
Pagi ini, Trisna berangkat ke sekolah bersama James.
Sesampainya disekolah. Trisna Bertemu dengan Dita sahabat nya.
"Trisna, Apa kau tau Maya? Ketua kelas kita" Dita
"Iya aku kenal" Trisna
"Dia hamil, Di luar nikah" Dita
"Apa?! Hamil? kok bisa?" Trisna
"Rangga telah menghamilinya. Guru di sekolah telah mengeluarkan nya dari sekolah. Sebentar akan ada pemilihan ketua kelas baru" Dita
"Apa itu sebab nya Daddy melarang ku berteman dengan pria?" Batin Trisna
"Ah benarkah? Kasian sekali dia. Apa orang berteman juga bisa hamil?" Trisna
"Otak mu polos sekali Trisna. Mereka telah melakukan hal yang tidak-tidak di luar sekolah dan itu lah mengapa Maya hamil" Dita
"Aku tidak tau apa yang mereka lakukan hingga bisa hamil. Tapi yang jelas aku tidak mau hamil" Trisna
"Kau sungguh tidak tau? Berapa usia mu sebenarnya?!" Dita
"17 tahun" Trisna
"Apa kau mau menonton film di rumah ku sebentar?" Dita
"Film apa?" Trisna
"Kau datang saja" Dita
"Baiklah aku akan datang jika di izinkan" Trisna
"Tentu saja" Dita
*****
Sepulang sekolah. James menjemput Trisna.
"Bagaimana sekolah mu?" James
"Tadi dikelas ada pemilihan ketua kelas baru. Ketua kelas ku yang lama hamil dan sekarang telah di keluarkan dari sekolah untuk menjaga nama baik sekolah" Trisna
"Hamil? mengapa anak kecil bisa hamil?" James
__ADS_1
"Dia juga wanita dan bisa hamil" Trisna
"Kau jangan sampai terlibat dalam pergaulan bebas seperti itu" James
"Jangan mengikuti Daddy mu yang suka menghamili wanita tanpa menikahinya" Lanjut James
"Apa?! Kenapa Daddy melakukan itu? Dia sudah gila. aku akan menyuruhnya bertanggung jawab" Trisna
"Kenapa semua wanita yang melebihi 100 orang?" James
"Oh ya tuhan, mengapa Daddy sejahat itu?!" Trisna
****
Sesampainya dirumah. Trisna yang belum mengganti baju sekolah nya langsung menuju ke arah ruangan Gym tempat Zian berolahraga.
Zian saat ini sedang bertel*anjang dada Dengan keringan yang bercucuran membasahi tubuhnya yang penuh dengan Roti sobek yang menggoda.
"Daddy!" Trisna
Zian terkejut mendengar suara itu.
"Ada apa?" Zian
"Daddy, Paman James bilang kau suka menghamili wanita?!" Trisna
"tapi tetap saja, kasian sekali hidup mereka jika harus hamil karna ulah mu" Trisna
"Mereka tidak hamil. Aku menggunakan pengaman" Zian
"Pengaman? Apa itu? Aku bingung dengan semua ini. Bagaimana caranya kau menghamili wanita? Dan pengaman? Bagaimana cara memakainya?" Trisna
"Anak ini, ku kira kau paham" Zian
"Apa mau ku contoh kan cara menghamili wanita?" Zian
"Tidak! Jangan pada ku. Bagaimana jika aku hamil?" Trisna
"Bukan kah kau sudah pernah melakukannya?" Zian
"Aku tidak pernah berbuat hamil. Aku hanya akan hamil nya nanti jika aku menikah" Trisna
"Namun sayang nya Kau bisa hamil sekarang" Zian
"Bagaimana bisa?! Daddy jangan menakuti ku" Trisna
__ADS_1
Zian mendekat pada Trisna.
Menarik Celana da*lam putih dari dalam rok Trisna turun kebawah.
Zian membuka resleting Celana dan mengeluarkan Juniornya yang sudah siap menggempur.
Zian memasukkan dengan pelan namun sangat memaksa.
"Ah" Trisna
Zian mencium leher trisna.
"Dengan melakukan ini, kau bisa hamil" Zian
Zian mempercepat tempo permainan nya. Dan membuat Trisna mematung.
"Ini? Apakah ini maksud semuanya? Apa dengan melakukan hal ini Dia akan hamil?" Batin Trisna
"Ah, Ahh, Ahh, Daddy pelan-pelan Auhh" Trisna
Zian terus bermain dengan kencang.
"Ahh, Ahhh" Zian
Tubuh trisna bergetar hebat.
Zian sangat pandai memuaskan wanita.
"Daddy, Sakit" Trisna
Zian terus melakukan nya hingga 2 jam.
Dan setelah itu ia melepaskan Trisna yang sudah sangat lemas dan tak punya tenaga.
Zian memakaikan kembali celana dal*am Trisna dan mengantarnya ke dalam kamar.
Trisna tertidur pulas akibat kelelahan.
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️