Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
4 Tahun kemudian


__ADS_3

Di malam harinya. James masuk ke dalam kamar Trisna.


"Trisna, Apa yang kau lakukan?" James


"Aku hanya menggambar" Trisna


James melihat Trisna menggambar sebuah bunga di buku gambar nya.


"Ini bagus, Apa kau berbelanja banyak tadi?" James


"Ia paman" Trisna


James melihat jika rambut Trisna telah pendek.


"Apa Daddy mengajak mu potong rambut?" Trisna


"Ia, apa aku terlihat cantik dengan rambut ini?" Trisna


"Tentu saja" James


"Ayo kita makan" James


Trisna mengangguk dan mengikuti James untuk segera makan.


"Di mana Daddy?" Tanya James


"Aku tidak tau" Trisna


"Oo baiklah" James


Trisna dan James makan dengan lahap nya.


****


4 Tahun kemudian. Trisna berusia 12 tahun sekarang dan duduk di bangku SMP.


Kasus tentang hilang nya Trisna Sudah di abaikan oleh semua orang. Karena itu sudah sangat lama sekali. Kedua orang tua Trisna juga sudah putus asa.

__ADS_1


Trisna semakin terbiasa dengan keadaan ini. Dimana ia di larang untuk mencari orang tua nya. dan dikurung dalam rumah Zian.


Trisna masuk disebuah sekolah dengan Nama Trisna sana tanpa ada Ayah nya lagi.


Zian menyekolahkan Trisna namun tetap dalam pengawasan ketat.


Pagi ini, Trisna bersiap-siap untuk berangkat Sekolah.


"Paman ayo cepat" Trisna


Trisna mengetuk-ngetuk pintu kamar James.


"Tunggu aku di mobil" James


Trisna patuh dan berjalan ke mobil. Trisna melihat Zian yang sedang minum kopi dengan sebuah koran di tangan nya.


Trisna menghampiri nya.


"Selamat pagi Daddy" Trisna


Zian diam Saja karna memang sifat nya yang dingin dan kejam.


Zian diam saja dan tak menganggap semua yang di katakan Trisna. Karena Masih 2 tahun lagi Trisna akan masuk SMA.


"Daddy Ayolah, kau cuek sekali. mana ada wanita yang akan menyukai mu jika kau tidak mau bicara" Trisna


"Aku tidak suka dengan wanita" Zian


"Kalau begitu pulang kan aku kerumah orang tua ku karna kau tidak menyukai wanita dan aku adalah wanita" Trisna


Zian menatap Trisna dengan tatapan nya yang kejam.


"Daddy aku hanya bercanda. Jangan melihat ku seperti itu" Trisna menutup matanya.


"Orang tua mu bahkan tidak mencari mu lagi dan kau masih berharap" Zian


"Boleh aku pinjam ponsel mu?" Trisna

__ADS_1


Zian tak menjawab. Trisna melihat ponsel Zian yang terletak di atas meja yang berada di sebelah Zian.


Trisna mengambil nya.


"Ini pakai sidik Jari" Trisna


Trisna menarik tangan Zian dan membuka pengamanan di ponsel Zian dengan menggunakan sidik jari milik Zian.


Trisna membuka Kamera ponsel dan berfoto di pagi hari dengan seragam SMP nya.


"Aku sangat cantik di kamera" Trisna memuji dirinya sendiri.


"Daddy aku akan memasang kata sandi di ponsel mu ya supaya aku tidak perlu repot-repot mengambil sidik jari mu" Trisna


Trisna memasang kata sandi dan kata sandi nya adalah Trisna.


"Daddy, kata sandi nya adalah Trisna" Ucap Trisna bangga


Trisna duduk dipangkuan Zian dengan posisi menghadap pada Zian.


Namun Zian seakan-akan tak peduli apapun yang Trisna lakukan. selagi Trisna tidak berniat kabur dari nya.


James yang baru saja Siap keluar dan melihat Trisna yang berada di pangkuan Zian yang sangat in*tim.


"Apa yang kalian lakukan?" James


"Paman kau lama sekali" Trisna


Trisna turun dari pangkuan Zian dan segera masuk ke dalam mobil.


"Paman, jika guru ku disekolah marah karna aku telat, maka aku akan menyebut diri mu yang bertanggung jawab karna kau yang mengantar ku pagi ini" Trisna


"Lapor saja" James


-


-

__ADS_1


Happy reading all ❤️


__ADS_2