
5 Tahun kemudian.
Trisna tumbuh menjadi gadis cantik, polos, dan pintar.
Disekolah nya, Trisna berhasil meraih banyak juara disetiap perlombaan bulu tangkis, Menari, dan Melukis.
Trisna Sangat cantik dan bersih. Siapapun yang melihat nya langsung jatuh hati.
Trisna sangat pandai menyesuaikan dirinya dengan dunia luar. Sedangkan Zian masih tetap sama saat bersama Trisna di rumah.
Zian begitu dingin dan tak tersentuh.
Pagi ini, Trisna bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Trisna keluar dari kamarnya dengan rok abu-abu dan baju seragam putih.
Trisna mengikat Rambut nya yang panjang.
Trisna melihat Zian yang baru saja keluar dari ruang bawah tanah di dalam rumah nya.
Trisna menghampiri Zian dan memeluk nya.
Zian menepuk bok*ong Trisna yang sangat berisi.
"Rok nya terlalu ketat" Zian
"Besok baru ku ganti" Trisna
Trisna melepaskan pelukannya.
"Daddy, Aku mau ponsel" Trisna
"Tidak usah, anak sekolah hanya membutuhkan Laptop" Zian
"Aku menggunakan ponsel untuk bersenang-senang saja" Trisna
Zian tak menghiraukan ucapan trisna dan berjalan melewati Trisna.
Trisna berjalan mundur di depan Zian.
__ADS_1
"Daddy pliss" Trisna
"aku akan rajin belajar jika kau membelikan ku ponsel" Trisna
"Baiklah, aku tidak mau ponsel" Trisna menghadang jalan Zian, dan membuat Zian berhenti melangkah.
"Daddy aku ingin merasakan sesuatu" Trisna
Zian menatap trisna tanpa menjawab nya.
"Jangan marah ya" Trisna
Trisna berjinjit dan menempelkan bibirnya dengan bibir Zian.
Trisna hendak membuka bibirnya. Namun Zian melangkah mundur.
Plakk!! Zian menampar wajah Trisna
"aw" Trisna
"Kau pikir kau siapa bisa melakukan itu pada sembarangan orang?!" Zian
James datang dan menarik tangan Trisna.
"Tuan, Kami pergi dulu" James
James berjalan cepat menuju Mobil dengan menarik tangan Trisna menjauh dari kemarahan Zian.
Sesampai di dalam mobil Trisna melihat ke arah James.
"Apa yang kau lakukan?!" James
"Paman aku hanya ingin merasakan sesuatu" Trisna
"Merasakan apa dengan mencium nya?!" James
"Aku hanya mencoba nya, Aku biasa mencium Daddy. hanya saja kali ini di tempat yang berbeda" Trisna
"Trisna, kau tau kan jika Daddy mu sangat tidak tertarik pada wanita" James
__ADS_1
"Tapi kalian sering ke Club dan bertemu wanita. Daddy juga sering menyuruh mu menyiapkan wanita untuk menemani nya tidur di hotel saat malam hari. Kenapa tidak aku saja, aku juga wanita. aku bisa tidur dengan Daddy" Trisna
"Daddy mu tidak tertawa dan bercanda dengan wanita dan kemudian tidur bersama. Dia membutuhkan wanita untuk memuaskan nafs*unya" James
"Dia tidak tidur seperti yang biasa kau lakukan dengan Daddy mu. Wanita itu di bayar untuk digunakan Zian" lanjut James
"Apa maksud mu paman, aku tidak mengerti sama sekali jalan pemikiran mu" Trisna
"Mengapa kau begitu polos?" James
"Sudahlah, tidak ada gunanya berdebat dengan paman" Trisna
"Kau yang sangat payah" James
"Paman, aku punya pacar" Trisna
James terkejut dan menghentikan mobil nya secara mendadak.
"Apa kau bilang?!!" James
"Aku hanya bercanda. Kau sama saja dengan Daddy. Ayo jalan" Trisna
James kembali melajukan mobilnya.
Trisna berhasil
Trisna membuka pintu mobil karena kini mereka telah sampai di sekolah.
Trisna masuk ke dalam kelas dan melamun. Sudah 9 tahun ia tak bertemu dengan orang tua nya. Trisna begitu merindukan mereka.
-
-
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote