
Warning⚠️
Tidak untuk Anak-anak dan remaja. Harap bijak
*****
Erik menarik paksa rok pendek yang digunakan trisna. Trisna Berusaha untuk melepaskan diri dan berteriak minta tolong. namun semua usahanya terlihat sia-sia.
"Tolong!! tolongHmppttt!!" Trisna
Erik membungkam mulut Trisna dengan ciuman panas darinya.
Erik memaksa Trisna untuk membuka lebar kakinya.
Dan akhirnya Erik bisa membobolnya.
"Hah! ternyata kau sudah longgar sekali" Erik
Trisna menangis. Erik melakukan nya dengan sangat kasar.
"Ahh, Ahh tolong lepaskan aku hiks hiks" Trisna
"Kau jangan bertingkah seperti orang yang suci. Punya mu saja sudah tidak enak, terlalu longgar" Erik
Erik mempercepat gerakan nya.
Trisna menarik wajahnya sendiri. dan ternyata wanita itu bukan lah Trisna. Erik belum menyadari nya.
wanita itu bernama Maya. dia merupakan salah satu wanita bayaran. Maya memakai topeng wajah yang membuatnya terlihat seperti Trisna.
Maya menarik pistol milik Erik yang berada di saku celana belakang Erik.
Erik yang menyadari nya menghentikan aksinya. Ia melihat, wajah itu. dan betapa terkejutnya Erik.
apa dia telah dijebak oleh Zian?!
"Sial!! siapa kau?" Erik berusaha mengambil kembali pistolnya.
Bruakk!!
3 orang pria yang ditugaskan Erik untuk menjaga pintu tiba-tiba mendobrak pintu nya.
Ketiga pria itu menodongkan senjata pada Erik.
"Apa yang kalian lakukan?!!" Erik
"Kami mengikuti perintah dari bos kami"
__ADS_1
Ketika pria itu adalah orang suruhan Zian.
Erik ditangkap di bawa ke markas pribadi Zian.
"Oh ya, punya ku terasa longgar karena punya mu yang terlalu kecil" Maya
****
Zian dan James pulang setelah selesai menangkap tikus kecil yang mulai berkeliaran bebas.
"Sangat mudah" Zian
Zian memasuki rumah. Zian mencari Trisna di kamar. Seperti nya Zian sedang ingin mencari kenikmatan nya.
Ia melihat Trisna yang baru saja selesai berganti baju dengan rambut panjang nya yang di cacing.
"Daddy kita jadi pergi kan?" Trisna
Zian datang dan mendorong tubuh Trisna hingga ia jatuh ke atas ranjang yang empuk.
Trisna hanya bisa pasrah, Ia tau apa yang sedang di inginkan Zian.
Zian menarik baju milik Trisna.
Dirinya sudah tidak sabar lagi. Zian membuka celana nya dan memperlihatkan benda pusaka nya yang besar dan panjang.
Trisna menutup matanya karna ia belum pernah mau melihatnya.
Trisna menggeleng.
"Baiklah" Zian
Zian mengarahkan benda pusaka nya di wajah Trisna.
Zian menempelkan pada bibir Trisna.
"Hahaha" Zian
Trisna memegang nya dan mengangkatnya tanpa membuka matanya.
"Aku akan marah jika Daddy melakukan nya lagi" Trisna
"Hahaha iya sayang" Zian
Zian mengarah kan nya pada sarang kenikmatan itu.
Zian memasukkan nya. itu terasa sakit bagi Trisna
__ADS_1
"Aw, Pelan-pelan" Trisna
Zian mempercepat tempo permainan nya. Ranjang kasur juga ikut bergetar hebat. Apalagi tubuh milik trisna yang terguncang hebat sekali.
"A, ah, ah, ah" Trisna terus mend*Esah.
"Trisna, kenapa kau selalu membuat ku menginginkan dirimu?!" Zian
"Ah, daddy. Jangan terlalu cepat" Trisna
"Aku tidak bisa mengampuni mu hari ini. Aku tidak punya belas kasihan pada siapapun itu" Zian
"Daddy, Ahh sakit. Aku masih kecil, Bagaimana kau bisa sejahat ini ahh" Trisna
"Aku mafia Trisna, Kenapa aku bisa menyayangi mu? Kenapa?! apa kau membawa foto ku ke dukun?!" Zian
"Daddy sakit, Aku masih dibawah umur ahh, ahh" Trisna
"Kau sudah biasa juga, umur tidak ada kaitannya" Zian
"Aku orang jahat, Dan aku juga akan jahat padamu" Zian
"Daddy sakit, hiks" Trisna mulai akan menangis. Ini terlalu menyakitkan bagi nya. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Jangan menangis, aku mohon" Zian
"Sakit Daddy" Ucap Trisna pelan dan hampir tak terdengar
Zian menghentikan gerakannya. ia memeluk Trisna yang berada dibawah Kungkungan nya.
"Sayang maafkan aku" Zian
"Kalau aku pelan, nanti akan lama selesainya" Zian
"Aku membencimu" Trisna
"Maaf" Zian
"Aku pelan-pelan yah" Zian
Zian melanjutkan nya namun dengan sangat pelan dan santai agar Trisna bisa menikmati nya.
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️❤️