Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Ketakutan


__ADS_3

"Baiklah, Kau jangan menangis ya. Kami tidak akan melukai mu" James


Trisna mengangguk.


"Trisna, Mulai saat ini. kau bisa memanggilku Paman. dan Pria yang sedang menyetir mobil ini bisa kau panggil dia dengan sebutan Daddy" James


"James! kau gila" Zian


Trisna kembali terisak sangat mendengar Bentakan Zein yang keras.


"Trisna, tidak usah takut. dia tidak marah" James


"Sial!" Zian memegang kening nya.


Sesampainya di Markas pribadi milik Zian. Mereka Bertiga turun dari mobil.


"James! kau bawa anak itu ke kamar ku" Zian


"Tuan! Dia masih anak-anak. kau tak bisa melakukan nya dengan anak kecil!!" James


"Berisik Sialan! Hentikan pikiran kotor mu itu, Aku tidak kekurangan wanita hingga menjadikan dia budak **** ku!" Zian


"lalu apa?" James


"Biarkan dia tidur di sana. aku akan tidur di ruangan kerja" Zian


"Baik tuan" James


James membawa Trisna masuk ke dalam kamar Zian.


Ruangan dengan tembok berwarna abu-abu gelap dan tampak menyeramkan.


"Trisna, Ini kamar mu. Tidur lah" James.


"Paman, Apa aku boleh bertemu ibu ku?" Trisna


"Trisna, Ibu mu akan datang mencari mu. Jika dia tidak datang, berarti dia tidak menyayangi mu" James


Trisna mengangguk.


dan naik keatas ranjang kasur itu dan mulai menutup matanya.

__ADS_1


****


Keesokan harinya. Trisna terbangun dari tidurnya. Ia bangun dan melihat sekelilingnya.


"Ternyata ini sungguhan. padahal ku kira hanya mimpi" Trisna.


"Tidak ada mimpi dirumah ini" Zian datang


Trisna terkejut melihat Kedatangan Zian yang masuk kedalam kamar.


Trisna melangkah mundur.


Tiba-tiba saja James datang dan ikut masuk. Trisna berlari dan memeluk James yang baru saja masuk.


"Trisna, jangan takut padanya. Dia Daddy mu mulai saat ini" James


"Daddy sangat menakutkan kan paman Hiks hiks hiks" Trisna


"Tidak Trisna, dia tidak menakutkan" James


"Ayo kita makan" James


James mengajak Trisna untuk makan. Mereka berdua pergi ke meja makan dan mulai makan.


"Apa aku boleh memakan semuanya?" Tanya trisna polos


"Tentu saja" James


Zian yang baru saja selesai mandi, Keluar dari kamar dan ikut bergabung.


Ia melihat Trisna dan James sedang asik menikmati makanan.


Tiba-tiba seseorang datang.


"Selamat pagi tuan. Dia sudah di temukan"


"Bawa dia kesini!" Zian


Dua orang berbadan besar dan berkulit hitam menyeret seseorang masuk menghadap Zian.


Zian berdiri dan menendang wajah orang itu hingga mengeluarkan Darah.

__ADS_1


Trisna yang melihatnya menjadi ketakutan.


"Siapa yang menyuruhmu?!" Zian


"Jawab!!!" Zian


"Ampuni saya tuan, saya tidak berani" Jawab orang itu memohon di kaki Zian.


"Brengsek!" Zian


Zian kembali menendang wajah orang itu dan membuat darah mengalir di hidung orang itu.


Zian menarik sebuah pistol dari saku celananya.


"Richard, Richard yang menyuruh saya"


Dan detik kemudian, Zian melepaskan peluru di pistolnya.


Trisna yang ketakutan memeluk James dan menangis meronta-ronta ingin dibawa pergi dari tempat itu.


"Diam!!" Zian melotot pada Trisna


Trisna menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan James.


James membawa Trisna pergi.


James membawa Trisna kembali ke kamarnya.


Dan mengunci pintu Agar Trisna tak bisa keluar.


James kembali kepada Zian.


"James! Aku cari tahu tentang Richard. dia sudah berani padaku" Zian


"Baik tuan" James.


"Jangan biarkan tikus itu lari dari ku" Zian


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2