
"Makasih ya kak Bryan, ini kak buat Kak Kim saja, aku lagi sakit gigi," ujar Kia lalu menyerahkan permen dan Coklat itu kepada Kimora.
"Loh kok di kasih ke dia sih Kia, kita kan ngasih ini buat Lo," ujar Azka
"Heh Oon, Lo gak dengar tadi Kia bilang apa hah, dia itu lagi sakit gigi dan barang yang sudah di kasih gak boleh di minta lagi, gue deh yang kenyang hehehe...," ujar Kimora.
"Kia hanya tersenyum mendengar penuturan Kimora yang kesenangan karena mendapakan Coklat dari Bryan, walaupun Bryan ngasihnya bukan untuknya tapi yang jelas Kimora yang mendapatkannya.
"Makasih ya Kia," bisik Kimora, Kia hanya mengangguk sambil tersenyum.
Bis yang mereka tumpangi telah tiba di tempat yang di tuju, sepanjang perjalanan menuju ke sana terlihat betapa menyedihkannya keadaan perkampungan yang mereka lewati, banyak rumah-rumah yang rusak dan ada beberapa rumah yang ambruk ke tanah.
Kini mereka sudah sampai di sebuah Barak pengungsi yang berada di pusat kecamatannya, terlihat hiruk pikuk warga yang bergotong-royong saling membantu di sana, ada sebahagian sedang mengangkut Bahan makanan yang di berikan oleh pihak pemerintahan untuk kelangsungan hidup semua warga yang ada di Barak pengungsian itu.
Kia terlihat masih saja tertidur dengan bersandarkan di bahu Kimora begitu juga sebaliknya.
Sampai pada akhirnya Bis berhenti dan semua Siswa-Siswi yang ada di Bis itu sudah turun dari sana sedangkan Kimora dan Kia masih setia merebahkan kepalanya di bahu satu sama lainnya.
__ADS_1
"Hei Kia, Kimora ayo bangun, kita sudah sampai," ucap Azka.
Kia tersentak karena Azka membelai wajahnya sedangkan Kimora masih saja tertidur.
"Eh sudah sampai ya, kak Kim bangun dong, kita sudah sampai nih," ucap Kia.
"Uuuggghhhh... apaan sih, gue masih ngantuk Bik," ujar Kimora yang membuat Kia tertawa.
"Heh Badugong, bangun lo gak, ini kita sudah sampai tau gak," ucap Bryan pada Kimora.
"Kimora, lo mimpi atau apa sih, Lo bukan ada di rumah Lo tau gak, lagian sejak kapan wajah gue mirip Bibik hah?" Tanya Azka kesal, Kimora mulai mengerjap-ngerjapkan matanya lalu melihat ke sekelilingnya. Dia kaget karena di Sana beneran ada Bryan dan yang lainnya.
"Gue di mana?" Tanya Kimora mengalihkan pembicaraan agar dia tidak malu.
"Parah nih anak, ya udah yuk kita tinggalin saja dia di sini," ajak Azka lalu turun dari Bis itu, Bryan juga mengikuti Azka turun dari sana.
"Kia, kenapa sih Lo gak bangunin Gue, gue malu tau gak sama Bryan, untung Gue gak ngomong macam-macam tadi," ujar Kimora.
__ADS_1
"Gak apa-apa kak Kim, kak Kim gak lihat kalau wajah kak Bryan tadi merona saat kak Kim ngomong kalau dia my lope-lopenya kak Kim," goda Kia.
"Iiih Kia jangan godain Gue dong, gue tambah malu tau gak, nah Lo gimana?
"Gimana apanya?"
"Lo mau pilih yang mana?
"Kalau aku pilih kak Bryan aja gimana?" Pancing Kia
"Jangan dong, Bryan hanya milik aku seorang," ucap Kimora.
"Gak bakalan kak Kim sayang, aku kan sudah punya Bad Boy. Yach walaupun sekarang dia pergi ninggalin aku, tapi aku sudah bertekad untuk mengejar cintanya lagi,"ujar Kia
"Nah gitu dong semangat, jangan mewek-mewek lagi. Gue akan selalu mendukung semua keputusann lo," ujar Kimora, tanpa mereka sadari Bryan mendengar percakapan mereka, awalnya tadi dia sangat senang karena Kia mau memilihnya namun ternyata Kia hanya bercanda saja dengan ucapannya untuk memancing Kimora saja.
...Bersambung......
__ADS_1