
Dua orang pria berbaju hitam masuk dan mengangkat mayat pelayan itu. kemudian datang seorang pelayan wanita yang membersihkan darah mayat itu dan tumpahan minuman.
"Trisna, setelah melihat pembunuhan orang yang tak bersalah di hadapan mu, apa kau masih yakin dengan Zian?! Dia pria jahat" Livi
"Ibu, Ayah juga seorang pembunuh bukan? Bagaimana ibu bisa hidup dan setia dengan seorang penjahat?" Trisna
"Pffffttttttt ah ahahaha" Zian tertawa puas mendengar jawaban Trisna. Dia benar-benar telah mengerti rencana Zian dengan baik. namun Trisna melakukan nya dengan cara halus dan tidak ingin menyakiti siapapun.
"Trisna, ini berbeda sayang. Ayah mu sudah berubah sejak mengenal ibu" Livi
"Ibu benar, ini berbeda. Aku dan Zian hanya sebatas Daddy dan seorang putri. Ibu dan ayah adalah pasangan suami istri" Trisna
"Sungguh aku menyayangi ibu dan ayah. Aku mencintai kalian berdua, aku selalu merindukan kalian. Tapi karna kesalahan kalian di masa lalu membuat ku terpenjara disini" Trisna
"Maka dari itu Trisna, ayah dan ibu datang kesini untuk mengeluarkan mu dari penjara ini" Alex
"Trisna tidak akan kemana-mana" Zian
"Ibu dan ayah bisa menginap disini sebelum pulang besok. anggap saja rumah sendiri" Trisna tersenyum.
"Trisna, apa yang salah dengan mu?" Zian
"Sekali ini saja Daddy, lupakan masalah diantara kalian. Menjadi Keluarga yang berbahagia itu sangat indah" Trisna
"Jangan bicara omong kosong di hadapan ku" Zian
"Daddy aku mohon yah" Trisna
"Trisna, Aku bahkan tidak Sudi menginjakkan kaki ku di rumah ini!" Alex
"Tapi kau sudah menginjak nya" James
Richard berbisik sesuatu pada Alex.
"Tuan, lebih baik sekarang kita menginap disini. Dengan itu kita akan lebih mudah mencari tau dan menggali informasi penting. aku punya rencana" Bisik Richard di telinga Alex.
Alex mengangguk.
"Aku akan menginap dirumah ini" Alex
__ADS_1
"Anda tidak bisa memutuskan apapun dirumah ini" James
"Biarkan saja James, kasian Trisna" Zian
"Masuklah ayah, ibu, dan anda" Trisna tidak mengenali Richard
"nama ku Richard" Richard
Trisna hanya mengangguk.
Zian merangkul pinggang trisna masuk ke dalam rumah.
Sungguh Alex membenci pemandangan di depan nya. Begitu juga dengan Livi.
1 orang pelayan mengantar Alex dan Livi ke kamarnya dan 1 orang pelayan lain mengantar Richard di kamarnya.
Zian mengantar Trisna ke kamarnya.
"Ini siang, kau harus tidur" Zian
"Iya" Trisna
"James, Pasang CCTV di setiap sudut ruangan dirumah ini" Zian
"Baik tuan" James
"Apa kita harus memasang di kamar Alex dan istrinya? bagaimana jika mereka melakukan hubungan suami istri?" James
"Tidak usah memasang kamera Di sana. Pasang saja penyadap suara, Pastikan kita mendengar setiap perkataan mereka" Zian
"Begitu juga di kamar Richard sialan itu"Zian
"Baik tuan" James
James keluar dari ruangan itu, Dia mulai menjalankan tugasnya dengan baik. Semua sedang berada di kamar masing-masing. James melancarkan aksinya tanpa ada gangguan.
***
Di sore harinya, Trisna bangun dari tidur siang nya.
__ADS_1
Ia segera mandi dan membersihkan dirinya dengan baik. Trisna mengganti baju nya setelah selesai mandi.
Setelah itu. Trisna mengerjakan tugas nya saat ia ketinggalan pelajaran selama beberapa hari karena dirinya berada di Bandung.
setelah beberapa jam berkutat dengan laptopnya dan buku pelajaran. Akhirnya trisna bisa menyelesaikan tugasnya.
"Selesai juga" Trisna
Zian masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.
Zian langsung berbaring dengan tangan terlentang di ranjang kasur.
"Daddy dari mana?" Trisna
"Kantor" Zian
"Istirahat saja Daddy, aku akan ke dapur" Trisna
Trisna keluar dari kamarnya. ia berjalan ke dapur. Ia mengambil 2 minuman segar di kulkas.
Livi datang dan mendekati Trisna.
"Trisna, Kau sangat cantik nak" Livi
"Ibu, aku mirip dengan ibu. tentu saja aku cantik" Trisna
"Apa yang kau lakukan didapur?" Livi
"Aku mengambil minuman untuk Daddy. dia baru saja pulang dari kantor" Trisna
"Trisna, Ibu menyesal. Andai saja saat itu kau tidak di culik. Pasti Keluarga kita tidak akan mengalami semua ini" Livi
-
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1