
Pagi ini, James dan Trisna berangkat ke sekolah.
"Trisna, apa kau pernah berpikir tentang masa depan mu?" James
"Sering" Trisna
"Apa yang kau pikirkan tentang masa depan mu?" James
"Aku akan menjadi seorang atlet bulu tangkis, Menikah, memiliki anak dan hidup bahagia" Trisna
"Bagaimana jika kau lebih deluan memiliki anak sebelum kau mencapai cita-cita mu?" James
"Tidak mungkin, aku belum menikah" Trisna
"Tapi kau sering berhubungan layaknya orang menikah" James
"Aku harus apa paman? apa aku bisa menolak Daddy? sebenarnya aku bisa, tapi itu mungkin. Daddy melakukan nya tanpa izin dari ku! aku selalu berdoa agar tidak memiliki anak, dan benar saja aku belum hamil hingga saat ini. Orang sudah menikah saja baru sekali sudah langsung hamil. Sedangkan aku bukan sekali, tapi berkali-kali dan aku belum hamil!" Trisna
"Kau tidak ingin hamil kan? aku akan memberikan mu obat pencegah kehamilan. Aku tidak ingin menghancurkan masa depan mu, sedangkan Zian ingin menghancurkan masa depan mu!" James
"Bagaimana jika Daddy tau aku minum obat itu?" Trisna
"Dia tidak tau, kau berpura-pura saja seakan-akan tidak terjadi apa-apa" James
"Aku takut paman, Aku bisa saja dibunuh" Trisna
"Dia tidak akan membunuhmu! Kau anak kecil yang ia jaga. Apa kau tau betapa liarnya Zian saat membunuh preman-preman itu?!" James
"Kau percaya saja padaku, aku tidak berniat jahat padamu" James
Trisna mengangguk dengan ragu.
Sesampainya disekolah, Trisna menuju kantor.
__ADS_1
"Selamat pagi buk" Trisna
"Pagi, Kau sudah datang. sebaiknya kita segera berangkat" ucap guru olahraga
Trisna dan guru olahraga, pelatih badminton, dan kepala sekolah berangkat.
ke sekolah tetangga.
Mereka disambut baik dan duduk di tempat yang telah disediakan.
Pertandingan di mulai.
"Baiklah, Sekarang kita undang Perseta kita yaitu Restuti dan Trisnayanti yang mewakili dari masing-masing sekolah mereka"
Trisna masuk ke lapangan yang telah di sediakan.
Trisna terlihat tidak fokus. Poin nya sudah Ketinggalan jauh (Restuti : 11, Trisnayanti : 3).
Trisna tidak fokus dan sulit memahami kelemahan lawan nya.
Saat istirahat, Pelatih mendatangi Trisna yang sedang minum.
"Dia tau kelemahan mu, jangan terlalu sering melakukan smash. Jika dia berada jauh dari net, maka lakukan teknik netting. jangan smash" Pelatih
Trisna kembali masuk ke lapangan. Ia berusaha fokus pada pertandingan nya.
Namun Trisna tetap saja tidak bisa mengendalikan permainan. Emosi nya tidak stabil.
Hingga Trisna kembali tidak fokus dan terus tertinggal (Restuti : 18, Trisnayanti : 10)
Saat istirahat. Trisna sudah menghabiskan 2 botol air minum.
"Trisna, kau tertinggal jauh. Jika ingin mengendalikan permainan, maka kau harus bisa mengontrol emosi mu" Pelatih
__ADS_1
"Maaf, saya tidak fokus" Trisna
"Permisi, Ini ada kiriman bunga buat Trisnayanti" Seorang kurir
"Saya pak" Trisna
Trisna mengambil bunga itu, dan di dalam nya ada selembar surat.
"Semangat pertandingan nya ❤️❤️" Isi surat
Trisna tersenyum, ia seperti mendapat semangatnya lagi.
Trisna meninggalkan bunga nya di dekat tas nya dan masuk ke dalam lapangan.
Trisna mengejar poin yang tertinggal hingga bisa mencapai 18:18
Dan meskipun pada akhirnya Trisna kalah satu poin (21:20) tapi para juri bangga dengan usaha Trisna untuk mengejar nilai.
****
Sepulang bertanding, Trisna terus memikirkan kata-kata James.
Hingga seharian pulang sekolah Trisna hanya diam di kamarnya tanpa melakukan apapun.
-
-
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1