
Selesai acara pernikahan, Zian meninggalkan trisna sendiri dirumah dan pergi dengan James.
Hari menjelang malam, Zian belum juga pulang. Trisna menunggunya pulang, entah kenapa seperti nya ini pertama kalinya Zian tidak pulang kerumah saat malam hari.
"Aku tidur Deluan aja deh" Trisna
Trisna tidur dan terbangun di pagi hari. Trisna masih sendiri.
Ia bersiap-siap dan akan berangkat kesekolah.
"Siapa yang akan mengantarku kesekolah?" Trisna
James juga belum pulang sejak semalam.
Trisna mengganti baju nya dengan baju sekolah dan mencari ponsel nya.
Trisna menelfon nomor Dita.
"Halo" Trisna
"Iya tris, ada apa. tumben malam-malam nelfon" Dita
"Malam? ini pagi Dita" Trisna
Hening..entah apa yang dilakukan Dita dirumahnya.
"Eh iya, udah pagi aja. perasaan aku baru tutup mata deh" Dita
"Kamu sama siapa kesekolah?" Trisna
"Aku? tumben nanya" Dita
"Iya nih, paman James gak dirumah. aku gak tau harus kesekolah sama siapa" Trisna
"Ooh Yaudah, aku mandi dulu. nanti aku jemput" Dita
"Iya Dit, makasih ya" Trisna
"Iya"
__ADS_1
Trisna Segera bersiap-siap. Ia keluar dari rumah dan menunggu Dita di gerbang rumah.
Disana ada satpam yang menjaga, namun setiap penjaga rumah bagaikan patung. mereka seperti orang yang tidak bisa bicara.
Tak berselang lama, Dita akhirnya datang dengan mobilnya.
Trisna naik ke dalam mobil.
"Orang kaya gak punya supir" Dita
t
"ada sih, tapi aku gak tau mau ngomong apa" Trisna
"Iya deh" Dita
Sesampainya disekolah, trisna melakukan kegiatan nya seperti biasa.
"Siapa yang bisa mengerjakan tugas di papan tulis?" Buk indah (Guru MTK)
Trisna mengangkat tangan nya.
Trisna maju kedepan dan menyelesaikan tugas mtk yang diberikan oleh buk indah.
Setelah selesai, murid-murid dikelas memberikan tepuk tangan.
"Baiklah, ini adalah Jawaban dari Trisna. ada yang lain dari ini?" Buk indah
semuanya diam.
Trisna sangat pandai mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh guru disekolah. tak hanya itu, Trisna juga sangat sopan dan ramah.
Sepulang sekolah, Trisna langsung pulang kerumah diantar oleh Dita.
"Makasih Dita" Trisna
"Iya, aku langsung balik ya" Dita
"Iya" Trisna
__ADS_1
Trisna berbaring di ranjang kasur dengan seragam sekolah lengkap.
Trisna mencoba untuk bisa melewati hari-hari ini. Anaknya yang belum sempat lahir ke dunia sudah meninggalkan nya.
Tiba-tiba pintu di buka oleh seseorang.
Dan itu adalah Zian.
Zian berjalan masuk ke dalam kamar dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang kasur tepat disebelah Trisna.
Trisna berbalik dan melihat Zian.
"Daddy" Trisna
Zian melihat mata nya. betapa kesalnya Zian saat melihat nya. Rasa dendam nya kembali bangkit. Ingin rasanya Zian membunuhnya, Namun tangan nya terasa kaku. ia menyayangi gadis dihadapannya ini.
Zian bangun dan hendak keluar namun Trisna memeluk tubuh Zian dari belakang dan membuat Zian berhenti melangkah.
"Daddy, mau kemana?" Trisna
Zian melepaskan tangan Trisna dan berbalik menatap Trisna dengan tatapan tajam.
Zian mengeluarkan pistol nya dari saku celananya, Dan menodongkan pistol nya tepat kepada Trisna.
"Daddy aku, minta maaf" Trisna
Trisna benar-benar sudah tidak bisa menahan semuanya lagi. Detik kemudian mata itu berkaca-kaca dan tetesan air mata jatuh. Tentu saja, kelemahan Zian terletak di mata indah itu.
Zian menarik tangan Trisna dan memeluk tubuh itu, dan membiarkan Trisna menangis di dalam pelukan nya.
-
-
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1