Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Sang pewaris


__ADS_3

Trisna membuka nya, betapa terkejutnya Trisna saat melihat wallpaper layar ponsel Zian. itu adalah foto dirinya sambil mengeluarkan lidah.


Trisna menatap wallpaper layar ponsel itu lama-lama.


"Kenapa sayang?" Zian


"Ini aku?" Trisna


"Iya, kamu yang pasang wallpaper nya" Zian


"Ini jelek sekali" Trisna


"Tidak, ini sangat imut" Zian


Trisna membuka telepon. Trisna teringat jika dia tidak mengetahui nomor ponsel Maria.


"Tapi aku gak tau nomor nya" Trisna


"Ya terus gimana?" Zian


"Aku harus ketemu Maria, ibu lagi sakit kemarin" Trisna


"Aku akan menemukan nya untuk mu" Zian


"Aku akan mengganti wallpaper nya dulu" Trisna


Trisna membuka galeri foto di dalam ponsel Zian.


Tak ada satupun foto Zian di sana. Semua adalah foto-foto saat Trisna SMA. mendapatkan peringkat umum, Mengikuti olimpiade dan juga pertandingan bulutangkis. dan selebihnya adalah foto Trisna yang sangat gabut.


bermacam-macam foto, dengan semua baju seksi yang ia pakai dirumah. Ada juga foto yang memperlihatkan saat trisna berselfi bersama Zian saat Zian sedang tidur. nampak trisna tidak memakai baju dan ia berada di sisi Trisna.


Saat melihat semua foto-foto itu, kepala trisna terasa sangat sakit. Perlahan-lahan bayang-bayang masa lalu nya terngiang-ngiang di pikiran nya.

__ADS_1


Akhirnya Trisna tidak jadi mengganti wallpaper layar ponsel Zian.


"Ini" Trisna memberikan ponsel itu kembali pada zian.


Zian melemparnya ke sofa.


"Trisna, nanti anak cewek apa cowok?" Zian


"Dia laki-laki" Trisna


"Ini hebat, pasti dia akan mirip dengan ku" Zian


"Dad? Daddy?" Ucap Trisna tiba-tiba


Zian menatap mata Trisna


"Daddy Zian, Semoga ingatan mu cepat pulih" Zian


"Besok aku lembur dan akan pulang tengah malam" Zian


****


Keesokan harinya, trisna terbangun dari tidurnya. Ia melihat Zian yang masih nyenyak sambil memeluk perut nya yang besar itu.


Trisna menatap baik-baik wajah Zian. sungguh sangat tampan. Trisna merasa sangat merindukan wajah ini, sungguh tidak asing baginya.


Hingga akhirnya Zian juga ikut terbangun. Zian bersiap-siap dan akan berangkat ke kantor.


Zian terlihat begitu tampan, bahkan baju yang juga gunakan tak mampu menutupi tubuhnya yang menutupi otot-otot nya yang begitu kekar.


Zian mencium bibir Trisna sebelum ia berangkat pergi. sedangkan trisna hanya bisa diam melihat nya.


Sejak Zian pergi kantor, Trisna mandi dan berendam di bathtub.

__ADS_1


Setelah itu ia pergi ke balkon kamar dan duduk disana.


Setelah puas, Trisna berjalan-jalan disekitar dalam rumah. Melihat semua foto-foto yang terpajang, ingatan akan masa lalu Trisna mulai kembali. Satu persatu ingatannya tersusun.


"Selamat pagi nyonya" sapa pelayan.


Trisna tersenyum.


"Mau makan apa?" pelayan.


"Apa aja" Trisna


"Baik nyonya, saya akan membuatkan makanan kesukaan nyonya. silahkan duduk dulu" pelayan.


"Kok bisa tau makanan kesukaan nya?" Trisna


"Iya nyonya, sejak nyonya tinggal disini. nyonya sangat menyukai makanan Indonesia. Tuan melarang kami membuatkan makanan yang tidak anda sukai. itulah sebab nya kami terbiasa dengan makanan kesukaan anda" pelayan


"Ooh, tuan James bilang jika anda mengalami amnesia? maaf kalau saya lancang nyonya, tapi maukah nyonya mendengar cerita saya? mungkin ini bisa membantu agar ingatan nyonya pulih?" Pelayan


"Tentu saja" Trisna tersenyum


"Nyonya waktu itu datang ke Italia saat akan kuliah, Sekitar 4 tahun lalu. Tuan sangat peduli pada nyonya, perlahan-lahan tuan mulai jarang keluar malam. Padahal biasanya tuan pulang subuh setiap berada di Italia. Nyonya sangat ramah dan sopan pada semua orang. Tapi pada suatu hari, nyonya mengalami sedikit musibah dan membuat nyonya trauma. nyonya tak ingin bicara pada siapapun. akhirnya tuan membawa nyonya ke luar negeri. setelah pulang dari sana, nyonya kembali seperti dulu lagi. Saat nyonya akan wisuda, nyonya kecelakaan. dan hilang selama 7 bulan. Selama 7 bulan itu, tuan kembali seperti dulu. Tuan selalu pulang subuh, Tuan bahkan tak segan-segan membunuh orang di dalam rumah ini. Rumah ini bagaikan mimpi buruk, Tak ada satupun suara. Tuan tak bicara pada siapapun, Saat nyonya kembali kemarin. akhirnya rumah ini terasa lebih baik. ada Cahya yang datang menerangi kegelapan" Pelayan sambil menyiapkan makanan


"Kok aku mau ya? nikah sama pembunuh, nanti kalau anak ku dibunuh juga?" Trisna


"Tidak mungkin nyonya, anak yang nyonya kandung akan menjadi pewaris" Pelayan


-


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️❤️


__ADS_2