Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Kita hanya menikah sayang


__ADS_3

     "Ibu!" Andika dan Kia kaget. Ratna sudah siuman, dia mendengar suara keributan di kamar sebelah. Walaupun dia juga bingung kenapa dia bisa berada di sana saat itu tapi dengan masih sedikit pusing Ratna bangkit lalu menuju ke sana.


     Sesampainya di sana dia malah di suguhkan dengan adegan yang membuatnya justru kaget. Dia langsung membentak putri dan calon menantunya yang hendak berpelukan.


     "Ibu harus segera memberitahukan kepada jeng Santi agar pesta pertunangan kalian di ubah menjadi pesta pernikahan. Untuk keamanan semuanya sebaiknya kalian segera ibu nikahkan saja. Ibu tidak bisa selamanya menjaga kalian. Kalau sudah menikah terserah kalian mau ngapain saja, Ibu tidak akan melarangnya." ujar Ratna.


     "Ibu! Aku tidak mau menikah Bu, aku berjanji kalau semua ini tidak akan pernah terjadi lagi, Aku mohon Bu, batalkan niat ibu itu," mohon Kia.


     "Tidak Kia, keputusan Ibu sudah bulat, ibu tidak mau kamu hamil duluan setelah itu baru menikah. Kita gak ada yang tau kedepannya akan seperti apa, apalagi kalian itu saling mencintai. Setan bisa saja setiap saat menggoda kalian. Ibu tidak mau hal yang tidak di inginkan terjadi, jadi mau tidak mau seminggu lagi kalian harus menikah," ucap Ratna mantap. Bagai tersambar petir di siang bolong, hati Azka hancur berkeping-keping mendengar keputusan ibunya Kia.

__ADS_1


      "Kak Dika, ini gimana dong?" ucap Kia melihat ke arah Andika, Andika menaikkan bahunya pertanda tidak tau harus gimana lagi.


     "Sepertinya kita memang harus segera menikah sayang, kalau kita melawan keputusan orang tua bisa kualat," ujar Andika, padahal di dalam hatinya dia bersorak girang karena dia akan segera memiliki Kia seutuhnya.


     "Yeay, bilang aja kak Dika senang kan bisa segera menikahi aku?"


     "Iya dong, memang kamu gak mau menikah sama aku?"


     "Kita ini hanya menikah sayang, bukannya kawin, lagi pula aku gak akan menyentuh kamu kalau kamu tidak mengizinkannya kok. Ibu benar sayang, kalau kita sudah menikah paling tidak kalau kita pelukan sudah halal, bukan begitu kan Bu?" Ratna hanya tersenyum mendengar ucapan Andika. Dia tahu Andika mengatakan hal itu hanya untuk menyenangkan hati Kia.

__ADS_1


      "Nah itu maksud ibu, jadi kalian kalau mau bersentuhan kagak ada yang ngelarang lagi, jadi gimana Kia, apa kamu mau?" tanya Ratna, Kia masih menekuk wajahnya. Wajah Kia seolah masih memikirkan hal tersebut agar tidak salah mengambil keputusan.


      "Oke, tapi benar ya kak, kalau kamu gak akan menyentuh aku kalau aku gak mau, janji dulu," ucap Kia sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Andika. Andika dengan senang hati menyambutnya hanya semata ingin membuat Kia lega.


      "Janji sayang," ucap Andika lalu tersenyum manis ke arah Kia, Kia menoleh ke arah teman-temannya.


     "Kalian harus Janji kalau akan merahasiakan hal ini, nanti kalian akan aku undang kok ke pernikahan aku sama kak Dika." Kia menatap tajam ke arah Kimora, Bryan, Azka dan Bima. Semuanya mengangguk kecuali Azka.


     "Maaf Kia, aku gak bisa hadir ke pernikahan kalian, aku akan pergi ke Amrik besok dan aku akan melanjutkan sekolah di sana." ujar Andika.

__ADS_1


      "Kia hanya mengangguk saja, dia juga merasa lega karena Andika tidak ada di sana nanti, Kia juga harus waspada agar kejadian itu tidak akan terulang kembali.


Bersambung....


__ADS_2