Balas Dendam Mafia Kejam

Balas Dendam Mafia Kejam
Berkelahi


__ADS_3

Siang harinya Trisna pulang ke rumah nya. Ia langsung tertidur pulas dikamarnya.


Harinya begitu melelahkan.


Di sore harinya, Trisna terbangun dari tidurnya. Ia segera mandi dan mengganti baju nya dengan baju rumah.


Trisna keluar dari rumah nya dengan membawa sebuah ceret air untuk menyiram bunga yang ia tanam di tanah.


Trisna menanam beberapa batang bunga disebuah pot mungil.


Trisna menyiram nya dan berharap bunga-bunga yang ia tanam akan segera tumbuh.


Disisi lain, disebuah ruangan gelap dengan satu cahaya lampu yang tak cukup untuk menerangi ruangan yang besar itu terlihat Reyhan dengan wajah berdarah dan banyak bekas pukulan.


Reyhan tertawa kecil.


"Trisna sama sekali tidak cocok untuk mu, dia masih kecil! dan kau sudah tua!" Reyhan


Buk!! sebuah tendangan dilayangkan oleh sebuah bawahan Zian.


Zian nampak duduk tenang dengan sebatang rokok di tangan nya dan Kaki kanan yang berada dipangkuan nya. Sedangkan James yang setia berdiri disebelah kanan Zian.


"Kau manusia tidak waras! Seorang pembunuh seperti mu tidak pantas untuk Trisna!! Kau gila, psikopat!" Reyhan

__ADS_1


"Ayo berkelahi, sudah lama sekali aku tidak berkelahi dengan manusia. Jika kau menang aku akan membiarkan mu bebas tapi jangan pernah menunjukkan wajah mu lagi pada Trisna" Zian


Rantai yang mengikat Reyhan di lepaskan. Reyhan dengan kemarahan nya langsung menyerang zian. Zian mendorong sebuah kursi dihadapan nya menggunakan satu kaki dan kursi itu mengenai kaki Reyhan dan membuat Reyhan terjatuh.


"Segitu saja sudah tumbang" Zian


"Kau masih anak-anak, seharusnya belajar yang rajin. tidak usah mengganggu wanita di kampus mu" Zian


Reyhan berdiri kembali dan menghapus darah yang mengalir dari bibirnya menggunakan tangan nya.


Reyhan berjalan dan hendak memukul wajah Zian. namun Zian menangkap tangan Reyhan sebelum sempat mengenai wajah nya.


"Tangan mu bahkan kecil" Zian


"Tuan! Trisna diculik!" Ucap James tiba-tiba


Zian melepaskan tangan nya dan melihat kearah James.


Reyhan menggunakan kesempatan ini dan mengambil sebuah besi panjang dan besar yang berada tak jauh darinya.


"Trisna diculik oleh Robert. Dia menyuruh kita datang ke markas nya tanpa pengawal" James


Saat Zian menatap James dengan tatapan tak biasa. Reyhan melayangkan pukulan menggunakan besi itu, Tapi ternyata tidak semudah itu. Zian menangkap besi itu yang berjarak lima sentimeter sebelum mengenai kepalanya.

__ADS_1


Zian memutar besi itu dan berbalik menghantam Reyhan. Seketika itu juga darah segar mengalir dari kepala Reyhan yang bocor. Zian membuang besi itu diatas tubuh Reyhan dan pergi meninggalkan tempat itu.


Zian pergi ke markas Robert seorang diri. Tanpa rasa ragu sedikitpun Zian pergi tanpa membawa apapun.


Saat sampai disana, dua orang bersenjata mendatangi Zian sambil menodongkan senjata. Dan seseorang memeriksa baju dan celana Zian. Mereka tidak menemukan adanya senjata tajam atau pun pistol yang dibawa oleh Zian.


Zian diperbolehkan masuk.


Zian masuk tanpa banyak berbicara.


Robert memakai topeng wajah dan membuat Trisna tidak mengenali jika dia adalah Robert yang pemilik universitas tempat nya melanjutkan pendidikannya.


"Dimana Trisna!" Zian


Lampu menyala terang diruangan itu.


Robert duduk disebuah kursi mewah dan rayer berdiri setia disebelahnya.


"Dasar penghianat" Ucap Zian tanpa berteriak ataupun marah.


-


-

__ADS_1


Happy reading all ❤️


__ADS_2