Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Menjijikkan


__ADS_3

"Tidak ada jalan keluar" James


James membawa Trisna memakai lift untuk menuju ke lantai teratas tempat Zian berada.


Hingga mereka sampai ke depan pintu ruangan Zian.


"Ayo masuk ke dalam" James


"Paman, aku belum mau mati. tolong aku sekali ini saja" Trisna


"Maafkan aku, untuk kali ini aku benar-benar tidak bisa" James


"Jika aku mati, aku mohon mayat ku di kubur di Indonesia ya. Jangan kubur aku disini" Trisna


"Mayat mu akan dibuang oleh Zian di sungai" James


"Paman jangan menakuti ku, Jangan lupa taburi bunga di atas kuburan ku" Trisna


"Tenang saja, aku akan membuat atap agar kuburan mu tidak basah saat hujan" James


"Paman aku belum siap mati muda" Trisna


"Siapa suruh berteman dengan pria nakal'" James


"Dia sahabat ku, aku juga tidak tau jika dia akan mencium pipi ku" Trisna


"Kau katakan pada Zian" James


James mengetuk pintu ruangan Zian.


Tubuh Trisna gemetar dan keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajahnya.

__ADS_1


James yang tak sengaja menyentuh tangan Trisna rasanya ia akan tertawa.


Tangan Trisna begitu dingin bagaikan orang mati.


Trisna begitu tegang dan jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya.


"selamat lagi tuan" James


"Masuk" Zian


Perlahan-lahan James membuka pintu ruangan Zian.


Dan memperlihatkan Zian yang sibuk dengan tumpukan berkas di meja. Trisna menelan ludah nya.


Keringat mengalir deras membuat baju Trisna basah.


Trisna masuk ke dalam dan James menunggu diluar.


Zian mengira jika James yang masuk. Lama tak mendengar suara apapun. Zian mengangkat matanya dan melihat Trisna dengan wajah gugup di hadapan nya.


Zian tak menyangka jika Trisna ternyata memiliki nyali yang besar untuk datang kesini.


"Ha-hai" ucap Trisna pelan dan hampir tak terdengar.


Zian berdiri dan mendekati trisna. Trisna hanya bisa menundukan wajahnya dihadapan Zian.


Tubuh nya gemetar hebat saat Zian berdiri tepat di depan nya.


"Menjijikan" Satu kata yang keluar dari mulut Zian membuat Trisna ingin menangis sekencang-kencangnya. Apa serendah itu Zian memandang nya saat ini?


Zian dapat merasakan ketegangan dari Trisna. Tubuhnya gemetar sambil menegang.

__ADS_1


"Sial, kenapa dia harus menegang?!" Batin Zian. Junior nya selalu bangkit saat melihat wajah trisna yang polos.


Zian mencengkeram dagu milik Trisna dengan satu tangan nya dan mengangkatnya keatas menghadap Zian.


meskipun wajah Trisna menghadap keatas melihat Zian, namun matanya masih melihat ke bawah.


"Apa dirimu benar-benar serendah ini?" Zian


"To-tolong kubur aku di Indonesia" Trisna yang begitu polos selalu berhasil membuat Zian jungkir balik.


Zian dapat merasakan wajah Trisna yang dingin. Keringat yang terus mengalir membasahi pipinya padahal sedang berada di ruangan ber-AC membuat Zian benar-benar ingin menerkam trisna detik ini juga.


Zian melepaskan tangan nya.


"Buka seluruh bajumu dihadapanku sekarang" Zian


Zian tau jika ini adalah kelemahan dari Trisna. Trisna tidak pernah mau membuka baju nya di hadapan Zian. Ia begitu pemalu, Meskipun sudah tubuh nya sudah sering mendapatkan jila*tan nakal dari lidah Zian.


Trisna menggeleng.


"Untuk apa kau mempertahankan kan harga diri mu dihadapan ku? jika dengan orang lain saja kau gratisan?" Zian


-


-


-


-


Happy reading all

__ADS_1


__ADS_2