Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Hamil


__ADS_3

"Trisna, Bayi siapa itu?" Zian


"Bayi ku" Revan


"kak Revan?" Zian


"Iya, aku datang. Qaila sedang menyiapkan makanan yang di bawa dari rumah" Revan


"Tidak usah repot" Zian


"Aku juga tidak mau, Ini permintaan mama" Revan


Zian mengabaikan kata-kata Revan. Zian mendekati trisna, Dan melihat wajah bayi yang di gendong Trisna.


"Sepertiny Dia menyukai mu" Zian


"Tentu saja" Trisna


Qaila menyiapkan makanan di meja.


"Ayo makan" Qaila


Zian, Revan duduk di kursi yang berhadapan.


Qaila mengambil anak nya dari gendongan Trisna dan Qaila duduk di sebelah Revan.


Trisna juga duduk di sebelah Zian.


"Oh ya Daddy, dimana paman James?" Trisna


"Jakarta" Zian


Semua nya makan dengan lahapnya. Masakan rumah memang yang paling terbaik.


Setelah selesai makan. Qaila membereskan makanan di meja di bantu oleh Trisna.


"Baiklah aku pulang dulu. kalian berdua sebentar siang harus datang ke rumah mama. Dia akan marah jika tidak melihat kalian di sana" Qaila


"Aku tidak bisa" Zian


"Kenapa dad?" Trisna


"Zian, kau benar-benar brengsek. Sehari saja untuk keluarga mu kau tidak bisa?" Revan


"Aku sibuk" Zian


"Sudahlah sayang, itu urusan nya dengan Mama" Qaila


"Trisna, jangan terlalu dekat dengan nya. kau akan menyesal" Revan

__ADS_1


"Nasihat mu sudah terlambat kak" Zian


"Sial! Kau gila" Revan


"Zian, Jaga trisna baik-baik. jika kau tidak mampu merawat nya maka kembalikan saja pada Alex" Qaila


"Alex akan segera ku krim ke neraka" Zian


"Daddy" Trisna menarik lengan baju Zian.


"Iya sayang, Aku tidak akan membunuhnya sekarang" Zian


"Sial, Baiklah aku pulang dulu" Qaila


****


Pagi ini, Setelah Revan dan Qaila pulang. Zian akan berangkat pergi.


Zian sedang bersiap-siap di kamar.


"Trisna, jangan di kamar saja. Lakukan lah apa yang bisa kau lakukan dirumah. Semenjak aku memberikan mu ponsel, Kau selalu tidur-tiduran dengan ponsel mu dari pagi hingga malam" Zian


"Males ah" Trisna


"Setidaknya kau bisa membereskan bra dan C*D mu yang berserakan itu. Aku yang malu melihat nya" Zian


"Siapa yang akan menikahi mu jika terus seperti itu" Zian


"Daddy lah" Trisna


"Aku?" Zian


"Iya, nikahin aku ya. aku jadi istri ketiga atau keempat juga gapapa kok" Trisna


Zian membulatkan matanya mendengar ucapan istri keketiga dan keempat. 1 wanita saja tidak pernah di sukai oleh Zian. Zian tidak suka pada wanita. dan bagaimana dirinya bisa menikah hingga yang keempat kali nya?!


"Yang penting aku makan 3 hari sekali, Wifi dan cemilan. itu saja" Trisna


"Ada-ada saja. jangan pikirkan itu, pikirkan saja pelajaran mu" Zian


"Dad, kepala ku pusing" Trisna memegang kepalanya.


kamar ini terasa berputar dan Trisna hampir terjatuh.


Zian dengan cepat menahan tubuh Trisna.


"Trisna, kamu kenapa?" Zian


Zian mengangkat tubuh trisna dan membaringkan nya di ranjang kasur milik nya.

__ADS_1


"Kamu istirahat" Zian


Trisna mengangguk dan menutup matanya.


Zian mengecup kening Trisna sebelum ia berangkat.


****


Malam harinya, Zian pulang ke rumah.


Trisna bersama James sedang menonton TV di ruang keluarga.


"Nonton apa?" Zian


"Drakor" Trisna


"Kau sudah tidak pusing lagi?" Zian datang dan berjongkok di hadapan trisna yang sedang asik menonton.


Zian memegang kedua tangan Trisna.


"Tidak" Trisna


"Tuan, Bisa kita bicara berdua?" James


"Tentu saja" Zian


James dan Zian bicara berdua di ruangan kerja Zian.


"Ada apa?" Zian


"Tuan, apa anda tidak berpikir bagaimana jika Trisna hamil?" James


"Hamil? kau gila James" Zian


"Kepala nya pusing tadi pagi, mungkin saja dia hamil kan. kenapa tidak? anda sering melakukan nya dengan Trisna. dia wanita yang subur" James


"James, jangan membuat beban pikiran ku bertambah. Jika dia hamil maka hamil saja" Zian


"Anda tidak akan bertanggung jawab pada anak itu? anda ayah nya" James


-


-


-


-


Happy reading all ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2