
" Kak Dika jangan mainin aku begini dong, kalau memang kak Dika gak mau ngomong jangan telfon aku dong, kak Dika bikin aku sedih tau gak sih hiks...hiks..." Kia tidak sanggup lagi menahan tangisnya, Dia sampai terisak menahan perasaannya.
"Sudah Kia, Lo jangan tangisi orang yang gak peduli sama Lo, Lo harus kuat menahan perasaan Lo Kia, jangan perlihatkan kalau lo lemah. Tenang Kia Lo pasti bisa," ucap Kia pada dirinya sendiri sambil menarik nafas lewat hidung dan keluar dari mulut.
Andika terkekeh melihat tingkah Kia yang sangat lucu itu. Dia masih ingin melihat tingkah ngegemesin dari Kia.
"Semangat Kia, Lo pasti bisa," ucap Kia lagi.
"Heem... Kak Dika masih gak mau ngomong juga, aku tutup telfonnya ya, beneran nih aku tutup ya," Ancam Kia, akan tetapi Andika masih tetap membisu.
"Kak Dika iiih nyebelin banget sih, aku hitung sampai tiga, kalau masih gak mau ngomong juga aku beneran tutup telfonnya, satu... dua... Ti.. tut...tut...," belum juga selesai menghitung sambungan Telfon sudah terputus namun bukan Kia yang memutuskannya.
"Lah kok mati sih, aku hanya mengancam saja tadi," ucap Kia kesal. Dia lalu melihat ponselnya ternyata kehabisan daya.
"Ya Ampun... pantesan saja mati wong Batrenya habis, aku mau nge cas Dulu ah," ucap Kia lalu pergi dari sana, Andika yang tadi hendak memberi kejutan buat Kia mengurungkan niatnya, dia akhirnya kembali ke Penginapannya.
"Sepertinya aku melupakan sesuatu deh, tapi apa ya??" Ucap Kia mengingat-ingat apa yang dia lupakan.
"Ah bodo amat lah, yang penting sekarang aku ngecas dulu biar bisa Lihat reaksi dari kak Dika." Kia kembali ke Aula namun di depan Aula dia bertemu dengan Azka.
__ADS_1
"Loh Kak Azka kok di sini, mau ketemu siapa?"tanya Kia.
"Mau ketemu kamu, ngomong-ngomong kamu habis dari mana sih malam-malam keluyuran?" Tanya Azka
"Tadi aku habis dari sana kak habis nemenin.. ya Ampuuunnn... kak Kim nya ketinggalan di Toilet, maaf kak Azka aku mau menyusul kak Kim dulu, aku gak mau nanti dia marah-marah sama aku," ucap Kia lalu kembali ke sana.
Sementara Kimora yang baru saja selesai dengan kegiatannya di Toilet melihat ke sana ke mari mencari keberadaan Kia.
"Kia!, Lo di mana?, gue sudah selesai nih," ucap Kimora
"Kia!! Lo jangan bercanda deh, gak lucu tau gak,"
Gubraak....
Bruuuukkk...
Kimora menabrak seseorang yang sedang buru-buru berjalan ke sana.
Dengan sigap orang itu menangkap Kimora lalu membawanya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Deg....
"Kenapa dengan jantung gue, apa gue menyukai Kimora," batin Bryan .
Ternyata orang yang menangkap Kimora tadi adalah Bryan yang mau ke Toilet juga.
"Ups... sorry aku gak lihat, silahkan di lanjutkan," ucap Kia berbalik badan dengan tangan menutup matanya, lalu dia segera pergi dari sana.
"Kia! Ini tidak seperti yang ummppp..." ucapan Bryan terputus ketika bibir lembut Kimora menempel di bibirnya, awalnya dia kaget dengan keadaan itu namun sesaat kemudian dia pun membalas ciuman Kimora.
Wajah Kimora bersemu merah, dia tidak tau kenapa bisa reflek melakukan hal itu tadi.
Kimora segera menjauh dari Bryan.
"Maaf," ucap Kimora lalu berlari meninggalkan Bryan yang mematung di sana. Bryan memegang bibirnya lalu memegang dadanya.
"Itu ciuman pertama gue, Kimora Lo harus bertanggung jawab karena sudah mengambilnya," ucapnya lalu tersenyum penuh Arti.
Di tempat lain Kimora juga memegang dadanya yang bergemuruh, dia merutuki dirinya yang sudah berbuat lancang terhadap Bryan.
__ADS_1
"Bodoh.. bodoh... bodoh.., kenapa sih Gue melakukan itu, pasti Bryan menganggap gue cewek murahan, aduuh malu banget gue, gue harus menjauh dari Bryan mulai sekarang, gue gak bisa melihat wajahnya, bisa-bisa gue di ledekin sama dia, aduuh gue gak bisa bayangin gimana reaksi dia nanti kalau ketemu gue, dia pasti marah besar. Pokoknya Gue harus menghindar dari Bryan." Ucap Kimora berasumsi sendiri.
Bersambung...