku, ditanam kota.
Sambil melihat sekeliling anak-anak bermain.
Setelah puas, Alie mencari sebuah rumah kontrakan.
Akhirnya Alie pergi menjual jam tangan nya dan mendapatkan harga yang fantastis. Alie kebingungan, Pekerjaan apa yang ia lakukan dulu hingga bisa membeli jam dengan harga yang fantastis itu?.
Alie membayar kontrakan nya untuk 1 bulan.
Ia beristirahat sambil mengelus-elus perut nya yang sudah membesar.
****
Keesokan harinya, di pagi hari Alie keluar dari rumah dan mencari pekerjaan.
Namun tak ada lowongan untuk ibu hamil.
Ibu hamil tidak diperbolehkan bekerja karna dapat membuat nya kelelahan.
Trisna masuk ke sebuah restoran, di depan pintu tertulis ada lowongan kerja.
__ADS_1
Trisna masuk kedalam, Melihat-lihat orang-orang di dalam.
Semua nya adalah orang-orang yang memakai jas dan berpakaian elegan.
Karena restoran ini berada tepat di depan kantor yang menjulang tinggi ke langit.
"Trisna?!!" Rizella melihat Alie
Alie menoleh.
"Kau?! Ma-masih hidup?!" Rizella
Trisna diam saja, tak tau harus mengatakan apa.
"Dan??! Se-sedang hamil?!!!" Rizella
"oh ya tuhan! apa yang kau lakukan disini?!! kenapa kau tidak pulang ke rumah mu?!" Rizella
"Anda siapa?" Alie
"Kau lupa pada ku? Dan untuk apa kau datang kesini?" Rizella
"Aku ingin mencari pekerjaan" Alie
"Mencari pekerjaan?! di restoran ini?!" Rizella
Alie mengangguk.
"Ikutlah dengan ku, aku akan memberikan mu pekerjaan" Rizella
-
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️