Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Mengunjungi mansion daddy


__ADS_3

Hari-hari dijalani Trisna bagaikan seorang tawanan di dalam istana seorang raja.


Hingga tak terasa waktu berjalan sangat cepat tanpa disadari. Trisna sudah lulus SMA dan melanjutkan pendidikannya di negara Italy. saat ini Trisna berumur 21 tahun.


Trisna Tinggal dirumah mewah milik Zian untuk menyembunyikan Trisna dari musuh Zian. Sedangkan Zian berada di istana kejahatan nya di italy.


Zian akan pergi ke rumah mewah tempat Trisna tinggal pada saat malam hari.


Tapi Sore ini, Trisna berniat untuk mengunjungi Zian di mansion nya karna sudah 2 Minggu Zian tak pernah datang.


Trisna menjadi lebih Cantik dengan polesan make up yang tipis diwajah nya. meskipun Zian lebih menyukai dirinya tanpa ada polesan make up sedikit pun padanya.


Trisna pergi diantar oleh Supir pribadinya menuju mansion mewah milik Zian.


Dari depan rumah Sudah nampak kemewahan yang dimiliki Zian dengan terparkir nya banyak mobil mewah di halaman depan rumah



Saat memasuki garasi mobil. Terdapat banyak mobil mewah milik Zian.


Zian merupakan seorang mafia yang suka mengoleksi mobil bukan wanita.



Trisna masuk ke dalam rumah dengan berjalan santai.


Ia melihat Zian yang sedang bersama James dan anak buah mereka.


"Selamat sore" Trisna


Anak buah mereka pergi saat Trisna datang dengan baju hitam dan celana hitam pendek.


Trisna mulai menyukai warna hitam karna semua orang disekelilingnya selalu memakai warna hitam. Seperti tidak ada warna lain.


Zian menarik tangan Trisna dan masuk ke dalam kamar yang sangat elegan milik seorang mafia.

__ADS_1



"Tuan, aku masih gadis. Tolong jangan lakukan apapun padaku" Trisna


Zian menghempit tubuh Trisna di atas sofa karna sudah tidak tahan.


"Jangan bertingkah layaknya seorang wanita polos" Zian


"Hahaha" Trisna


"aku masih pera*wan tuan. Ibuku mencari ku, aku harus pulang" Trisna


"Rumah mu disini sayang, Tugas mu hanya melayani ku saja" Zian


Zian mengangkat tubuh trisna dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang kasur yang empuk miliknya.


Zian mulai melucuti celana nya dan mengeluarkan junior nya yang sedang berdiri tegak.


"Daddy, kenapa kau tidak datang selama 2 Minggu?" Trisna


"Kau mau mencoba nya?" Zian


"Tidak" Trisna


Zian menancapkan juniornya ke dalam sarang kenikmatan itu.


"Aahhh" Trisna


Zian sangat tergila-gila dengan suara des*ahan yang semakin dewasa terdengar. Tidak seperti dulu Trisna yang masih ragu-ragu untuk mengeluarkan suaranya dan hanya bisa menahan sakitnya.


Kedua tangan trisna berada diatas kepala nya dan ditahan oleh tangan zian.


"Daddy sakit" Trisna


Zian tak suka banyak bicara saat sedang ber*cinta. Ia fokus menikmati santapan di hadapan nya.

__ADS_1


****


Malam harinya, Zian baru menyelesaikan aktivitas nya saat akan jam makan malam.


Zian menyudahi nya dengan mengecup kening milik Trisna dengan lembut.


Zian masuk ke kamar mandi meninggalkan Trisna yang terbaring lemas diatas ranjang. Trisna sudah biasa kehabisan tenaga saat berbaring di ranjang.


Setelah mandi, Zian mendekati Trisna dan duduk di sebelah trisna.


"Lelah?" Zian


"Mau mandi?" Zian


Trisna mengangguk. Zian mengangkat tubuh trisna dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


Zian menurunkan Trisna di dalam bathtub dan menyalakan air hangat.


Zian begitu menyayangi trisna bagaimana pun kondisinya.


"Siapa yang menyuruh mu pakai make up setebal ini?" Zian


"Maaf" Ucap trisna dengan suara yang lemas.


"Tapi ini tidak tebal" Trisna


"Jangan dipakai lagi" Zian


Trisna mengangguk.


-


-


Happy reading all ❤️

__ADS_1


__ADS_2