Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Lagi?


__ADS_3

Robert dan rayer juga mengeluarkan Pistol mereka dan menodongkan nya pada Zian.


Banyak anak buah yang memegang senjata. Semua nya menodongkan senjata pada Zian. Dari depan, belakang, samping kiri dan kanan juga dari atas.


Dor!!!!.... Sebuah tembakan tepat mengenai kepala Rayer. Rayer tumbang dan kepalanya jatuh tepat di kaki Trisna.


Trisna berteriak histeris, Ia belum pernah melihat orang mati tepat dihadapan nya secara langsung seperti ini. Apalagi dengan jarak yang cukup dekat.


Saat Robert dan anak buah nya menoleh pada Rayer dan mencari-cari keberadaan sang penembak misterius itu, Membuat kesempatan pada Zian untuk berlari dan bersembunyi. Disaat bersamaan, Anak buah Zian datang bersama James menyerbu markas Robert.


Suara tembakan nyaring terdengar. Banyak orang meninggal ditempat.


Zian menggunakan dua pistol berusaha menembak anak buah Robert yang sedari tadi mengincar dirinya.


Zian berlari menuju tempat Trisna terikat. Ia membuka tali dan ikatan kain di mulut Trisna.


Trisna memeluk Zian sambil menangis ketakutan.


"Daddy tolong aku..hiks hiks" Trisna


Zian juga memeluk Trisna. Ia memberikan satu pistol pada Trisna.


"Pegang ini, tembak saja ke arah musuh. Mereka yang tidak berpakaian hitam adalah musuh" Zian


"Tidak, aku tidak mau membunuh orang" Ucap Trisna degan suara dan tubuh yang gemetar hebat.


"Sayang, pegang saja" Zian


"Hanya pegang kan?" Trisna

__ADS_1


Zian mengangguk dan langsung membawa Trisna berlari.


Zian mencari jalan melalui pintu belakang agar lebih aman.


Beberapa anak buah Robert mengejar Zian dan Trisna.


Zian berusaha sebaik mungkin agar bisa terhindar dari setiap peluru yang berterbangan.


Zian menembak banyak anak buah Zian dan semuanya tepat mengenai kepala.


Zian sangat lincah dan terlatih dalam hal menembak.


Saat Zian melihat pintu keluar lewat jalan belakang. Disaat bersamaan Robert muncul di hadapan Zian dengan parang tajam dan panjang. Parang itu juga dibeli Robert dari Zian dengan ketajaman yang dirancang oleh Zian. setiap goresan akan terasa sangat sakit bila tergores sedikit saja.


Trisna bersembunyi di balik tubuh Zian. Saat Robert akan menusuk perut Zian dengan parang itu. Zian menendang tangan Robert dan membuat parang itu terlempar kebelakang.


"James!" Zian


"Bawa dia ke markas" Zian


"Baik tuan" James


James segera membawa Robert masuk ke dalam mobil.


Zian tidak akan membuat musuh nya mati dengan mudah, Zian akan menyiksanya terlebih dahulu.


Zian membawa Trisna masuk ke dalam mobil.


"Kau tunggu disini, aku akan kembali" Zian

__ADS_1


Trisna tidak bisa melepaskan pelukannya dari Zian.


Tubuh Trisna masih bergetar. Tubuhnya juga sangat dingin.


"Aku harus membantu James, bagaimana jika dia mati?" Zian


"Aku ta-kut" Suara Trisna terdengar gemetaran dan sangat pelan


Zian mengecup bibir Trisna.


"Kau aman disini" Zian


Trisna menggeleng. Air matanya masih terus mengalir dengan sendirinya


Zian merasakan detak jantung Trisna saat Trisna memeluk nya. Sungguh detak jantung nya bergerak cepat sekali.


Zian mencium pipi Trisna persis tempat dimana Reyhan mengecup nya saat dibioskop.


Hal itu membuat Trisna sedikit merasa kebahagiaan dalam hatinya


"Lagi" Trisna


Zian rasanya ingin tertawa mendengar ucapan itu. ini pertama kalinya Trisna meminta tambahan saat dicium.


Zian mencium nya lagi ditempat yang sama. bahkan Zian melakukan nya berkali-kali


-


-

__ADS_1


-


Happy reading all ❤️


__ADS_2