Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Rizella


__ADS_3

Keesokan harinya, Trisna terbangun dari tidurnya. Trisna bangun kesiangan karna semalam ia tak bisa tidur nyenyak. Pikiran nya terus melayang-layang.


"Apa aku harus ke kantor Daddy ya?" Trisna


"Baiklah, ini cara satu-satunya" Trisna


Trisna mandi dan bersiap-siap.


Jam seperti ini Daddy pasti sudah ada di kantor. Daddy tidak pernah telat, ia sangat disiplin, Rapi dan tegas. Sangat jauh berbeda dari Trisna yang suka bangun kesiangan, berantakan, dan pemalu.


Trisna memakai Hoodie hitam, Celana, Masker hitam dan sebuah topi hitam. Dengan seperti ini membuat Trisna lebih berani untuk bergerak di depan umum.


Trisna pergi menggunakan mobil pribadi nya dan masuk ke dalam kantor Zian.


Gedung pencakar langit dengan Kemewahan nya membuat Trisna tak bisa melepaskan pandangan matanya dari depan gedung.


Trisna masuk ke dalam, semua orang nampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Wanita dan pria sibuk mondar-mandir dan tak ada yang memperhatikan nya.


Trisna terlihat kesulitan saat akan masuk, Namun hanya pegawai kantor dengan ada nya tanda pengenal yang bisa masuk. Bagaimana dirinya akan melewati batas ini?.


Trisna mondar mandir memikirkan cara untuk melewati batas.


Saat sedang berpikir keras, Trisna melihat James dan beberapa anggota yang mengikuti nya dari belakang.


"Paman..!!" Trisna


"Paman James???...." Trisna


James tidak mendengar panggilan Trisna Karena jarak nya cukup jauh.


"Nona? anda cari siapa?" Seorang wanita berpakaian elegan dengan wajah cantik menghampiri Trisna.


"Tidak ada maaf" Trisna

__ADS_1


"Tadi saya dengar anda memanggil tuan James?" Wanita itu bertanya sambil tersenyum


Hening...


"Jangan menatapku seperti itu, aku juga berasal dari Indonesia. Aku tau bahasa yang kau gunakan" Wanita itu terlihat begitu ramah


"Nama ku Rizella, siapa nama mu?" Tanya Rizella


"Trisna" Ucap Trisna pelan dan sedikit gugup menghadapi orang baru


"Nama itu pernah ku liat di salah satu kontak Daddy" Batin Trisna


"Kau datang kesini ingin mencari siapa?" Rizella


"Pa-man James" Trisna


"Paman? dia paman mu?" Rizella


Trisna mengangguk


Rizella yang baik hati membantu Trisna melewati batas dan menemui James.


Rizella mengantar Trisna masuk ke dalam ruangan James.


"selamat sianh tuan James, Ada seorang gadis didepan bersama nona rizella. Gadis itu ingin menemui anda" Sekretaris James


"Suruh masuk" James


Rizella masuk bersama Trisna. James cukup kaget melihat trisna.


"Trisna?" James berdiri dan menghampiri Trisna


"Ah Zella, terimakasih sudah mengantar Trisna masuk kesini. Ia pertama kalinya dia datang kesini. bagaimana kau bisa menemukan nya?" James

__ADS_1


"Aku menemukan nya sangat mudah, Dia sangat gugup seperti ******* yang tertangkap basah" Rizella


"Trisna memang sangat pemalu dan gugup pada orang baru. Terimakasih sebelumnya" James


"Baik tuan, Saya permisi dulu. Trisna, aku tinggal ya?" Rizella


Trisna mengangguk.


Saat Rizella keluar dari ruangan. Trisna melepas masker nya dan bernapas lega.


"Paman, aku mau bertemu Daddy. Daddy seperti nya marah padaku" Trisna


"Bukan marah lagi, Dia ingin membunuh mu semalam. Menusuk perut mu dengan pisau lalu memakan daging mu untung saja dia mabuk dan jatuh tak sadarkan diri saat akan berangkat dengan pisau nya ke rumah mu" James


Trisna yang mendengar nya menjadi ketakutan dan keringat dingin.


Rasanya, ia benar-benar tidak mampu jika harus bertemu Zian saat ini.


"Karena kau sudah disini, itu artinya kau sudah harus siap jika mati sekarang"James


"Tidak paman, tidak jadi. besok aja aku menemui Daddy" Trisna berniat lari dari ruangan James.


Namun James dengan cepat menahan pergelangan tangan Trisna.


"Tidak ada jalan keluar" James


-


-


-


-

__ADS_1


Happy reading all ❤️


__ADS_2