Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Zian sudah gila


__ADS_3

"Aku ingin menikah" Ucap Trisna polos


"Jangan membahas hal konyol dengan ku" Zian


"Baiklah" Trisna


****


Pagi ini, Trisna sudah akan berangkat ke sekolah.


Sebentar lagi dia akan mengikuti ujian akhir semester.


"Hai Tris" Dita


"Hai Dit" Trisna


"Trisna apa kau ingin berkeliling kota dengan ku sepulang sekolah?" Dita


"Sama siapa saja?" Trisna


"Hanya kita berdua" Dita


"Akan ku beritahu pada Daddy" Trisna


"Kau selalu saja memberi tahu Daddy mu. apa kau tidak berpikir Daddy mu akan bosan dengan mu jika kau terus bergantung padanya?" Dita


"Bosan?" Trisna


"Iya bosan, Kau harus lebih pendiam di depan nya" Dita


"Baiklah akan ku coba" Trisna


***


Sepulang sekolah Trisna sedikit kaget melihat Zian yang duduk di sebelah James di dalam mobil.


"Trisna, kita akan ke luar kota" James


"Iya" Trisna


"Daddy apa kau membawa ponsel ku?" Trisna


Zian memberikan sebuah ponsel dari saku celananya.


Trisna membuka ponsel nya. entah apa yang di lakukan trisna di dalam ponselnya.


"Tuan, apa kita akan singgah di rumah Mike dulu" James

__ADS_1


"Ya, Lebih cepat sedikit james! Zian


"Baik tuan" James melajukan kecepatan mobilnya.


Trisna duduk santai di kursi belakang mobil. Baju sekolah yang lengkap membuat nya terlihat manis dengan seragam sekolahnya. Keringat yang mengalir di sekitar wajah nya hingga turun ke leher nya dan masuk ke dalam bajunya.


Bibir merah alami tanpa memakai lipstik dan rambut yang ikat memperlihatkan leher nya yang panjang. Kulit putih dan mulus menambah kecantikan alami Trisna. wanita berseragam putih abu-abu itu berhasil membuat seorang pria dewasa menjadi candu dengan kenikmatan yang di tawarkan oleh tubuh nya.


"Ah sial, Aku tidak bisa tahan melihat anak itu" Zian


Zian berpindah ke bangku belakang. mengambil sebuah selimut yang memegang ada di dalam mobil dan menutupi Tubuhnya dan Trisna di belakang.


Zian menarik rok sekolah Trisna dan membuka resleting celananya.


"Tuan! apa yang kau lakukan?!" James


"Tuan jangan lakukan hal gila itu!" James


James menghentikan mobilnya.


"James jalan! jangan mengurusi ku" Zia


Antara mau dengan tidak James terpaksa harus melajukan mobilnya.


"Tuan! Anda tidak bisa memperk*osa anak di bawah umur!" James


Dan pada akhirnya Zian menancapkan benda Pusaka nya itu di dalam mobil.


"Ah, Daddy sakit" Trisna


"Tuan! apa yang kau lakukan?!" James


Zian mulai bergerak pelan tanpa memperdulikan ucapan James.


"Daddy" Trisna


Zian melanjutkan aksinya di dalam mobil.


"Ah, dad" Trisna


"Tuan! Kau benar-benar gila!" James


"Aku sudah gila sejak lahir arghhh" zian


Zian melakukan nya hingga mereka sampai di kediaman Mike yang lumayan jauh dari sekolah Trisna.


Zian memakai kembali celananya dan Trisna juga kembali memakai rok nya.

__ADS_1


Zian turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah Mike.


Trisna yang tidak punya tenaga lagi hanya bisa berbaring di kursi belakang mobil.


"Trisna, Kau tidak apa-apa?" James


Trisna hanya menggeleng.


"Ini minumlah" James memberikan sebuah minuman susu beruang


Trisna mengambilnya dan meminum nya.


"Ga ada rasanya" Trisna


"Iya, Kamu tidak marah dengan Daddy mu?" James


"Tidak" Trisna


"Trisna, dia sudah gila. Dia tidak waras lagi, Bagaimana bisa dia melakukan hal ini pada mu" James


"Tidak apa-apa" Trisna


"Apa ini pertama kalinya?" James


"Tidak" Trisna


"Ah sial! Dia sudah memperk*osa anak dibawah umur dengan mudahnya" James


Zian datang dan masuk ke dalam mobil dan duduk di tempat Trisna berbaring.


Zian meletakkan kepala Trisna pada pangkuan nya di dalam mobil.


Zian juga menyelimuti Trisna dengan selimut.


"Tidur" Zian


-


-


-


-


-


Happy reading all ❤️

__ADS_1


__ADS_2