Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Sah


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, di sinilah Kia sekarang. Di sebuah kamar rias sebuah gedung di mana perhelatan akbar akan di adakan. Pesta pernikahan yang sangat mewah yang akan di langsungkan di sana. Kia mematut bayangannya di cermin, dia nampak sangat cantik dengan memakai Abaya berwarna putih dengan batu permata berkilau menghiasi tubunya. Kia semakin terlihat cantik dengan sanggul yang berhiaskan bunga di kepalanya sehingga membuat kecantikannya semakin terpancar dan membuat semua mata terpesona jika memandangnya.


Andika juga sudah siap, dia sudah duduk berhadapan dengan Pak Penghulu yang akan menikahkan mereka dengan di apit dua orang saksi yang akan menjadi Saksi ijab qabul mereka hari ini.


"Saya Terima nikah dan kawinnya Kiandra Alesha Binti Ridwan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," Dengan satu tarikan nafas Andika sangat lancar menjawab Ijab qabul tersebut sehingga membuat Kia meneteskan air matanya. Status Kia sekarang sudah berubah menjadi seorang Istri. Kia memeluk ibunya yang juga meneteskan air matanya. Ratna tidak menyangka kalau dia sudah menjadi seorang mertua dan sebentar lagi akan mempunyai cucu-cucu yang manis.


Kini saatnya Kia keluar dari ruangan itu menuju ke tempat di mana suaminya berada, semuanya tertegun melihat kecantikan Kia. Andika tidak bisa berkata-kata melihat pengantinnya yang sangat cantik itu. Ingin sekali dia langsung membawanya ke kamar tapi dia mengingat janjinya kepada Kia agar menahannya sampai Kia bersedia melakukannya dengan sukarela.


Kia mulai mencium punggung tangan Andika dan Andika pun mencium pucuk kepala Kia. Proses ijab qabul pun sudah selesai. Kini tinggal resepsinya saja yang akan di adakan di malam hari.

__ADS_1


Semuanya beristirahat sejenak sambil menunggu malam tiba. Kia sedang melepas Abaya nya, dia ingin tidur sebentar tapi a Abaya itu membuatnya tidak bisa beristirahat dengan nyaman. Andika main nyelonong saja masuk ke kamar itu tanpa permisi sehingga membuat Kia kaget lalu memukulnya.


"Ngapain Lo di sini ha!" bentak Kia. Dia lupa kalau dirinya sudah sah menjadi istri seorang Andika.


"Sayang, kenapa kamu mukulin aku sih, aku kan suami kamu. Jadi sudah seharusnya aku berada di sini," Kia menghentikan aksinya.


"Oh iya ya, aku lupa, " ucapnya sambil cengengesan.


"Loh memangnya kenapa sih sayang, aku ini suami kamu loh. Aku sudah halal melihat apa saja yang ada di diri kamu, kenapa mesti malu," ujar Andika.

__ADS_1


"Pokoknya kamu keluar dulu, setelah aku ganti baju baru kamu boleh masuk kembali,"


"Ya sudah, aku akan keluar. Tapi jangan lama-lama ya sayang. Aku juga mau istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk resepsi nanti," ujar Andika.


"Iya~iya kamu keluar dulu sana, nanti kalau sudah selesai baru aku akan panggil kamu lagi," ucap Kia, Andika nurut saja keinginan dari Istrinya tersebut. Dia menunggu di luar sampai istrinya selesai menganti baju. Sudah sejam Andika berada di luar kamar tapi Kia tak kunjung memanggilnya. Andika jadi heran di buatnya.


"Ngapain aja sih si Kia, perasaan ganti baju lama amat. Apa gue masuk aja kali ya. Tapi nanti kalau dia marah gimana. Ah gue masuk saja dulu, soal marah memarahi nanti gue pikirin," Ucap Andika lalu masuk ke kamarnya.


Andika ternganga melihat ternyata kia sudah tertidur pulas. Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Istri kecilnya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2