Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Permintaan Kimora


__ADS_3

"Tapi Kim...aaghh, Ini semua Gara-gara Bryan, Lo tau gak sih Kim kalau Gue sudah tahu penyakit Lo, Gue hanya mau yang terbaik buat Lo Kim, Gue ingin Lo bahagia di saat-saat terakhir Lo," ujar Azka


Sementara Kimora menghempaskan tubuhnya di King Side nya, dia menangis sejadi-jadinya menyesali kenapa sampai harus dia yang menderita karena penyakit itu, apa salahnya sehingga Tuhan menghukumnya seperti itu.


"AstaghfirullahalÀzim, Ampuni aku ya Allah, aku sudah berprasangka Buruk akan ketentuanmu, Engkau yang Maha mengetahui akan semua Qudrahmu Ya Allah," Kimora tersadar dari kesalahannya,dia segera mengambil wudhu lalu mengerjakan Shalat.


Kimora merasa sudah agak lebih tenang, dia sudah bisa berpikiran Jernih, setelah membersihkan tubuhnya Kimora Keluar dari kamarnya dan ingin menemui Azka di kamarnya, dia ingin meminta maaf pada sepupunya itu karena tadi dia sudah kasar terhadapnya.


Tok..


Tok..

__ADS_1


Kimora mengetuk pintu kamar Azka, akan tetapi Azka tidak membukanya.


Perlahan Kimora membuka Pintu kamar itu dan mulai masuk ke sana, dia melihat kalau Azka tidak berada di kamarnya. Kimora memilih untuk menunggunya sambil memainkan ponselnya. Akan tetapi dia melihat kalau Ponsel Azka ada di atas Nakas, Azka tidak membawa ponselnya.


Ide jahil muncul di kepala Kimora, dia sangat penasaran sama Isi Ponsel Azka tersebut, dia yakin ada sebuah rahasia yang di sembunyikan oleh Azka karena pernah sekali dia mendapati Azka tertawa-tawa gak jelas ketika memainkan ponselnya.


Kimora mulai mengambil ponsel itu dan membukanya, dan alangkah kagetnya Kimora kalau Ponsel Azka tidak di Kunci, dengan mudah Kimora membuka Apk berwarna hijau dan dia menemukan kalau ada sebuah No ponsel yang di simpan dengan nama yang Sangat Unik.


"Kimora sangat penasaran dengan Nomor ponsel Itu, dia hendak mengambilnya namun Azka keburu datang dan Kimora kembali menaruh Ponsel itu di atas nakasnya.


"Loh Kim, Lo ngapain di kamar Gue?" Tanya Azka yang baru pulang dari Mesjid kelihatan dari pakaian yang dia kenakan serta sajadah yang bertengger di bahunya.

__ADS_1


"Gue nungguin Lo Az, Gue mau minta maaf soal kejadian tadi," ucap Kimora.


"Enggak apa-apa Kim, Gue yang seharusnya minta maaf karena sudah terlalu ikut campur sama Urusan Lo, Gue terlalu sayang sama Lo Kim, Lo tahu gak betapa hancur perasaan Gue ketika Tahu keadaan Lo yang sebenarnya," ucap Azka setelah duduk di samping Kimora.


Kimora kaget mendengar ucapan Azka tersebut, dia yakin kalau Mamanya yang menceritakan kepada Azka soal keadaannya itu.


"Az, Gue mohon Lo jangan mengatakannya kepada Bryan ya, Gue tidak mau dia mengasihani Gue, dan Gue sudah cukup bahagia kok bisa berada diantara kalian walau hanya di anggap sekedar sahabat doang, Gue sadar kalau perasaan itu tidak bisa di paksakan." Ujar Kimora.


"Gue gak bisa Janji Kim, Gue tidak bisa melihat perasaan Lo di permainkan sama Bryan,"


"Az, Gue mohon jangan melakukan hal yang bodoh, kalau Lo tidak ingin Gue kenapa-napa lo harus merahasiakan semua itu sama Bryan, Gue tidak ingin Bryan menghindari Gue kalau sampai dia tahu kenyataannya, Please Lo harus janji sama Gue," ucap Kimora, Azka tidak bisa menolak permintaan Kimora, walaupun Azka dan Kimora tidak pernah akur, sejujurnya Azka sangat menyayangi Kimora begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


... Bersambung.... ...


__ADS_2