
Zian pulang kerumah setelah Selesai dengan urusan nya.
"Trisna" Zian membuka pintu kamar
Namun tempat tidur sangat rapi seperti tidak ada orang yang tidur di atas nya semalam.
"Sial!" Zian
Zian masuk ke dalam ruang kerja nya, dan melihat rekaman CCTV.
Zian melihat rekaman CCTV di dalam kamar, Ia melihat Trisna yang Duduk Di balkon kamar. Kemudian Trisna berlari ke luar. Tak berselang Lama, Zian melihat Trisna kembali ke kamar dengan baju yang depan nya telah robek. Trisna naik ke atas ranjang dan menangis pada bantal.
"Apa yang terjadi dengan nya?" Zian
Zian kemudian melihat Trisna yang mengganti baju nya dengan baju yang lebih tebal dan tertutup. Trisna membuka pintu kamar, dan ada James di depan pintu. James dan Trisna berbincang kemudian Trisna keluar dari kamar bersama James.
Zian yang penasaran melihat CCTV yang terjadi di luar saat baju Trisna terobek.
Dan betapa terkejutnya Zian melihat dirinya yang berusaha memaksakan kehendak nya pada Trisna di depan anak buah nya.
"Sial!" Zian
Zian mencari James di kamar nya. Zian membuka pintu kamar tanpa mengetuk. James yang sedang bermain ponsel terkejut dengan kedatangan Zian.
"Tu-tuan?" James segera berdiri
"Mana Trisna?" Zian
"Saya membawa nya ke rumah Alex" James
"Kau sudah gila?" Zian
"Iya tuan, sejak kecil saya sudah gila" James
"Sial! sekarang kita berangkat kesana. aku tidak mungkin menculik nya lagi" Zian
"Kau juga bodoh sekali! Aku menculik nya dengan banyak konsekuensi yang harus ku hadapi dan kau mengembalikan nya dengan senang hati!" Zian
"maaf tuan, Trisna harus dijauhkan dari anda" James
"Dia istri ku! bagaimana bisa kau memisahkan ku dengan nya?! Kalau udah disatukan author mana bisa cerai lagi " Zian
__ADS_1
"Dari mana tuan menghapal pasal itu?" James
"Dari author lah, kenapa kau malah banyak bertanya?!" Zian
"Maaf tuan, ayo berangkat" James
James dan Zian berangkat pagi ini ke Jakarta.
Sampai di depan pintu rumah Milik Alex.
Pintu di buka oleh Livi.
"Trisna tidak ada disini" Livi
"Bodoh" Zian
Zian mengeluarkan Pistol dari saku celananya. Livi berjalan mundur dan membiarkan Zian, James, dan beberapa bodyguard masuk ke dalam rumah.
Alex juga tidak bisa berbuat apa-apa. Zian masuk ke dalam kamar Trisna dengan mudah nya.
Pagi-pagi begini, Trisna masih tidur dengan nyenyak.
Zian masuk ke dalam dan melihat Trisna masih tidur.
Zian mendekati trisna dan membangunkan nya.
"Sayang" Zian
"Bangun Trisna, Udah siang. kamu gak sekolah?" Zian
Trisna bangun dan turun dari ranjang. Trisna melihat-lihat keadaan sekitar. ini bukan di kamarnya di bali.
Trisna yang sadar langsung melihat ke belakang nya.
"Daddy?" Trisna
"Pulang?" Zian
Trisna berdiri dan menjauh dari Zian
"Ayo pulang" Zian
__ADS_1
"Enak aja" Trisna
"Aku masih marah ya!" Trisna
"Oh ya? Gak malu kamu dirumah orang?" Zian
"Gak, ini rumah aku juga" Trisna
"Yaudah sih, Kalo kamu gak malu ditampung orang" Zian
"Rumah orang tua aku kok" Trisna
"Ya terserah" Zian
"yaudah, sana kamu pulang. Aku gak bakal mau lagi ketemu kamu! manusia gila" Trisna
"Sejak aku lahir aku memang sudah gila" Zian
"Terserah" Trisna
"Trisna udah deh, pulang sekarang" Zian
"Gak!" Trisna
Zian menarik tangan Trisna. dan keluar dari kamar.
"Manusia gila!" Trisna berusaha untuk melepaskan tangan nya dari pegangan Zian yang kuat.
Akhirnya tangan Trisna berhasil terlepas dari pegangan tangan Zian saat mereka berada di ruang tamu.
"Trisna, pulang yah. Aku minta maaf" Zian
"Aku gak mau pulang. Kamu udah jahatin aku, dirumah aku lagi" Trisna
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️