
Malam harinya trisna sedang duduk di balkon kamar nya melihat-lihat pemandangan malam hari di Bali.
Mobil mewah berwarna hitam dan 4 mobil lain dibelakang nya, memasuki pekarangan rumah. Trisna yang melihat nya segera berlari turun ke lantai bawah.
Seorang pelayan membuka pintu utama. Zian masuk bersama James di belakang nya dan banyak pria berbaju hitam di belakang James.
Trisna yang baru saja turun dari tangga melihat Zian dan James yang datang.
Trisna berjalan mendekat. Zian menghampaskan tubuh Trisna hingga terjatuh di sofa yang empuk.
Zian menindih tubuh Trisna dan berniat melakukan kehendak nya di depan James dan anak buah nya.
Trisna berusaha melepaskan tubuh nya.
"Daddy jangan" Trisna
"Tuan, jangan disini" James
Zian mengeluarkan pistol nya dari saku celana nya dan menembak ke arah James. untung saja James sangat pandai menghindar dari
Zian berusaha merobek baju yang di gunakan Trisna namun trisna menghalangi nya dengan menutup tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Daddy tidak, aku tidak mau!" Trisna
James menyuruh semua bawahan mereka berbalik ke belakang.
Dan semua menurut.
"Daddy, banyak orang" Trisna
Zian yang habis minum alkohol yang banyak tak menghiraukan ucapan trisna. Jiwa nya yang kejam selalu ingin datang kembali.
__ADS_1
Zian ingin memaksakan kehendak nya pada apa yang menjadi miliknya.
Zian menarik celana pendek yang di gunakan trisna. Trisna berusaha semampu nya untuk tidak di lece*hkan di ruang tamu di atas sofa dan banyak orang disini. Juga dirumah ini di setiap sudut terpasang CCTV.
"Jangan daddy aku tidak mau" Trisna
Zian mencium seluruh wajah Trisna hingga turun di lehernya.
"Daddy hiks hiks hiks" Trisna mulai menangis, baru kali ini Zian bersikap kasar pada nya jika ingin meminta sesuatu dari nya.
Zian menarik baju yang digunakan Trisna hingga bagian dengan nya robek.
Trisna menangis dan berusaha lepas.
Zian menampar wajah Trisna dengan sangat kuat dan keras. James tak bisa melakukan apapun. Ia menjaga matanya untuk melihat sesuatu dari Trisna. Jika sampai James melihat, maka nyawanya dalam bahaya.
Zian berhenti, Trisna melarikan diri dari Zian dan masuk ke kamar kemudian mengunci pintu.
"Sial!" Zian
Zian berjalan keluar dari rumah dan pergi entah kemana.
James berjalan menuju arah kamar Trisna.
"Trisna" James
Trisna yang sudah mengganti baju nya membuka pintu dengan mata sembab.
"Kita kerumah Ny.Eliza? Kau tidak aman disini, Zian sedang dalam masalah. dia bisa membunuh siapa saja" James
"Masalah apa paman? kenapa Daddy sangat jahat padaku?" Trisna
__ADS_1
"Akan ku ceritakan nanti, atau kau mau ke rumah Alex?" James
Trisna mengangguk.
Malam ini, James mengantar trisna kerumah Alex di Jakarta tanpa sepengetahuan Zian.
Tok tok tok...
"Iya?" Livi
Livi membuka pintu. Dan betapa senangnya Livi saat melihat Trisna yang datang kerumah.
Livi memeluk Trisna dan membawa nya masuk.
James pulang setelah mengantar Trisna ke rumah Alex dengan selamat.
***
Keesokan harinya, Zian sedang berada di markas besar yang tersembunyi miliknya.
"Sial! Jika emas dan berlian milik kita tidak bisa lewat lagi di pulau jawa maka harus di kirim lewat pulau Sulawesi! Jika emas dan berlian itu di tangkap lagi oleh polisi. Maka kepala kalian adalah taruhannya!! Kalian harus siap mati jika ketahuan, jangan sampai ada yang memberikan informasi sedikit pun pada polisi!! Aku rugi triliunan Hanya gara-gara orang bodoh itu, jangan sampai kalian juga sama seperti manusia bodoh itu" Zian
"Baik tuan"
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️