
"Gue harus bisa memenangkan hati Kia, selama ini gue tidak menyadari kalau ternyata gue jatuh cinta sama dia akan tetapi sekarang gue baru sadar akan perasaan gue ke dia," guman Azka.
Azka melajukan mobilnya menuju ke rumah Kia, dia berencana akan menghibur Kia.
Saat Azka sudah sampai di sana terlihat Kia sedang duduk di teras rumahnya lagi melamun.
"Assalamuàlaikum!"
Kia tidak bergeming, dia terlihat seperti tubuh tanpa Roh sekarang ini.
"Waàlaikumsalam," jawab Ratna dari dalam rumahnya.
"Ada perlu apa?" Tanya Ratna dingin. Nyali Azka sempat menciut karenanya.
"Saya hanya ingin bertamu Tante, tadi saya kebetulan Lewat dan mampir,"
"Ooo tapi maaf nak Azka, Kia sepertinya tidak ingin menerima tamu hari ini, sebaiknya Nak Azka pulang saja," ucap Ratna.
"Tapi Tan?"
"Biarkan saja Bu kak Azka di sini," ucap Kia datar, Ratna mengalah dan membiarkan Azka berada di sana. Azka segera duduk berhadapan dengan Kia yang masih saja seperti tadi.
"Kia gue bawa coklat buat Lo, siapa tahu bisa menghilangkan rasa sedih Lo," ucap Azka, Kia menoleh.
"Kak Azka pasti senang kan lihat aku seperti ini dan mau mentertawakan aku kan, Kak Kim pasti sudah cerita sama kak Azka tentang aku kan," ucap Kia.
__ADS_1
"Kia, gue ke sini untuk menghibur Lo, gue gak ada maksud seperti itu sama Lo, gue hanya prihatin dengan kejadian yang menimpa hubungan Lo sama Andika," ucap Azka.
"Aku tidak perlu di hibur kak Azka, yang aku butuhin sekarang adalah Kak Dika, aku gak butuh yang lain," ujar Kia
Nyesss...
Nyesek banget hati Azka mendengar ucapan Kia, dia merasa tidak ada harapan lagi untuk menggapai hati Kia.
"Kia, kalau Lo mau gue bisa kok membantu Lo menemukan Andika kembali asalkan lo jangan seperti ini, mana kia yang ceria, mana kia yang kuat, sekarang Gue seperti kehilangan Kia yang gue kenal,"
"Benarkah? Apa benar kak Azka mau membantu aku?" Kia menoleh ke arah Azka dengan penuh harap.
"Iya Kia, asalkan Lo jangan bersedih lagi dan kembali ceria seperti dulu, apapun akan gue lakukan untuk Lo Kia," ujar Azka.
"Kak Azka bohong kan, kak Azka pasti mau ngeprank aku saja kan?" Ucap Kia gak percaya.
"Oke aku percaya sama kak Azka, kalau begitu ayo kita cari kak Dika," ajak kia lalu menarik tangan Azka.
"Eh sebentar, aku pamit sama ibu dulu," ucap Kia melepaskan tangannya.
"Bu... ibu...!
"Ada apa sih teriak-teriak Kia?"
"Bu aku mau pergi sebentar ya, aku mau cari kak Dika bersama kak Azka," ucap Kia lalu menyambar tasnya.
__ADS_1
"Loh memangnya kalian mau cari ke mana Nak Andikanya?"
"Belum tau sih Bu, yang penting Kia mau mencarinya, siapa tahu dia tidak pergi jauh Bu, aku gak bisa berdiam diri saja dan tak melakukan apa-apa, aku harus minta maaf sama kak Dika Bu,"
"Ya sudah, kamu hati-hati ya Sayang, jangan pulang kemalaman, Hey kamu tolong jaga kia ya, kamu jangan macam-macam sama Kia," ujar Ratna mengintimidasi Azka
"Bu jangan begitu sama Kak Azka, dia sudah baik ingin membantu kia loh,"
"Ibu gak percaya sama dia Kia, bisa jadi kan ada udang di balik bakwan," ujar Ratna
"Ibu jangan suudzon deh, kak Azka maafin ucapan ibu ya, ayo kita pergi," ajak Kia.
"Gak apa-apa kok Kia,wajar seorang Ibu mengkhawatirkan anaknya, Tante kami pamit dulu ya," ucap Azka, Ratna menunjuk dua matanya dan menunjuk ke arah Azka.
"Ibu!!!
"Iya-iya... Sana pergi, ingat jangan pulang kemalaman,"
"Baik tante, kita pergi dulu ya, Assalamuàlaikum!
"Waàlaikum salam!"
Merekapun pergi dengan menggunakan mobil Azka dan mereka memulai pencariannya.
...Bersambung......
__ADS_1