
Andika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia melirik ke arah Kia sambil tersenyum manis sehingga membuat Kia jadi salah tingkah saja.
"Kak Dika kenapa sih lihatin aku terus?" Tanya Kia
"Siapa sih yang lihatin Lo, Gue hanya lihat spion tau gak,"
"Masak sih, perasaan dia dari tadi lihatin aku terus deh, apa hanya perasaan aku aja kali ya," guman Kia, Andika sangat senang melihat wajah Bingung Kia, Kia semakin imut saja terlihat di matanya.
Aku harus bisa membuat kamu jatuh cinta sama aku Kia, bukan sebagai Bad Boy tapi sebagai Andika Perkasa,, Batin Andika.
Mobil Andika perlahan berhenti di depan gang rumah Kia, Kia pun segera turun dari mobil dan terlihat Andika pun keluar dari mobilnya.
"Kak Dika mau ke mana?" Tanya Kia ketika melihat Andika mengikutinya.
"Ya mau ke rumah Lo lah, mau ke mana lagi," ucap Andika santai sambil terus berjalan meninggalkan Kia yang sedang mematung di sana.
Kia merasa heran sama Andika, kenapa hari ini dia malah mau ke rumahnya walau tanpa di tawari oleh Kia sedangkan kemarin saat di tawarkan dia malah enggak mau.
__ADS_1
Kia segera mengikuti Andika dari belakang dan terlihat di luar rumahnya Ratna sedang mondar-mandir menunggunya.
"Ya Ampun Kia, kenapa jam segini kamu baru pulang, kamu ke mana aja sih?" Tanya Ratna yang khawatir karena Kia hampir magrib belum pulang juga.
"Kia pergi sama saya Bu," ucap Andika.
"Eh nak Andika, maaf ibu terlalu khawatir jadi tidak melihat nan Andika tadi, kalau sama nak Andika mah pulang malam pun enggak apa-apa kok," ucap Ratna.
"Loh Ibu gimana sih, tadi nanyain aku kenapa telat pulang, lah giliran sama kak Dika di bilang gak apa-apa, Ibu ini plin-plan ah," ucap Kia.
"Ya gak apa-apa kan sayang, Nak Andika ini adalah calon suami kamu Kia, jadi wajar dong kalau Ibu merasa aman kalau kamu bersama dia, Toh dia kan akan jadi penjaga kamu nantinya," ujar Ratna.
"Loh~ Loh kamu mau ke mana Kia! Ini nak Andika siapa yang nemenin?"
"Ibu saja yang nemenin, lagian dia pasti juga mau pulang kan," teriak Kia yang sudah berada di dalam kamarnya sebelum dia menutup pintunya.
"Maaf ya nak Andika, sifat Kia memang rada-rada , yach begitulah kalau dia lagi capek, tapi Kia anaknya baik Kok," ucap Ratna.
__ADS_1
"Gak apa-apa Bu, aku faham bagaimana sifat Kia, mungkin seiring waktu nantinya dia akan berubah," ujar Andika.
"Jadi nak Andika sudah menerima perjodohan ini?" Tanya Ratna
"Saya akan mencobanya Bu, tapi Ibu jangan bilang-bilang sama Kia ya, biarlah ini semua mengalir apa adanya, Aku juga tidak ingin memaksa Kia menerima aku, akan tetapi aku akan berusaha membuatnya nyaman ketika bersamaku Bu," ujar Andika. Entah apa yang ada dalam fikiran Andika sekarang sehingga dia bisa berucap seperti itu kepada Ibunya Kia.
"Makasih ya nak Andika, kamu telah mempermudah Ibu dan Ibu kamu Karin, semoga yang di Inginkan oleh Almarhum Ayah kamu bisa tercapai," ujar Ratna
"Aamiin," ucap Andika.
"Oh ya bu kalau begitu Saya permisi dulu ya, saya hanya mengantarkan Kia saja tadi," pamit Andika
"Loh gak ngopi dulu nak Andika?"
"Gak usah bu mungkin lain kali saja ya, Assalamuàlaikum," ucap Andika sambil menyalami tangan Ratna.
"Waàlaikumsalam, hati-hati ya nak Andika!"
__ADS_1
"Iya Bu!" Ujar Andika lalu pergi dari sana.
...Bersambung......