
Sesudah makan, Trisna kembali ke kamarnya. trisna berbaring tanpa melakukan apapun.
hingga malam menjelang. Trisna sudah tertidur pulas.
Saat tengah malam, Zian pulang dan masuk ke kamar.
Sangat menyegarkan mata melihat trisna yang sedang berbaring di atas ranjang.
Zian mandi dan naik keatas ranjang bersama Trisna.
Zian awalnya memeluk trisna dan akan ikut tidur. namun akhirnya Zian melihat baik-baik wajah Trisna yang sedang tertidur. Wajah yang sangat dirindukan nya.
Zian mencium bibir Trisna. kemudian turun hingga di lehernya hingga perut nya.
Zian melepaskan bra yang digunakan Trisna. Trisna terbangun saat itu.
"Kau cantik sekali" Zian
Trisna tersenyum.
Zian menarik celana yang digunakan oleh trisna.
"Dad, lama sekali pulangnya" Trisna
Zian akhirnya memasukkan ujung benda pusaka nya dan membuat Trisna kesakitan.
"Aauhh, Daddy sakit" Trisna
"Bentar aja" Zian tersenyum
Zian memasukkan seutuhnya dan mulai bermain dengan pelan.
****
Keesokan harinya, Zian baru saja ambruk.
Trisna terbangun dari tidurnya tanpa sehelai benang pun ditubuhnya.
Ia melihat zian yang berbaring disebelah nya yang juga tanpa selembar pakaian ditubuhnya.
"Daddy" Trisna
"Dad" Trisna
"hm?" Zian
"Semalam Daddy sampai jam berapa? perih banget, aku gak bisa gerak nih" Trisna
Zian terkejut mendengar ucapan Trisna, ia sudah mulai terdengar seperti biasanya. Banyak bicara pada Zian, namun pada orang lain ia terlihat sangat pemalu.
Zian tersenyum dan melihat Trisna.
"Aku hanya membuat wanita yang ku tiduri puas" Zian
"Daddy tidur sama siapa lagi selain sama aku?" Trisna
"Banyak" Zian
"Kalau semua hamil bagaimana?" Trisna
"Aku akan memiliki banyak anak" Zian
"Jadi apa Guna nya aku hamil sekarang?" Trisna
__ADS_1
"Kamu wanita pertama yang mengandung anak ku" Zian
"Kalau tiba-tiba besok, wanita itu datang dan bilang dia hamil?" Trisna
"Ya udah, hamil ya hamil aja" Zian
"Daddy kok gitu? gak mau tanggung jawab, Kasian anak orang" Trisna
"Jadi? aku harus nikahi semuanya?" Zian
"Iyalah Daddy, kan kasian" Trisna
"Terserah kamu aja" Zian
"Dad, aku ingin menelfon Maria" Trisna
"Bilang sama James, dia akan melacak keberadaan nya untukmu" Ucap Zian sambil menutup matanya kembali.
"Paman James memang sangat baik padaku" Trisna
"Ia" Zian
Trisna tidur kembali.
Saat ia terbangun kembali, Zian sudah tidak ada. Trisna melihat sebuah buket bunga yang berada diujung kasur.
Trisna mengambilnya dan membacanya, ternyata itu dari Zian.
Hanya ada tulisan di kertas kecil "Untuk istri dan anakku"
Trisna tersenyum. Semakin hari ingatannya mulai pulih, dari awal bagaimana ia bertemu dengan Zian hingga saat ini.
*****
2 bulan kemudian, tidak lama lagi Trisna akan melahirkan. tinggal menunggu waktunya Zian.
Siang ini Zian terlihat begitu panik, Trisna sudah akan melahirkan.
Zian membawa Trisna ke rumah sakit.
Saat diruang bersalin, Zian berada disebelah Trisna.
"Dad! Tolong aku!" Trisna
"Tarik nafas nya buk" dokter
"ayo sebentar lagi udah mau keluar"
"Daddy, sakitt" Trisna
"Aaa..."Trisna
Zian menggenggam erat tangan Trisna.
Dan saat itulah anak nya lahir. Trisna berbaring lemas tak berdaya.
Suster memandikan anak yang baru lahir itu, kemudian memberikan nya kepada Zian.
"ini anak nya tuan, dia laki-laki" Suster
Zian menggendong anak nya. Wajah putih dan tampan. Betapa bahagia dia melihat anak nya.
Trisna di pindahkan ke ruang VVIP. Di malam harinya, Trisna terbangun. Ia melihat Zian yang sedang menggendong anak bayi nya itu.
__ADS_1
Dan Trisna juga sedikit senang, ia melihat Maria sahabat nya.
"Ma-maria" Trisna
Maria mendekat pada Trisna.
"Trisna, kau sudah bangun?" Maria
"Mana ibu?" Trisna
"Ibu sudah meninggal" Maria
Trisna merasa sedih mendengar hal itu.
"Jangan sedih Trisna, aku yakin ibu bahagia di surga. Jadi untuk ala kita menangisi nya?" Maria
"Maria, aku begitu sedih mendengar nya" Trisna
"Tidak perlu sedih, Ibu sudah bahagia selama nya. untuk apa bersedih untuk orang yang sedang bahagia?" Maria
"Maria, maafkan aku karna tak memberi mu kabar jika aku pindah" Trisna
"Trisna, Tetaplah dekat pada Tuhan. Karna jika kita dekat dengan nya maka ia akan menghibur dan memberikan kedamaian pada kita" Maria
Trisna mengangguk.
"Apa kau sudah memikirkan nama putra mu?" Maria
"Belum, Tapi Daddy yang akan memberinya nama. aku tidak tau nama yang cocok" Trisna
"Aku punya saran, nama belakang nya adalah Emanuel" Maria
Trisna mengangguk sambil tersenyum.
"Daddy, mana anak ku?" Trisna
Zian berbalik, dan membawa anak nya. Zian membaringkan nya di sisi Trisna.
Zian mengambil foto saat Trisna memeluk bayi nya yang baru saja lahir.
"Oh ya dad, siapa namanya?" Trisna
"Reyzikel" Zian
"Imanuel" Trisna
Zian tersenyum.
"Kita harus menyerahkan nya anak ini digereja" Trisna
"Besok adalah hari Minggu" Zian
Maria turut bahagia melihat nya.
Seperti itulah mereka hidup bahagia, dimana Zian melupakan dendam nya yang ia tanam sejak kecil dan memilih berdamai karena hadirnya sosok wanita diantara ia dan dendamnya.
Zian memilih untuk mencari jalan yang lebih baik untuk hidup dengan aman.
-
-
-
__ADS_1
-
AndðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜