Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Kelupaan


__ADS_3

"Kia sayang, Bangun nak ayo kita Sholat Subuh bareng," ucap Ratna sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kia. Kia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan merenggangkan otot-ototnya, dia menyambar ponselnya dan melihat kalau ada balasan dari Bad Boy.


📩 ❤❤❤❤Lope-lope sekebon buat kamu My Sweet Girl dan kecup manja dari pangeranmu, Bad Boy ❤❤❤❤


Begitulah balasannya, Kia sampai jingkrak-jingkrak melihatnya.


"Kia! Kamu sudah bangun nak, kalau sudah ayo cepat ambil Wudhu nya kita Sholat Bareng," teriak Ratna dari Luar. Dengan langkah penuh semangat Kia segera menyambar mukenanya dan menuju ke Kamar ibunya tapi sebelumnya dia mengambil Wudhu dulu di kamar mandi baru bergegas ke sana.


Setelah melaksanakan kewajibannya, Kia segera menuju ke dapur untuk memasak sesuatu untuk sarapan mereka sedangkan Ratna langsung menuju alat tempurnya yaitu mesin jahit di ruang Khusus yang ada di samping kamarnya.


Aktifitas mereka memang seperti itu dari hari ke hari, namun mereka selalu melewatinya dengan suka cita. Setelah memasak Kia segera mandi dan langsung memakai seragam sekolahnya, dia harus memburu waktu agar tidak ketinggalan Bus Sekolah yang akan melewati Jalan di depan Gang rumahnya sebentar lagi.


Kia sudah siap, dia segera memanggil ibunya untuk sarapan bareng.


"Masak apa kamu hari ini sayang?" Tanya Ratna sambil membuka tudung sajinya.


"Kia buatin Nasi Goreng sama telor ceplok


doang Bu,"


"Waah semakin hari kamu semakin pintar ya sayang masaknya, ini nasi Gorengnya kenapa warnanya berbeda ya?"

__ADS_1


"Oh itu Bu, aku kasih kecap biar beda aja dari yang biasanya, di cobain dong dan jangan lupa Komennya ya," ucap Kia harap-harap cemas.


Ratna mulai menyendokan Nasi goreng itu ke dalam mulutnya dan matanya membola.


"Ibu kenapa? Gak enak ya?" Tanya Kia


"Ump... enak, malah lebih enak dari biasanya," ucap Ratna, sebuah senyum terbit di bibir Kia, mereka pun sarapan bersama.


"Bu kia pergi sekolah dulu ya, Doàin kia agar... Astogeh... Kia Lupa Bu," Teriak Kia yang hampir saja membuat Ibunya Tersedak.


"Kamu ini kenapa sih sayang, bikin kaget saja, emang ada apa sih?" Tanya Ratna heran.


"Bu, Kia lupa kalau hari ini Kia di suruh bawa Hewan Air dan Ember,"


"Kok O sih Bu, bantuin dong nyarinya,"


"Gampang Kia, Kamu beli aja Ikan di pasar, beres kan?"


"Tapi kakak kelas suruh bawanya yang Hidup Bu," ucap Kia


"Ya sudah Ibu bantu carikan, di dalam selokan pasti banyak," ujar Ratna.

__ADS_1


"Maksud Ibu?"


"Jangan bawel, ayo ikut Ibu,"Kia akhirnya mengikuti Ibunya.


*


*


Kia sudah berada di dalam Bus, dia menenteng sebuah ember kecil lengkap dengan tutupnya, banyak yang melirik ke arahnya sambil tersenyum meledek karena dia menenteng Ember itu.


Tak lama Bus pun berhenti dan Kia langsung turun dari sana menuju ke sekolahnya.


Para Siswa Baru sudah berkumpul, kali ini mereka berkumpul di sebuah lapangan yang biasa di gunakan untuk Upacara, Kia langsung masuk ke dalam Barisan.


Terlihat kalau semua panitia berdiri di depan semua Siswa yang ada di sana dengan Posisi Istirahat di tempat.


"Para Siswa Tahun ajaran Baru semuanya, Apa kalian sudah membawa apa yang saya suruh kemarin?" Terlihat Kak Dirga sedang berbicara dengan memakai Microfon di tangannya.


"Sudah Kak!!!


"Bagus, sekarang kalian taruh Hewan yang kalian bawa di depan kalian masing-masing, Kita akan cek satu persatu," ucap Dirga lalu menyuruh yang lainnya untuk memeriksanya.

__ADS_1


...Bersambung.......


__ADS_2