
James datang kerumah sakit. Ia Segera berlari ke ruangan Trisna.
Sesampainya di sana, James melihat Dita dan Anggi juga guru pembimbing.
"Terimakasih sudah membawa nya ke sini, kalian bisa pulang" James
"Tapi" Dita
"Udah dit, kita pulang aja. ini masih jam sekolah" Anggi
"Iya pak sama-sama, Kalau begitu kami pamit dulu. semoga Trisna gak kenapa-kenapa" Guru pembimbing
James mengangguk. Setelah orang-orang itu pulang, Zian datang kerumah sakit.
"James, Mana dia!" Zian
"Tuan, jangan marah. Dia masih anak-anak" James
"Trisna masih diperiksa didalam" James
"Aku yakin dia pasti keguguran" Zian
"Itu bagus" James
Plak!! Zian menampar James
"Maaf tuan" James
"Sial! Aku akan membunuh nya setelah dokter itu keluar" Zian
"Lebih baik kita bawa dia kerumah Alex daripada hidupnya harus berakhir disini" James
"Tidak akan pernah, Aku tidak akan membiarkan Alex dan keluarga nya bahagia sedetik saja" Zian
Dokter keluar dari ruangan...
__ADS_1
"Anda siapa?" Dokter
"Keluarganya" James
"Pasien mengalami keguguran akibat kandungan yang lemah dan usia yang belum matang untuk hamil" Dokter
"Baik dokter, terimakasih" Zian
James melihat pada Zian. ini pertama kalinya Zian mengucapkan terimakasih kepada seorang dokter. Sebelum nya Zian tidak pernah mengucapkan terimakasih pada siapapun itu, apalagi pada seorang dokter.
"Apa yang salah dengan nya?" Batin James
"Pasien akan sadar sebentar lagi" Dokter
Zian mengangguk dan masuk ke dalam ruangan VIP yang dikhususkan untuk Trisna.
Zian melihat wajah Trisna yang pucat dan keringat diwajahnya. setengah tubuhnya di tutupi oleh selimut.
Zian mendekati trisna. Ia benar-benar tidak bisa melakukan apapun jika melihat wajah itu. Tubuh nya terasa tunduk pada wajah gadis itu.
Zian masih setia menatap wajah itu dan menunggu kapan trisna membuka matanya.
Sedetik kemudian, Trisna perlahan-lahan membuka matanya.
"Dad" Ucap Trisna pelan dan hampir tak terdengar
"Sayang, kamu udah bangun?" Zian
Trisna mengangguk pelan
"Kamu mau makan?" Zian
Trisna menggeleng.
Trisna belum tau apa yang terjadi pada janin yang dikandung nya.
__ADS_1
****
Siang harinya, seorang suster masuk ke dalam ruangan dengan membawa makanan. Zian menyuapi Trisna makan.
James masih tidur nyenyak serasa berada dirumah.
Dan keesokan harinya, Trisna sudah boleh diizinkan untuk pulang.
James membawa mobil, Zian menemani trisna duduk dibangku belakang.
Zian masih menyimpan rasa dendam nya.
Zian terpikir untuk menikahi trisna agar ia lebih bebas melakukan apapun pada Trisna.
Tanpa banyak basa-basi, Zian mempersiapkan pernikahan nya di gereja. Trisna nampak begitu cantik, dan ini pertama kalinya trisna di make-up. Wajahnya menjadi lebih cantik dan dewasa.
Mereka mengucapkan janji suci pernikahan dihadapan pendeta dan para jemaat yang menjadi saksi.
Alex dan Livi datang ke pernikahan dan menjadi orang tua Trisna.
Ny.Eliza dan Hardiansyah juga hadir menjadi wali pernikahan Zian.
James menyediakan beberapa anggota mereka untuk menjaga disekitar gereja. James benar-benar bingung dengan jalan pikir Zian yang sedang mempermainkan anak orang yang tidak tau apa-apa.
Entah karena apa Zian tiba-tiba ingin melakukan pernikahan.
Dan akhirnya Trisna dan Zian resmi menjadi pasangan suami istri.
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️