
Zian menurunkan Trisna di dalam Kolam dan menghempit tubuh Trisna di tembok kolam.
Tok tok tok.
"Tuan, ini saya James" James
Zian menghentikan kegiatan nya.
"Masuklah ke kamar mandi dan ganti baju mu" Zian
Trisna segera keluar dari dalam kolam renang dan masuk ke dalam kamar mandi.
Zian memakai handuk nya dan membuka pintu untuk James.
"Ada apa?" Zian
"Dimana Trisna?" James
"Dia di kamar mandi, Kenapa?" Zian
"Aku membawa baju nya" James
Zian mengambil Plastik yang di bawa oleh James dan menutup pintu nya.
Trisna yang sudah mandi, Tidak melihat satu pun baju di dalam kamar mandi. Hanya ada handuk Kecil.
Trisna memakai handuk itu dan membuka pintu.
"Daddy, tidak ada baju disini" Trisna
Zian memberikan baju yang di bawa James untum Trisna tanpa banyak bicara. bahkan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Zian.
Trisna melihat baju nya. Sebuah Hoodie lengan panjang dan tebal. Berbahan lembut dan hangat.
Trisna memakai baju dan celana yang ada kemudian keluar dari kamar mandi.
"Daddy aku ingin ikut olimpiade" Trisna
__ADS_1
Zian yang sedang berbaring di kasur nya melihat ke arah Trisna
"Olimpiade apa?" Zian
"Sains, di Jakarta. tepat nya di sekolah ku yang lama" Trisna
Zian berpikir. jika Trisna ke jakarta, tepat nya disekolah nya yang lama. Pasti Alex dan keluarga nya akan tau keberadaan Trisna.
Apalagi Rayana sahabat Trisna ternyata adik kandung Richard.
"Akan ku pikirkan" Zian
"Aku ingin ikut, Daddy tidak usah memikirkan nya. Aku hanya sehari disana, Aku pergi dengan guru ku" Trisna
"Aku tidak akan membiarkan mu bertemu Dengan Alex. Dia akan tau jika kau ada disana" Zian
"Kenapa Daddy? dia ayah ku, tidak boleh kah sekali saja aku memeluk nya? Tidak usah memeluk nya juga tidak apa-apa. Aku hanya ingin melihat nya, Bagaimana rupa nya saat ini. apakah semua rambut nya telah memutih? Dan ibuku, Aku merindukan wajah nya" Trisna
PLAKK!!! Zian menampar wajah Trisna dengan sangat keras dan membuat Trisna terjatuh.
"Aw" Trisna
Trisna meneteskan air mata nya dan terjatuh di lantai kamar Zian.
Zian berjongkok dan menarik rambut Trisna kebelakang.
"Jangan menangis!" Zian
Zian melepaskan tangan nya. dan menarik ikat pinggang yang tergantung.
Dan Bugh!
Zian mencambuk Trisna dengan ikat pinggang nya.
"Masih nambah lagi?" Zian
Bugh!
__ADS_1
"Bagaimana jika kau saja yang deluan ku kirim ke ke neraka" Zian
Bugh!
"Maaf kan aku Daddy, aku bersalah hiks hiks" Trisna
Zian membuang Ikat pinggang nya ke lantai.
"Ayah mu Alex sudah menghancurkan hidup keluarga ku. Dan ini saat nya aku menghancurkan keluarga Alex. Kau seharusnya bersyukur karna berada di dekat ku, Aku tidak membuat mu hidup menderita seperti keadaan ayah mu sekarang, Dia bahkan menjual Rumah dan mobil nya untuk mengumpulkan uang demi mencari mu yang pergi tanpa meninggalkan jejak" Zian
Trisna hanya bisa diam mendengar semua ucapan Zian dengan kepala tertunduk di hadapan Zian.
Zian berdiri dan meninggalkan Trisna di dalam kamar.
****
Malam harinya. Zian, James dan Trisna akan pergi makan di luar.
Trisna tidak cerewet seperti biasanya. Di dalam mobil, Trisna duduk sendiri di belakang James yang sedang mengendarai mobil.
Zian Duduk di sebelah James.
"Besok kalian kembali ke bali. Trisna harus sekolah, Aku akan datang di olempiade Trisna" Zian
Trisna melihat pada Zian. Apa itu artinya Zian mengizinkan nya untuk ikut olimpiade.
"Aku akan mengantar Trisna secara pribadi tuan" James
"Jangan biarkan Trisna pergi dengan guru nya" Zian
"Baik tuan" James
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️