Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Zian yang berbeda


__ADS_3

Warning⚠️ tidak untuk remaja dan anak-anak dibawah umur. Minimal usia 21+


Harap bijak dalam memilih bacaan.


******


"Untuk apa kau mempertahankan kan harga diri mu dihadapan ku? jika dengan orang lain saja kau gratisan?" Zian


"Aku tidak gratisan" Trisna


"Berapa dia membayar mu untuk sekali?" Zian


Hening...Trisna hanya bisa diam menunduk


Trisna benar-benar ketakutan saat ini. Zian bersikap berbeda dari biasanya.


Zian menarik tangan trisna dan membuat tak ada lagi jarak di antara keduanya.


Trisna bisa merasakan hembusan nafas Zian di lehernya.


Zian menarik resleting celananya. dan memaksa Trisna untuk berjongkok dihadapan nya. Trisna menutup mata nya.


"Buka matamu" Zian


Awalnya Trisna tak mau membukanya namun Zian menarik rambut trisna.


Mau tak mau, Trisna benar-benar harus melihat junior yang begitu besar dan panjang untuk pertama kalinya.


"Ayo lakukan" Zian


"A-apa?" Trisna


"jil*at dan buat aku puas" Zian


Ini benar-benar pertama kalinya bagi Trisna. Emang ada ya cara seperti ini? Apa ini tidak menjijikkan?


Karena Trisna belum bergerak. Zian terpaksa membuat Trisna membuka mulutnya dan memasukkan ujung junior Zian masuk ke dalam.


"Lebih dalam lagi" Zian


Zian terus mendorong kepala Trisna lebih masuk ke dalam.

__ADS_1


Zian berjalan mundur kebelakang dan membuat kepala Trisna terus mengekor di depan nya.


Zian duduk di sebuah sofa empuk dan bersandar sementara Trisna berjongkok dihadapan Zian.


Namun Trisna benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Ia hanya diam dengan posisi yang masih sama.


Zian benar-benar harus mengajarkan nya cara yang benar.


"Jil*at dan lakukan apapun sampai dia mengeluarkan cairan putih yang kental" Zian


Trisna awalnya ragu. Namun bagaimana pun caranya ia harus membuat cairan itu keluar.


Trisna memaju-mundurkan mulutnya Namun hanya ujung nya saja yang masuk. hal itu belum juga cukup untuk membuat Zian meregang.


Trisna benar-benar tidak lincah dan tidak mengerti. Ia belum pernah memuaskan siapapun dengan caranya. Selama ini ia hanya tertidur lemas di bawah Zian.


Karna terlalu lama, Trisna memencet-mencetnya. namun tak ada yang keluar.


"Jangan di pencet, aku bisa saja kencing di mulut mu" Zian


Trisna meneteskan air matanya setetes dan jatuh di atas junior milik Zian.


Mata indah milik Trisna berkaca-kaca sambil menjil*ati junior milik Zian.


Zian benar-benar kehilangan akal saat melihatnya.


Zian mencabut juniornya dan mengangkat tubuh Trisna kedalam gendongan nya. Zian duduk di atas Sofa dengan Trisna yang duduk diatas junior Zian yang masih menegang.


Zian menarik celana yang di gunakan trisna hingga terlepas. Begitu juga dengan C*D nya yang dilepaskan oleh Zian.


Zian memposisikan junior nya masuk ke dalam lubang kenikmatan milik Trisna.


Trisna merasa kesakitan saat junior itu masuk.


"Ayo bergerak" Zian


"tidak bisa, sakit sekali hiks hiks hiks" Trisna


"Wanita gratisan harus bisa melakukan nya. Karena kau sama saja dengan wanita bayaran bukan?" Zian


"Maka bayar aku setelah ini" Trisna

__ADS_1


"Jika kau mengucapkan nya lagi aku akan membunuhmu" Zian


Zian melahap mulut Trisna seperti membersihkan bekas-bekas junior Zian yang masuk ke dalam mulut Trisna.


Zian mel*umat lidah Trisna yang ia gunakan untuk menjil*at junior nya.


Zian berdiri sambil menggendong Trisna dengan junior nya yang masih menancap.


Zian membawa Trisna masuk ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan Zian. Kamar itu hanya ada sebuah tempat tidur kecil yang empuk tanpa ranjang yang hanya berada di lantai. Ruangan itu di penuhi oleh pistol mulai dari yang kecil hingga besar.


Dan ada banyak pisau tajam yang tergantung.


Zian membaringkan Trisna diatas kasur empuk berwarna hitam itu.


Zian membuka Hoodie milik Trisna.


Trisna memegang erat kasur itu. Zian melakukan nya dengan cara yang berbeda.


Zian junior milik Zian terasa begitu tajam seperti pisau di dalam sana. dan setiap hentakan keras yang dilakukan Zian bagaikan peluru dan menembus lubang Trisna.


Trisna mere*mas kuat kasur itu. Tubuhnya meregang dengan mudah nya.


Namun Trisna menyadari jika sedari tadi Zian tak pernah mencium pipinya. Berbeda dari biasanya Zian yang selalu mencium seluruh wajah Trisna sebelum memulai aksinya.


Zian menjil*at setiap keringat yang meluncur di leher milik Trisna.


Trisna selalu yang pertama bagi Zian. Trisna yang selalu bisa memuaskan Zian bagaimana pun posisi saat melakukan nya.


Depan dan belakang milik Trisna sama nikmat nya. Zian tak bisa memilih. Zian selalu bermain di kedua lubang itu dalam satu kali permainan.


Tubuh Trisna bergetar hebat di atas kasur itu. Zian memperlakukan nya bagaimana seorang wanita bayaran saat bermain.


Zian bermain dengan kekuatan penuh saat ini. Junior nya akan puas berkali-kali lipat setelah ini.


Trisna mulai lemas dan mulai melepaskan cengkraman tangan nya pada kasur. Ia mulai tak berdaya dan membiarkan Zian melakukan seenaknya.


-


-


Happy reading all

__ADS_1


__ADS_2