
Keesokan harinya, hari ini adalah hari libur. Jam 06:00 Trisna bangun dari tidurnya. Trisna bukanlah tipe anak yang selalu bangun kesiangan saat hari libur.
Trisna membuka matanya. nampak lah Zian yang masih tidur tanpa sehelai benangpun dibawah selimut.
Trisna bangun dan hendak turun. Namun terasa sedikit nyeri di **** ********** nya.
Namun, hal ini sudah biasa dirasakan trisna setiap kali ia melakukan hubungan dengan Zian.
Trisna berusaha berdiri dan masuk dikamar mandi. Sekitar 30 menit Trisna berendam di bathtub dengan air hangat.
Setelah itu Trisna mencari baju yang cocok untuk ia gunakan pagi ini. Trisna berencana untuk bermain bulu tangkis di halaman samping rumah.
Selesai mencari baju, Trisna memakainya dan membangunkan Zian yang masih tidur.
"Dad, bangun" Trisna
"Daddy" Trisna
"Iya" Zian
"Bangun dong, Olahraga pagi" Trisna
"Kau saja, aku sudah olahraga" Zian
"Daddy" Trisna
"Iya-iya" Zian
Zian membukanya, Nampak lah trisna dengan wajah cantiknya yang sedang memandangi Zian.
"aku tunggu dibawah ya" Trisna
Zian mengangguk.
Trisna keluar dari kamar dan turun kebawah.
__ADS_1
Trisna di bantu oleh dua orang pelayan memasang net dilapangkan bulu tangkis yang ada dihalaman samping rumah.
Lapangan itu dibuatkan khusus oleh James untuk trisna. Karena Trisna memiliki hobi bermain badminton.
Tak berselang lama, Zian turun kebawah.
Ia akan menemani trisna pagi ini.
Trisna memukul Kok nya.
Tubuhnya yang ramping membuat nya mudah bergerak ke kanan dan kiri juga melompat.
James datang dan duduk di kursi.
Pelayan membawa 3 gelas jus jeruk dan diletakkan nya di meja.
"Ganti minuman ini dengan air minum saja" James
Pelayan membawa kembali jus nya dan membawa ganti nya sesuai yang di minta oleh James.
"Dad, istirahat dulu. aku capek banget" Trisna berjalan mendekati James dan mengambil segelas Air putih dan meminum nya.
Zian juga melakukan apa yang dilakukan oleh Trisna. Zian duduk di kursi yang ada disamping James.
"Tuan, di Rusia sedang ada pengawasan ketat terhadap barang-barang yang yang masuk ke dalam negeri. Sulit untuk menembus penjagaan" James
"Untuk sementara ini tunda dulu saja. orang-orang itu pasti mengincar ku" Zian
"Untuk emas nya sudah berhasil lolos masuk ke Indonesia dengan jalur laut. Malam ini akan sampai di rumah" James
Zian mengangguk.
Selama bertahun-tahun, Trisna memang tidak pernah mencampuri urusan Zian dan pekerjaan nya. Trisna bahkan tidak pernah bertanya tentang apapun itu yang menyangkut urusan Zian dan James.
"Oh iya, paman hari ini jadi kan?" Trisna
"Iya" James
__ADS_1
"Spa?" Zian
"Tentu saja, ini hari libur" James
Zian tidak pernah mempermasalahkan hal-hal yang ingin Trisna lakukan selama itu baik dan dalam pengawasan nya. Berapapun uang yang dikeluarkan trisna tidak pernah menjadi masalah bagi Zian. Meskipun Zian tau Trisna jarang membeli barang-barang mewah untuknya. Trisna lebih suka memakai baju kaos dan celana pendek jika dirumah. Zian juga tak masalah dengan pakaian apapun yang dipakai Trisna.
Zian menyukai Trisna apa adanya. Trisna gadis yang ramah, bersahaja, Dan lemah lembut.
tingkah lakunya selalu sopan santun.
***
Malam harinya, Trisna sudah pulang dari tempat perawatan nya.
Ini adalah saat makan malam. Zian dan James baru saja pulang dari kantor.
mereka semua duduk di satu meja.
salah seorang Pelayan menghampiri James.
"Maaf tuan, Di luar ada tamu. Namanya adalah Jordan" Pelayan
James mengangguk.
"Tuan, barang nya sudah sampai. kita harus mengecek nya" James
Zian mengangguk.
-
-
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1