
"Aku tidak tau" Trisna
"Buka rok mu" Zian
Trisna menurunkan rok nya. Di celana Sor yang di pakai Trisna juga berdarah.
"Daddy bagaimana ini" Trisna menangis
"Apa yang terjadi padamu?" Zian
"Ganti pakaian mu, aku akan menelfon dokter" Lanjut Zian
Trisna masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Trisna keluar, Dokter ana sudah datang.
Trisna berbaring di kamar nya.
"Trisna sakit apa?" Tanya dokter ana yang selalu merawat Trisna jika sedang sakit.
"Aku sakit perut" Trisna
"Berapa usia mu?" Dokter ana
"12 tahun" Trisna
"Trisna, itu hal yang wajar terjadi di usia anak seperti mu" Dokter ana
"Wajar? Pendarahan kau bilang wajar? jangan bercanda dengan ku Ana" Zian
"Bukan pendarahan Zian, Dia mengalami mentruasi pertama nya. kau jangan cepat marah" Dokter ana
"Baiklah jadi apa yang harus di lakukan agar berhenti?" Zian
"Ini tidak bisa kau paksa berhenti, ini akan selesai dalam 1 Minggu. jadi selama seminggu Trisna harus belajar untuk menahan rasa sakit nya" Dokter Ana
"Satu Minggu? kenapa lama sekali?" Trisna
"Memang sudah begitu Trisna. makan makanan yang sehat ya, jangan lupa untuk memakai pembalut agar celana mu tidak ikut terkena darah nya" Dokter ana
"Kau harus mengganti pembalut nya 2 sampai 3 kali dalam sehari. jangan malas-malasan ganti nya" Dokter ana memberikan arahan kepada Trisna
__ADS_1
Trisna mengangguk.
"Baiklah kalau begitu tugas ku sudah selesai" Ana
"Mana pembalut nya?" Zian
"Kau harus membeli nya" Ana
"Aku? kau menyuruh ku?" Zian
"Tentu saja, terus siapa lagi?" Dokter ana
"Aku sedang ada urusan penting" Zian
Dokter ana mengeluarkan pembalut dari dalam tas nya.
"Kebetulan aku baru saja membeli nya" Ana
"Ayo Trisna, aku akan mengajarkan mu cara memakai nya" Dokter ana
"Urus dia, aku mau pergi" Zian
Zian keluar dan pergi dari rumah.
"Tidak dokter, Daddy ku tidak suka pada wanita" Trisna
"Benarkah?" Dokter ana
Trisna mengangguk.
"Jangan katakan pada nya jika aku bertanya seperti itu pada mu ya" Dokter ana
"Baik dokter aku tidak akan mengatakan nya" Trisna
Dokter ana mengangguk dan tersenyum.
"Kalau begitu dokter pulang dulu" Dokter ana
"Iya" Trisna
Trisna kembali berbaring Di tempat tidur nya saat dokter ana telah pulang.
__ADS_1
****
Saat Trisna terbangun. Ia begitu merindukan orang tua nya.
Namun Trisna sadar, Jika dilarang ada tangisan di rumah ini.
Trisna menutup wajahnya di bawah selimut dan menangis tanpa suara.
Dia masih anak-anak dan belum bisa memahami pemikiran orang dewasa.
Trisna di kekang dengan semua aturan yang seharusnya Anak seusia nya dapatkan.
"Mama, Aku merindukan mu. Bawa aku pulang" Trisna
Zian yang baru saja pulang dari markas pribadi nya. masuk ke dalam kamar Trisna.
Ia melihat Trisna yang menutupi seluruh bagian tubuhnya dengan selimut.
Zian penasaran, apakah Trisna baik-baik saja. mengapa ia belum bangun?
Zian menarik selimut itu dan melihat Trisna yang menangis.
Trisna dengan cepat menghapus Air matanya sebelum Zian semakin marah.
"Cuma ini yang kamu bisa lakukan?!" Zian
Trisna menggeleng.
"Itu tidak sakit Trisna!! jangan cengeng dengan hal sepele!!" Zian
"Bukan karna itu, Aku rindu dengan mama dan papa ku" Trisna
Plakkk!
Zian kehilangan kendali nya mendengar ucapan Trisna yang merindukan Alex!
-
-
-
__ADS_1
happy reading all ❤️