
Kimora sudah pergi dari kamar Azka, Azka mengambil ponselnya dan melihat kalau ada yang aneh dengan ponselnya itu.
Perasaan Gue sudah merisetnya deh, tapi kenapa layarnya kembali menampilkan Chat ya, apa Gue yang lupa, mungkin tadi karena terburu-buru Gue lupa kali ya," ucap Azka lalu meriset kembali ke pengaturan awal.
Azka mengambil buku Nota nya, dia hendak membuat Daftar Tugas yang akan di lakukan oleh peserta MOS besok, karena Besok adalah hari terakhir kegiatan itu maka dia harus membuat hal yang lebih berkesan agar Semua peserta kegiatan MOS bisa akrab dan Saling membantu dan juga dia akan berusaha mengembalikan Citra Osis di mata Seluruh peserta kegiatan itu.
Setelah menulis beberapa Kegiatan, Azka berencana akan pergi ke sebuah Taman bermain, dia selalu pergi ke sana ketika Sore hari untuk mengajar anak-anak Jalanan yang sudah menunggu kedatangannya di sana.
Dia segera bersiap-siap, tak lupa pula Azka membawa Buku-buku yang sempat dia beli tadi ketika dia pulang sekolah, rencananya dia akan menghadiahkan buku-buku itu untuk anak didiknya di sana nanti.
Sementara Kia terlihat membantu Ibunya menyetrika baju yang sudah jadi, hari ini Kia akan mengantarkan Baju itu ke Rumah pemiliknya karena Katanya Pemilik baju itu tidak sempat mengambilnya ke sana dan menyuruh Mereka mengantarkannya ke rumahnya.
__ADS_1
"Kia Kalau kamu sudah siap, kamu anterin ke alamat ini ya, nanti jangan Lupa kamu minta Ongkosnya," ucap Ratna lalu menyerahkan secarik kertas kepada Kia.
"Oh Baik Bu," ucapnya, Kia melihat Alamat itu sedikit jauh dari rumahnya, Otomatis dia pergi ke sana nanti dengan menaiki angkot. Kia bersiap-siap untuk pergi namun dia kelupaan meminta Uang untuk ongkos Angkot nanti.
Ratna yang menyadari kalau Kia melupakan Uangnya segera mengejarnya namun angkot yang kia naiki sudah pergi.
"Tu anak kebiasaan deh, kalau pergi selalu buru-buru, bagaimana nasibnya nanti ya, pasti di marahi sama supir angkot itu, memang dasar ceroboh," Ucap Ratna khawatir, dia tidak habis pikir kenapa putrinya itu sangat ceroboh, namun dia yakin Kia adalah anak yang cerdas, dia pasti bisa mengatasi permasalahannya seberat apapun juga.
"Bang Stop...! Teriaknya Reflek sehingga Supir angkot itu ngerem mendadak.
"Ada apa sih neng, apa Si nengnya sudah sampai?" Tanya Supir angkot itu.
__ADS_1
"Bukan Bang, Saya lupa bawa uang, apa abang mau antar saya balik ke rumah,"
"Si neng ini suka bercanda deh, mana bisa kayak begitu, ini penunpang juga buru-buru neng, bukan hanya neng saja penumpang saya, kalau gak punya uang mending Si neng turun di sini deh," ucap Supir itu kesal.
"Gak bisa di kasih konpensasi gitu bang, anterin kek sampai tujuan, anggap saja sedekah bang," ucap Kia lagi
"Neng pikir saya ngisi bensin pakai pahala apa, saya juga butuh uang neng buat ngisi bensinnya, lebih baik Neng turun deh kalau tidak mau saya paksa," ucap Supir angkot itu.
"Iya.. iya... maaf ya semuanya," ucap Kia Kepada penumpang lainnya.
Kia pun bingung sekarang, mau pulang rumahnya sudah jauh, mau lanjut alamatnya masih jauh juga, akhirnya Kia memutuskan untuk duduk di Trotoar jalan sambil melanjutkan mikirnya.
__ADS_1
...Bersambung......