
Setelah menelfon James. Zian masuk ke dalam kamar.
Dilihatnya trisna yang sedang berbaring di ranjang tapi tak menutup matanya.
Zian mendekati Trisna dan duduk disebelahnya.
Trisna bangun dan akan berlari. namun Zian menahan tangan Trisna.
"Tidur ya" Zian
Trisna berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman tangan Zian yang kuat.
"Trisna, kamu buat janji kan kemarin sama aku? kamu harus penuhin janji kamu" Zian
"Tidak!! aku benci sama kamu!! jahat!" Trisna
"aku jahat apa?" Zian
"Kau ingin memperk*sa ku kan?! jujur saja, semua laki-laki sama!! Jahat!!" Trisna
"Kamu udah gak perawan juga" Zian
"Lepas!! aku benci sama kamu!!" Trisna
Zian menarik tangan trisna dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
Zian naik ke atas ranjang. perlahan-lahan Zian memegang wajah trisna dengan lembut.
Plak!! Trisna mendapat wajah Zian.
"Ah" Zian
"Kau membuat ku bersemangat" Zian
"Aku akan membuat mu tidak melihat matahari terbit lagi jika kau berani macam-macam dengan ku!!" Trisna
"Aku memang tidak pernah melihat matahari terbit saat tidur dengan mu" Zian
__ADS_1
Zian mengecup bibir Trisna dengan lembut.
"Only you satisfy me" Bisik Zian
Dan Zian melakukan nya malam ini sepuasnya, sesukanya, dan selama yang dia ingin kan.
***
keesokan paginya, Trisna terbangun dari tidurnya. ini jam 8 pagi, Zian benar-benar tak melihat matahari terbit pagi ini.
Zian memeluk tubuh Trisna yang polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.
Trisna mendorong tubuh Zian dan berusaha lepas.
Merasa ada pergerakan, Zian tambah menguatkan pelukannya.
"Pria gila!! aku membenci mu hingga anak cucu mu!! Sial!!" Trisna
****
Siang harinya, Zian sudah siap dan akan pergi.
"Dimana orang itu?" Zian
"Di markas bawah tanah tuan" James
"Ayo berangkat sekarang, aku tidak sabar melihat wajahnya. bagaimana bonus nya? Apa kau sudah menculiknya juga?" Zian
"Sudah tuan" James
"bagus" Zian
Zian dan James masuk ke dalam mobil. Zian teringat pada Trisna.
"Tunggu sebentar" Zian
Zian turun dari mobil dan berlari menuju kamar.
__ADS_1
"Trisna" Zian
Trisna sedang menyisir rambut panjang nya yang basah di depan cermin.
Zian memeluk Trisna dari belakang dan menghirup aroma tubuh Trisna di lehernya.
"Aku menyukai semua tentang mu" Zian
"Maafkan aku telah mengizinkan mu pergi kemarin" Zian
Trisna diam saja. dia bingung harus berkata apa.
"Wajah mu terlalu polos, itulah kenapa preman itu mengincar mu karena mereka mengira jika kau Seorang pera*wan SMA" Zian
"Semua yang ada pada mu adalah milik ku, aku akan menghukum siapa saja yang menyentuhmu selain aku" Zian
"Bahkan hanya tangan mu saja aku tidak ikhlas" Zian
Zian mengecup pipi Trisna dan pergi.
Zian dan James pergi ke markas rahasia dan menemui preman-preman yang menggangu Trisna.
"Tuan, maafkan saya. saya tidak tau jika gadis kemarin adalah milikmu. wajahnya kelihatan seperti anak gadis polos" preman 1
"Iya tuan, maafkan kami. lagian kami juga belum melakukan apapun padanya" preman 2
"Belum melakukan apapun? Tapi kau menampar wajah nya, Menarik rambutnya, dan membuatnya jatuh tersungkur di jalanan!!" Zian
"maafkan kami tuan, tolong jangan bunuh kami" preman 2
"Tuan, tolong bebaskan kami" preman 1
-
-
-
__ADS_1
-
Happy reading all ❤️