
" Kamu gak kenapa-kenapa kan Kia?" Tanya Azka yang terlihat Khawatir kepada Kia yang juga berada di sana.
"Aku gak apa-apa kok kak Azka." Ucap Kia sambil melihat-lihat sekitarnya, sedari tadi dia tidak melihat kalau Kimora tidak berada diantara mereka di sana. Azka mengerutkan keningnya melihat kegelisahan Kia.
"Ada apa Kia kenapa kamu gelisah seperti itu?" Tanya Azka
"Apa kak Azka melihat Kak Kim?"
"Iya ya, Kimora kemana ya?" Ujar Azka.
"Az, Kia kalian lihat Kimora gak?" Tanya Bryan yang baru saja bergabung di sana.
"Ini kita juga lagi nyariin Kak Bryan, Apa jangan-jangan dia masih di dalam Aula ya," ucap Kia, tanpa pikir panjangn Bryan langsung bergegas masuk ke dalam Aula, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan itu dan dia melihat kalau Kimora berada di kolom meja yang ada di sana.
"Kimora," panggil Bryan, Kimora yang terlihat pucat mendongakkan kepalanya lalu keluar dari sana dan segera memeluk Bryan.
__ADS_1
"Bry, aku takut hiks... hiks..."
"Jangan takut Kim, ada Gue di sini," ucap Bryan membalas pelukan Kimora, dia dapat meresakan getaran hebat dari tubuh Kimora yang menempel sempurna di tubuhnya, ada perasaan lain yang timbul di hatinya, perasaan ingin melindungi dan ingin menjadi seseorang yang bisa menenangkan Kimora di saat seperti itu.
"So Sweet," ucap Kia pelan.
Azka dan Kia hanya tersenyum sambil saling berpandangan satu sama lain, dan Azka menarik tangan Kia agar pergi dari sana.
Azka membawa Kia kembali ke tempat semua Orang yang masih menetralkan degup jantung mereka karena kejadian tadi.
"Iya Kia, sesudah mereka giliran Kita," ucap Azka, Kia menoleh ke arah Azka namun Azka terlihat biasa saja seakan tidak mengatakan apa-apa tadi.
Kia semakin yakin kalau surat kaleng itu sebenarnya dari Azka, namun dia seolah tidak terlihat kaget agar azka tidak curiga padanya.
"Apa-apaan ini, jadi benar surat itu dari kak Azka?, sepertinya aku tidak usah datang besok, aku tidak mau memberi harapan kepadanya, aku masih sangat mencintai Bad Boyku walaupun aku sendiri tidak tau di mana dia berada sekarang ini," guman Kia.
__ADS_1
Keadaan sudah terlihat tenang, para wanita sudah kembali ke dalam Aula, ada yang sudah kembali tidur dan ada pula yang masih terjaga begitu pula dengan Kia yang masih kepikiran dengan Surat kaleng itu, dia masih belum sepenuhnya meyakini kalau surat itu dari Azka.
"Kenapa hati Gue merasa kalau surat itu bukan dari kak Azka ya, tapi semua clue mengarah ke dia, apa besok Gue datang saja, tapi kalau benar surat itu dari kak Azka Gimana?, gue tidak mau memberi harapan lebih padanya, gue tidak mau mengecewakannya karena Hati ini masih tak bisa berpaling dari Bad Boy." Monolog Kia.
"Kia ada apa, kenapa Lo masih belum Tidur?" Tanya Kimora yang terjaga karena merasakan ada pergerakan dari Kia.
"Eh enggak kok kak Kim. Aku sudah tidur tadi, kalau sudah terjaga aku gak bisa merem lagi hehehe," ucap Kia cengengesan, namun Kimora bisa melihat ada kekhawatiran di wajah Kia.
"Kia, Lo jangan Bohong deh, Gue tau Lo, Lo pasti ada masalah Kan?"
"Enggak Kok Kak Kim, aku gak apa-apa kok, kak Kim tidur saja lagi," suruh Kia
"Beneran gak apa-apa?"
"Iya kak Kim yang bawel, aku beneran gak apa-apa kok. Sudah sana tidur," Kimora pun kembali memejamkan matanya, sedangkan Kia memilih memainkan Gawainya.
__ADS_1
Bersambung...