Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Mengantuk


__ADS_3

Sekitar jam setengah 7 malam, trisna baru saja bangun dari tidur nya. tubuhnya terasa remuk seperti telah dipatahkan.


ia melihat sekelilingnya, ruangan yang sama saat Zian menggendong nya masuk kedalam kamar yang menyeramkan dan penuh dengan peralatan benda tajam.


Namun yang berbeda, Tubuhnya benar-benar memakai baju dan celana berbahan lembut yang tebal. Tubuhnya benar-benar tertutup hanya telapak tangan dan kaki saja yang tidak.


Trisna berdiri meskipun rasa perih diarea kewanitaannya terasa sakit.


Ia harus pulang segera, tugas dari kampus nya belum sempat ia kerjakan.


Besok harus dikumpul dan ia belum mengetik apapun di laptop nya.


Trisna membuka pintu, Nampak lah ruangan kantor Zian yang luas. Disana juga ada zian dan James yang berdiri berhadapan.


Zian nampak menjelaskan sesuatu pada James melalu tablet yang ia pegang.


Zian tak sengaja menoleh dan melihat Trisna yang baru saja bangun. James juga melihat Trisna.


Trisna merasa gugup melihat tatapan Zian. Hatinya masih saja dipenuhi kegelisahan yang besar saat melihat tatapan mata yang tajam milik Zian.


Trisna berjalan pelan sambil menunduk dan pergi ke belakang badan James.


"Paman" Ucap Trisna pelan seperti berbisik dari belakang James


"Aku ingin pulang" Trisna


Zian masih memperhatikan tingkah laku Trisna yang menyembunyikan tubuhnya di belakang James.


"Tuan, saya akan mengantar Trisna pulang" James


"Tidak perlu dia akan pulang bersama ku" Zian

__ADS_1


Ucapan Zian membuat jantung Trisna berdetak kencang. Tubuhnya kembali menjadi dingin.


"Saya permisi dulu" James


James berjalan, Trisna ikut di belakang James.


Bagaimana pun caranya ia harus ikut keluar bersama James.


"Trisna, Kau mau kemana?" Zian


Trisna menoleh pada zian.


"A-aku, tidak ada" Trisna


"Kau tetap disini" Zian


James keluar dan Trisna duduk di sofa yang ada didalam ruangan Zian.


Zian mengangkat tubuh Trisna, dan menggendongnya nya melalui lift pribadi Zian dan langsung tembus di lantai satu yang berada di garasi mobil pribadi untuk Zian.


Zian masuk kedalam mobil, Ia menggendong tubuh trisna yang tertidur pulas di dalam gendongan Zian.


"Kita ke restoran tempat biasa" Zian


Di dalam mobil, Trisna masih tertidur nyenyak.


Rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya.


Meskipun zian masih saja menyimpan dendam setiap kali melihat wajah itu zian selalu mengingat bagaimana Reyhan mengecup wajah itu. Namun Zian tak bisa membohongi dirinya jika ia sangat suka melihat wajah Trisna yang begitu alami. Trisna tidak secantik kebanyakan wanita lain nya. tubuhnya tidak se*xi dan menggoda bak gitar spanyol. Namun di balik semua itu, Trisna memiliki hati yang tulus.


Saat sampai di restoran tempat biasa Zian makan. Zian membangunkan Trisna.

__ADS_1


"Trisna bangun, makan dulu" Zian


Trisna perlahan-lahan membuka matanya.


"Besok saja" Trisna kembali mencari posisi nyaman dalam gendongan Zian.


"Kamu belum makan dari tadi, makan dulu. Nanti dirumah lanjut lagi tidurnya" Zian


Trisna akhirnya bangun, Zian turun dan membuka pintu untuk Trisna. Zian masuk ke dalam restoran dengan diikuti Trisna dibelakangnya.


"Zian, sudah lama sekali kau tidak berkunjung kesini. Oh ya? dimana James? aku sangat merindukan wajah nya" Ucap Carin pemilik restoran dan merupakan teman Zian dan James. Carin masih muda namun sudah menjadi wanita karir yang sukses.


Trisna, yang masih setengah sadar tiba-tiba duduk di kursi depan Zian dan tertidur dimeja dengan tangan nya yang di jadikan bantal.


"Maaf nona, anda siapa? bisa cari tempat lain yang kosong?" Carin


Trisna tak menghiraukan ucapan Carin.


"Maaf Zian, seperti nya dia tidur" Carin


"Dia bersama ku" Zian


"Apa? aku gak salah dengar nih? Kamu sama gadis remaja ini?" Ucap Carin keheranan


-


-


-


-

__ADS_1


Happy reading all ❤️


__ADS_2