
Sepulang sekolah Trisna langsung tidur siang. Dan Sore hari ia terbangun dari tidurnya dan Segera membersihkan dirinya dan mengganti bajunya.
Sambil menunggu Zian pulang, Trisna membaca buku di dalam kamar.
Tak berselang lama, Zian datang. Ia membuka pintu kamar dan melihat sosok seorang putri cantik Yang sedang membaca buku di dalam istana nya.
Zian naik keatas ranjang nya dan memeluk Trisna. Zian mengusap-usap rambut panjang milik trisna.
"Sudah mandi?" Zian
"Udah kok" Trisna
"Daddy boleh aku mengatakan sesuatu?" Trisna
"Katakan saja" Zian
"Sepertinya aku mencintaimu" Trisna
"Cinta? itu hanya sebuah mitos dunia" Zian
"Jadi Daddy tidak mencintai ku?" Trisna
"tidak, bukan begitu maksudku" Zian
"Aku mencintai daddy tapi kau tidak mencintai ku kan? dasar sialan" Trisna
"Mulut nya ngomong apa barusan? apa kau sudah mulai mempelajari cara mengatai orang?" Zian
"Ya maaf, tapi Daddy jahat banget" Trisna
"Jadi aku harus mencintai mu juga?" Zian
"Tentu saja, mulai detik ini Daddy harus mencintai ku" Trisna
"Iya-iya, aku mencintaimu juga" Zian
Zian bangun dan segera mandi. Trisna keluar dari kamar dan menuju kamar James
"Paman" Trisna
James membuka pintu.
__ADS_1
"Kita harus nonton bersama Daddy dan aku akan mengatakan nya disana agar kita semua bisa mendengar kan langsung jawaban nya" Trisna
"Iya" James
Trisna kembali ke kamar, Zian baru saja selesai mengganti bajunya.
"Daddy, ayo menonton tv di ruang keluarga" Trisna
"Nonton disini saja, apa guna nya tv di kamar kita?" Zian
"Nonton bareng paman James juga" Trisna
"Aku banyak kerjaan" Zian
"Kau nonton nya sama paman saja ya" Zian
"Gak mau" Trisna
"Trisna," Zian
"Daddy aku maunya nnton bareng Daddy dan paman" Trisna
"Yaudah, tapi bentar aja" Zian
"Mau nonton apa?" Trisna
"Aku punya pilihan bagus" James
James memutar sebuah film yang mengangkat tentang tema pembunuhan berantai.
Untuk pembunuhan dan pistol, Trisna sudah biasa melihatnya secara langsung. namun jika pembunuhan sadis. Trisna tidak bisa untuk melihat nya.
Sepanjang pertengahan film Trisna menutup mata nya pada lengan baju Zian jika ada penyiksaan yang dilakukan.
"Tidak usah takut" Zian
"Kasian banget itu bapaknya" Trisna
James melihat pada Trisna. sepertinya Trisna melupakan rencana awal.
James berusaha memberi kode pada Trisna dengan mengedip-ngedipkan matanya.
Saat Trisna melihat James. ia mengingat rencana awal nya.
__ADS_1
"Dad" Trisna
"Apa aku boleh pergi kerumah ayah Alex?" Trisna
"Tidak bisa" Zian
"Ohh oke" Trisna
"Tuan, ada baiknya jika kita mengizinkan Trisna untuk kesana. bagaimana pun juga, mereka adalah orang tua kandung nya" James
"Kau merindukan mereka?" Zian
"Tidak, tapi yah lumayan" Trisna
"Tidak usah pergi kalau begitu" Zian
Zian berdiri dan masuk ke dalam ruangan kerja nya.
"Ye ye, 1 jutaaa.." Trisna
"Paman, kau berhutang 1 juta padaku" Trisna
"Kau curang, cobalah menangis didepan nya" James
"haruskah? tapi aku tidak mau jika Daddy mengizinkan ku" Trisna
"Tapi sebenarnya aku mau sih, tapi aku malu aja ketemu ayah Alex" Trisna
"Malu? dia kan ayahmu" James
"Iya, tapi kan aku kayak gimana gitu" Trisna
"Kau harus menangis di depan Zian, dan apapun yang keluar dari mulut Zian adalah keputusan yang deal bagiku" James
-
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️