
Keesokan harinya, Trisna Zian dan James kembali ke Bali.
Sesampainya disana. Trisna langsung tertidur karena lelah.
"Trisna" Zian
"Aku sedang tidur. jangan ganggu dulu" Trisna
"Seseorang mencari mu di depan" Zian
Trisna membuka matanya.
"James bilang namanya Kadek Dita" Zian
"oh itu teman ku" Trisna bangun dan segera pergi menemui teman nya di bawah.
"Dita, Ada apa? Ayo masuk" Trisna
"Bagaimana olimpiade mu? Aku tidak menggangu kan?" Dita
"Olimpiade ku berjalan lancar, terimakasih telah berkunjung" Trisna
"Iya sama-sama. Aku membawa ini untuk mu, Ini dari Andika" Dita memberikan sebuah kotak hadiah untuk Trisna
"Sampaikan terimakasih ku pada nya" Trisna
"baiklah, kalau begitu aku akan pulang sekarang" Dita
"Kau tidak minum dulu?" Trisna
"Tidak usah, Aku akan pulang sekarang" Dita
"Baiklah, hati-hati di jalan" Trisna
Trisna kembali ke kamar nya.
"Hadiah dari siapa itu?" Zian
__ADS_1
"Andika, teman ku" Trisna
Zian mengambil nya dan membuka nya.
isinya adalah sebuah coklat dan pesan singkat yang di tulis di sebuah kertas yang bertuliskan 'Trisna, Apa kau mengingat ku? Aku Andika yang duduk tepat di belakang mu, Semoga kau suka coklat nya'.
Zian membuang nya di lantai.
"Tidak ada teman pria" Zian
"Tapi Daddy" Trisna
"Oke baiklah, aku tidak ingin berdebat" Lanjut trisna
****
Malam harinya, Trisna keluar dari kamarnya dan akan makan malam.
Sesudah makan Trisna ingin ikut Zian ke kamar nya.
Zian tak menjawab apapun. Zian diam saja bagaikan tak peduli.
Zian masuk ke dalam kamarnya. Trisna mengikuti Zian masuk ke kamar.
"Daddy, Aku ingin bertanya tentang pembahasan kita yang belum selesai dari dulu" Trisna
"Kapan aku hampir mengucapkan Zian ku mohon hentikan" Trisna
"Kenapa memang nya? Kau ingin berkata seperti itu?" Zian
"Aku tidak mau, Karena aku tau kau pasti menampar ku berkali-kali saat itu sampai aku memohon untuk berhenti" Ucap Trisna polos
Zian duduk di Ranjang kasur nya dengan sebuah laptop di pangkuan nya.
Trisna naik ke atas ranjang yang sama dengan Zian dan baring di sebelah Zian.
"Daddy, aku ingin menikah suatu saat nanti" Trisna
__ADS_1
Zian terkejut mendengar ucapan Trisna.
"Menikah? Apa yang kau katakan?" Zian
"Aku ingin menikah dan punya banyak anak" Trisna
"Anak? Itu hanya akan merepotkan" Zian
"Aku tidak sabar menikah seperti orang lain nya" Trisna
"Mereka bukan tidak sabar untuk menikah. Mereka menikah karna tidak sabar melakukan sesuatu yang sah" Zian
"Apa yang di lakukan setelah menikah? Aku pikir tidak ada yang berubah, hanya saja kita akan punya teman tidur saja" Trisna
"Trisna, Kau sudah membuat sesuatu berdiri. Kau memang sangat nakal, Jadi bersiap lah" Zian
"Aku tidak melakukan apapun" Trisna
Zian menyimpan laptop nya dan mematikan lampu. Hanya tersisa lampu tidur saja.
"Kau sudah ingin tidur Daddy? Baiklah aku akan kembali ke kamar ku" Trisna
Zian menahan pergelangan tangan Trisna yang akan Turun dari ranjang Kasur.
Zian membuat Trisna kembali berbaring.
Zian membuka baju nya di kegelapan malam kemudian merobek baju yang di pakai Trisna.
"Daddy apa?" Trisna
Zian mencium bibir Trisna dengan lahap nya. kemudian perlahan ciuman itu turun ke leher Trisna. Zian membuat tanda kepemilikan disana.
-
-
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1