
Perut Alie tiba-tiba terasa sakit. Alie menjerit kesakitan. Zian mengangkat Alie dan membawanya ke rumah sakit. Zian terlihat begitu panik.
"Sayang, tenang lah" Zian
"Aaaww!!" Alie terus berteriak kesakitan
Sesampainya dirumah sakit, Dokter langsung menangani Alie.
Zian, Dan James menunggu di depan pintu. sedangkan Rizella sudah pulang karena sebuah alasan.
Hingga beberapa saat kemudian, dokter akhirnya keluar.
"Suami pasien?" Dokter
"Saya dok" Zian
"Begini pak, ini hanyalah gejala biasa yang dialami oleh ibu hamil saat terlalu kelelahan. Tolong di jaga baik-baik ya pak istrinya" Dokter wanita itu memberi Zian resep obat untuk ditebus.
Zian mengangguk dan mereka masuk ke dalam ruangan. terlihat Alie dengan wajah nya yang pucat sambil menutup matanya.
Zian duduk di dekat ranjang pasien sambil memegang tangan Alie.
Hingga Zian tak sadar ia ketiduran. James juga baru kali ini melihat Zian tertidur setelah kecelakaan yang di alami Trisna.
Setiap malam, Zian selalu berada di markas dan rencana pembunuhan nya semakin membabi buta. Sedangkan di pagi hari, Zian berkerja sebagai seorang Pebisnis yang sangat sukses dengan perusahaan yang berada di setiap negara dengan bidang usaha yang berbeda-beda.
Di sore harinya, Alie terbangun. ia melihat Zian yang tertidur.
"Tolong aku" Alie melihat pada James.
"Trisna kenapa terus minta tolong? siapa yang menakuti mu?" James
"Aku tidak mau dibunuh" Alie
Zian akhirnya terbangun karna merasa ada pergerakan tangan yang sejak tadi ia pegang.
__ADS_1
"Aku belum mau mati, tolong aku" Alie
"Siapa yang akan membunuhmu?" Zian
Alie terdiam, Ia tak bisa berkata-kata saat melihat Zian yang begitu menakutkan.
"Kita akan pulang kerumah" Zian
Zian berdiri.
"James, siapkan mobil" Zian
James keluar dari ruangan.
Zian hendak membuka baju pasien yang digunakan Alie
"Jangan" Alie
"Kita harus pulang" Zian
"Tidak mau" Alie
"Aku Alie" Alie
"Nama konyol macam apa itu?! Kau mau bermain-main dengan ku!" Zian
"Nama mu trisnayanti bukan Alie. Kau adalah orang Indonesia. Alie sangat tidak cocok untuk mu" Zian
Zian membuka baju pasien yang digunakan trisna dan mengganti nya dengan sebuah baju lengan panjang yang tebal.
Kemudian Zian juga membuka celana pasien itu dan menggantinya dengan celana panjang yang longgar.
Zian dan Trisna akhirnya pulang kerumah.
Trisna begitu kagum melihat rumah yang sangat mewah ini dan juga sangat megah.
__ADS_1
Zian menggendong Trisna hingga mereka sampai di kamar. Zian menurunkan Trisna di atas ranjang.
"Kau makan apa?" Zian
Trisna menggeleng.
"Apa aku harus menggantung mu dulu setelah itu baru kau ingin makan?" Zian
"Ma-makan nasi" Trisna
Zian menyuruh pelayan untuk membawakan nasi, sayur, dan makanan sehat lainnya.
Trisna makan dengan lahap nya.
Zian memperhatikan Trisna yang sedang makan. Ini benar-benar bukan mimpi, Zian melihat kembali wanita yang begitu ia cintai.
"Aku akan membuat ingatan mu pulih" Batin Zian
Setelah makan, Zian menyuruh Trisna mandi. Dan Zian ingin ikut masuk kedalam kamar mandi. namun karna Trisna ingin menangis saat itu, akhirnya Zian terpaksa membiarkan nya mandi sendiri.
****
Malam harinya, Trisna teringat pada Maria sahabatnya. Maria berusia sama dengan Trisna.
Malam harinya Trisna sendirian didalam kamar, Zian dan James pergi ke markas.
Trisna hanya berbaring di dalam kamar tanpa melakukan apapun.
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️
buat yang nanya "Rizella siapa?" Hehehe masa udah lupa Part 70, ayo dibaca ulang🤣