
Bryan tidak jadi memanggil mereka, dia kemudian berjalan menghampiri Azka.
"Loh Bry, mana Kimora dan Kia?" Tanya Azka
"Lo saja yang panggil Az, Gue kebelet nih," bohong Bryan.
"Ya sudah Lo cari saja Toiletnya, biar gue yang memanggil mereka." Azka kembali ke Bis untuk memanggil dua Ladies yang berarti baginya itu.
"Asik bener ngobrolnya sampai gak tau waktu," ujar Azka.
"Eh Kak Azka, maaf kita keasikan ngobrol sampai lupa waktu." Ucap Kia.
"Nah gitu dong senyum, kalau begitu kan tambah cantik," ucap Azka.
"Lebay lo Az, sejak kapan Lo pandai ngegombal?" Ujar Kimora
"Sirik aja Lo Kim, gue gak gombal kok, gue ngomong kenyataannya, ya gak Kia," ujar Azka dengan senyum manis tak lepas dari bibirnya.
"Tambah geser nih otak Azka, Ayo Kia kita turun," ajak Kimora sambil menarik tangan Kia agar mengikutinya. Kia pun nurut saja dengan Kimora.
Sementara pesawat Andika sudah Landing di Bandara Soekarno-Hatta, dari Bandara dia langsung menuju ke rumah Kia tanpa pulang ke rumahnya sendiri.
"Asslamuàlaikum!"
__ADS_1
"Waàlaikumsalam!"
"Eh nak Andika, masuk nak," suruh Ratna, Andika pun masuk ke sana dan melihat ke sana ke mari berharap ada Kia di rumah.
"Kia mana Tan, apa dia belum pulang sekolah?" Tanya Andika.
"Oalah Ibu lupa bilang kalau Kia sedang Ke Garut nak, kalau gak salah kecamatan Ci...Ci apa gitu ibu juga lupa,"
"Memangnya ngapain dia ke sana Tan?"
"Katanya ada Bakti Sosial di Desa yang terkena dampak gempa, baru tadi pagi mereka semua berangkat,"
"Baiklah Tan, kalau begitu Aku permisi dulu," ucap Andika terlihat buru-buru meninggalkan rumahnya Kia.
"Enggak makasih Bu, saya harus segera pulang," Andika segera memesan taksi Online menuju ke Bandara.
Kia dan Kimora sedang berada di dapur umum sebuah barak pengungsian, mereka sedang membantu para warga menyiapkan makan malam buat seluruh pengungsi yang ada di Barak itu.
"Wah neng gelis ini sangat pintar memasak ya, kalau ibu ada anak lajang akan ibu jodohkan sama anak saya," ujar seorang ibu-ibu yang sedang menyiangi sayuran.
"Iya bu, neng ini sudah gelis pisan, pinter masak memang calon mantu idaman deh," sahut yang lainnya.
"Eit jangan salah bu, Kia ini sudah punya calon loh Bu," ujar Kimora.
__ADS_1
"Iiih kak Kim,"
"Cie~cie malu dia Bu, masih bocah sudah punya Jodoh," ujar Kimora lagi.
"Jangan dengarkan dia Bu, ini telornya apa kita masak semuanya Ya Bu?" Tanya Kia.
" Iya Neng, ini sayurnya semua dan Telurnya juga semua," jawab mereka.
"Ayo kak Kim, kita cuci Telurnya dulu di sana," ajak Kimora
Sementara Azka dan Bryan sedang membantu mengangkut bahan makanan yang mereka bawa dari Jakarta untuk di sumbangkan buat Korban Gempa itu.
Bryan sedang duduk sambil menyeka peluhnya, dari arah samping datang Kimora menyodorkan minuman kemasan buat Bryan dan duduk di sampinya.
"Ini buat Lo, capek bener kelihatannya," ucap Kimora
"Eh Kim, ada angin apa Lo hari ini baik bener,"
"Mau gak sih, kalau gak mau ya udah," ucap Kimora lalu membuka penutupnya dan menegaknya sendiri minuman itu.
"Eh siapa bilang gue gak mau," ucap Bryan lalu menyambar minuman di tangan Kimora dan segera menegaknya sampai habis. Kimora melongo melihatnya, dia tidak menyangka kalau Bryan akan meminum minuman yang sudah dia minum tadi, itu kan sama saja kalau mereka ciuman secara tidak langsung.
"Kenapa bengong, ayo kerja lagi sana," ucap Bryan lalu bangkit dan pergi dari sana dengan senyum penuh arti.
__ADS_1
Bersambung....