Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
partner se*ks?


__ADS_3

"Tuan, tolong bebaskan kami" preman 1


"James, aku ingin memberikan bonus pada kedua preman ini" Zian


Dua orang wanita di seret masuk ke dalam ruangan tersebut. wanita itu ber-make up tebal dan sangat mon*tok. terlihat seperti wanita bar.


"Istriku!!" Ucap kedua preman itu bersamaan.


"Istri? kalian mengakui nya sebagai istri saat ini?!" Zian


"Tuan, dia istri kami. dia tidak bersalah" Preman 1


"Jika kau sudah punya istri, lalu kenapa masih ingin seorang gadis SMA?!" Zian


"kamu jahat mas! Gara-gara sikap murahan mu itu membuat ku menderita!!"


"James lakukan" Zian


Dua orang bawahan Zian masuk ke dalam ruangan. mereka berbadan besar dan hitam.


"Wanita ini milik kalian" James menunjuk dua


kamar yang berada di sudut ruangan.


"Sial!! jangan berani menyentuh istriku!!" preman 2


"Tuan, jangan ikutkan istri kami dalam masalah ini" Preman 1


"Tuan, kami mohon" Preman 2


Zian menembakkan peluru nya di masing-masing kedua tangan preman itu.


"Tangan mu yang kotor ini sudah berani menyentuh Trisna. maka aku akan memusnahkan tangan kalian!" Zian


Preman itu berteriak kesakitan.


Terdengar juga suara des*ahan dan teriakan dari dalam kamar. kedua orang bawahan Zian berhasil menggagahi istri dari preman-preman yang telah mengganggu Trisna.


"Ikat orang ini" Zian

__ADS_1


Dua orang pengawal mengambil tali dan mengikat kedua preman itu.


Zian dan James keluar dari ruangan.


***


Malam harinya, Zian dan James kembali ke rumah.


Zian masuk ke dalam kamar. Ia tidak mendapati Trisna di kamarnya.


"Trisna!" Zian


Zian keluar, ia mencari Trisna.


"James! dimana Trisna?" Zian


"Saya juga tidak melihatnya tuan" James


"Kau cari dia sampai dapat" Zian


Zian menuju ke ruang kerja nya, ia juga tidak melihat Trisna di sana.


Zian dan James mencari di seluruh ruangan, namun tak melihat trisna.


Zian membuka pintunya, namun sepertinya terkunci dari dalam.


"Trisna! apa kau di dalam?" Zian


Tak ada jawaban dari dalam.


"Trisna, buka pintu nya. kau ada di dalam kan" Zian


Trisna membuka pintu.


"Apa yang kau lakukan di kamar ini?" Zian


"Ini kamar baru ku" Trisna


"Kau gila?" Zian

__ADS_1


"Ia" Trisna


Zian mencoba lebih bersabar.


"Kembali ke kamar" Zian


"Tidak, kau tidak berhak atas ku" Trisna


"aku tidak butuh izin dari mu untuk melakukan apapun pada dirimu" Zian


"aku bukan tawanan mu yang bisa kau perlakukan seenak nya" Trisna


"Aku bahkan membunuh siapapun meskipun mereka bukan tawanan ku" Zian


"Oh ya? jadi kau ingin membunuh ku?" Trisna


"Aku bisa saja membunuh mu sekarang" Zian


"Jika kau berani menyentuh ku sedikit saja, aku tidak akan mengampuni mu" Trisna


"Kau tak lebih hanya seorang partner se*ks tanpa pengaman bagi ku. Jadi jangan banyak bicara" Zian


"Daddy, kenapa kau bicara seperti itu?!" Trisna


"Daddy? Aku bukan ayah mu" Zian


Mata indah yang sedari tadi di tatap tajam oleh Zian mulai berkaca-kaca.


Zian tak bisa melihat mata itu berkaca-kaca. Zian dengan cepat memeluk tubuh sang pemilik mata sebelum ia melihat mata itu meneteskan air matanya.


"Maafkan aku" Zian


"Daddy, kau tega sekali mengatakan jika aku hanya seorang partner se*ks bagi mu. hiks hiks" Trisna


"tidak, itu tidak benar" Zian


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️


__ADS_2