
Setelah selesai mandi, Trisna mengganti baju nya dan berjalan menuju arah meja belajar nya.
Trisna membuka buku pelajaran nya dan mulai belajar. Trisna terlihat serius saat sedang belajar dan menghapal materi nya.
Trisna membiarkan rambutnya yang panjang terurai.
Zian yang melihatnya berjalan ke belakang Trisna, dan mulai mengikat rambut Trisna menjadi satu.
Zian mengecup leher Trisna setelah selesai mengikat rambut Trisna.
"Besok hari natal dad, aku libur. kita kemana besok ya?" Trisna
"Jalan-jalan?" Zian
"Boleh, aku ingin bersenang-senang" Trisna
"Tentu saja, Semua milikmu" Zian
"Aku tadi terpilih sebagai ketua OSIS" Trisna
"Kau senang?" Zian
"Tentu saja" Trisna
"Disekolah ku dulu, Tidak ada siswa yang ingin menjadi Ketua OSIS. karna mereka merasa jika menjadi OSIS sama saja seperti menjadi babu. Dan ketua OSIS biasanya adalah anak yang polos, dan kutu buku" Zian
"Daddy sekolah dimana dulu? Dari mana kita bisa mengetahui jika seseorang itu adalah orang yang polos?" Trisna
"Di Amerika. Kita bisa tau dari Sifatnya" Zian
"Oh ya?" Trisna
"Iya" Zia
Setelah selesai belajar, Zian dan Trisna tidur bersama untuk menyambut hari besok yang merupakan hari perayaan natal.
__ADS_1
****
hari ini adalah hari perayaan Natal, yang dimana semua pelajar diliburkan.
"Tr-is-na" Ucap Zian
"Iya Daddy, aku Trisna" Trisna
"Ayo berangkat" James
Zian, trisna, dan James memasuki salah satu restoran mewah.
"Mau pesan apa?" Pelayan restoran
"Aku pesan Pizza dan jus jeruk" Trisna
"Aku sama, tapi jus nya jus alpukat" Zian
"Aku juga sama, tapi Jus nya jus strawberry" James
Pelayan itu masuk ke dapur.
"Tuan, wanita muda itu memesan jus jeruk" Pelayan
"Masukkan ini ke dalam minuman nya. Ini bukan racun, ini hanya akan membuat orang yang meminum nya akan buang air kecil" Ucap seorang pria yang memakai topeng.
"Baik tuan" pelayan restoran.
Pelayan itu menambahkan bubuk yang diberikan oleh pria itu ke dalam minuman Milik Trisna.
pelayan itu membawakan minuman nya kepada Trisna, James, dan Zian.
Trisna diberikan jus jeruk sesuai pesanan nya.
"Apa aku terlihat cantik?" Trisna
__ADS_1
"Tentu saja" James
"Oh ya, Hari ini kita akan kemana saja?" Trisna
"Ke rumah keluarga" Zian
Pria yang tadi memberikan bubuk ke dalam minuman Trisna membuka topeng nya.
"Lihat saja Zian, Sebentar lagi aku akan membuat orang yang kau cintai akan menjadi milikku" Erik
Tak berselang lama, Trisna akhirnya meminum minuman itu. Namun sepertinya baik-baik saja, tidak ada yang berubah. Dirinya masih terlihat sehat.
Namun beberapa menit kemudian Trisna merasa jika dirinya ingin buang air kecil di kamar mandi.
"Aku ke toilet dulu" Trisna
Trisna berjalan menuju toilet. Ia masuk ke toilet wanita dan buang air kecil.
Setelah itu Trisna akan kembali keluar. Namun saat itu juga. Erik masuk ke dalam toilet dan mengunci pintunya.
Erik menugaskan 3 orang pria menjaga didepan pintu dengan sebuah pistol dan memasang tanda jika toilet rusak.
Trisna terlihat ketakutan. Erik menghempit tubuh Trisna di wastafel.
"Trisna, Apa kau masih pera*wan?" Erik
"Tolong lepaskan aku, aku mohon" Trisna
"Kau tidak bisa lari dari ku" Erik
Erik menarik paksa rok pendek yang digunakan trisna. Trisna Berusaha untuk melepaskan diri dan berteriak minta tolong. namun semua usahanya terlihat sia-sia.
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️