
Keesokan harinya, Zian mendapatkan kabar jika salah satu perusahaan nya yang berada di Indonesia mengalami kebangkrutan. Data perusahaan telah bocor dan membuat perusahaan nya menurun drastis.
Baru sehari Zian menemani Trisna disini, ia tak tega jika harus meninggalkan Trisna.
Trisna yang mendengar semua pembicaraan Zian datang menghampiri Zian dan memeluknya dari belakang.
"Dad, pergilah ke Indonesia. aku tidak masalah disini" Trisna
Zian berbalik dan melihat wajah yang indah itu dari dekat.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri disini, Bagaimana kalau kau kesepian?" Zian
"i'm alone, but not lonely" Trisna
"i can't leave you" Zian
"Daddy, disini ada kakek Frans, nenek Mery, juga ada paman Rama dan bibi petro. Aku baru saja pulang dari rumah mereka" Trisna
"Kau yakin?" Zian
Trisna mengangguk.
"Tapi aku yang gak bisa" Zian
"Daddy, jangan seperti anak kecil" Trisna
"Anak kecil? Kau tidak sadar saat bicara, disini kau yang anak kecil hahah" Zian tertawa kecil mendengar ucapan trisna yang menyebut nya seperti anak kecil
__ADS_1
"Baiklah, aku memang anak kecil. tapi anak kecil seperti ku bisa membuat mu cinta padaku" Trisna
"Benarkah?" Zian
"Tentu saja, Daddy mencintaiku kan?" Trisna
"Aku mencintaimu...Sangat" Zian
"Baiklah, jadi kapan Daddy akan berangkat?" Trisna
"Aku tidak bisa meninggalkan mu disini" Zian
"Yasudah, Daddy akan bangkrut dan kita akan mati kelaparan" Trisna
"kita tidak akan bangkrut hingga 7 turunan" Zian
"Mau pergi tidak?" Trisna
"untuk apa Daddy membangun perusahaan besar di Indonesia jika tidak ingin mengurus nya?" Trisna
"Entahlah aku tidak sadar saat itu, Niat ku hanya untuk membalas Alex dan entah bagaimana aku mewujudkan perusahaan yang besar itu. Tapi pada akhirnya semua nya gagal, Perusahaan itu berdiri tapi nyatanya saat perusahaan yang ku dirikan sukses. Aku menculik seorang anak kecil dirumah ayah nya, Entah apa yang aku pikirkan saat itu. dan saat anak kecil itu tumbuh menjadi seorang gadis aku malah jatuh dalam cinta nya. dan seperti nya tidak ada jalan keluar dari masalah ini, Aku akan selamanya terjerat dengan gadis ini" Zian
"Oh ya? Jika seandainya Daddy tidak menculikku saat itu, sekarang Daddy pasti belum menikah" Trisna
"Itu tidak mungkin, aku pasti sudah memiliki 5 istri sekaligus. Semua wanita di dunia mengantri untuk mendapatkan ku" Zian
"Buktinya saja, Anak Robert gila itu tidak mau dengan mu. Melihat mu saja dia sudah takut" Trisna
__ADS_1
"Dia takut betapa perkasa nya aku saat berada diatasnya" Zian
"Maksud nya? aku tidak mengerti?" Trisna
"Sudahlah, Kasian otak kecil mu itu jika harus tau" Zian
"Daddy, beri tau aku. Apa maksud nya?" Trisna
"Kau benar-benar ingin tau?" Zian
"Iya apa?" Trisna
Zian mengangkat tubuh Trisna dan menurunkan nya diatas ranjang kasur yang empuk itu.
Trisna tiba-tiba mengerti maksud Zian yang sebenarnya.
"Tidak boleh, aku lelah sekali" Batin Trisna
Trisna berniat kabur dari ranjang kasurnya. Ia bergerak cepat ingin lari dari sana. Namun Zian yang tak kalah cepat menahan kaki Trisna yang akan lari.
"Kau harus diservis sebelum ditinggalkan" Zian
Dan terjadilah saat itu juga. Zian tidak membiarkan Trisna lolos darinya sedikit saja.
Zian melakukan nya dengan sangat lambat agar Trisna juga dapat menikmati nya. Menikmati setiap detik saat itu.
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️❤️