Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Menyatakan Cinta


__ADS_3

Azka masih saja melajukan mobilnya menyusuri tempat-tempat yang biasa di kunjungi sama anak muda namun mereka belum juga menemukan Andika.


"Sepertinya Andika memang sudah pergi jauh deh Kia, apa kita sudahi saja pencarian ini?" Tanya Azka. Kia kembali menteskan air matanya, dia tidak sanggup membayangkan jikalau Bad Boy pergi dari kehidupannya, dia sadar kalau dia memang sudah keterlaluan akan tetapi itu semua dia lakukan hanya untuk Bad Boy semata, lagian dia juga tidak tahu bahwa sebenarnya Andika itu adalah Bad Boy yang selama ini di Nantinya.


"Ya sudah kita sudahi saja, tolong antarkan aku kembali ke rumah ya Kak Azka," pinta Kia.


Azka sangat kasihan melihat Kia seperti itu, namun salahkah dia kalau mengambil kesempatan di saat Kia sedang sedih seperti itu, Azka menghela nafasnya panjang dan menghadapkan tubuhnya berhadapan dengan Kia, kia yang melihatnya mengerutkan keningnya.


perlahan Azka memegang tangan Kia dan menatap manik mata Kia lekat.


"Kia, apa di hati Lo hanya ada Andika, apa di hati lo tidak ada lagi celah buat gue?" Tanya Azka. Kia menatap lekat ke arah Azka kemudian menarik tanganya dari tangan Azka, dia semakin Bingung mendengar ucapan Azka yang tidak semestinya dia sampaikam di saat seperti itu. Sekarang Kia sedang galau dengan perasaannya dan Azka menambah beban di hatinya dengan berkata seperti itu.


"Kia aku tahu kalau Andika orang yang kamu harapkan, tapi kamu lihat sendiri kan kalau dia tidak memperdulikan kesusahan kamu, di saat seperti ini dia bahkan meninggalkan kamu di dalam kesedihan,"

__ADS_1


"Sebenarnya apa sih yang mau kak Azka katakan, jangan berbelit-belit deh, aku jadi bingung," ucap Kia.


"Kia Aku... Aku!" Ucap Azka gugup


"Aku apa?"


"Aku suka sama kamu, bahkan rasa suka itu sudah menjadi cinta seiring waktu, Aku tahu kamu belum bisa menerima aku karena kamu masih mengharapkan Andika, namun aku berharap tolong pikirkan lagi pernyataan aku ini, semoga masih ada sedikit harapan buat aku mendapatkan hatimu Kia,"


Kia kaget dengan pernyataan cinta Azka yang tiba-tiba itu, dia semakin galau jadinya.


"A-aku!


"Tidak usah di jawab sekarang, pikirkan baik-baik agar kamu tidak salah mengambil keputusan, tapi yang pastinya aku akan menunggu saat di mana kamu menerima cintaku Kia, yuk kita pulang," ajak Azka lalu kembali melajukan mobilnya mengantarkan Kia ke Rumahnya.

__ADS_1


Suasana canggung menyelimuti dua insan yang berada di dalam mobil tersebut hingga Mobil pun berhenti di depan Gang Rumahnya Kia. Kia tersentak dari lamunanya, dan segera membuka pintu mobil lalu turun dari sana, Azka mengikutinya dari belakang menuju ke Rumah Kia.


"Assalamuàlaikum!"


"Waàlaikumsalam," jawab Ratna dari dalam rumah, tak lama pintu pun terbuka.


"Bagaimana Kia, apa kamu sudah menemukan Nak Andika?" Tanya Ratna. Kia tidak menjawabnya akan tetapi dia langsung saja masuk ke kamarnya.


"Belum tante, karena hari sudah sore makanya Saya mengantar pulang Kia," ucap Azka.


"Terima kasih ya nak Azka, kamu sudah mengantarkan Kia kembali, Kasihan dia, namun walaupun begitu saya berharap sama kamu agar menjaga jarak dengan Kia, saya tidak mau calon suaminnya Kia menjadi salah Faham kalau melihat kalian terus berduaan seperti ini, Tante harap kamu mengerti Nak Azka," ujar Ratna, bagai di hujam ribuan jarum di hati Azka ketika mendengar ucapan Ratna itu, dia tahu sangatlah mustahil mendapatkan restu dari Ibunya Kia, namun jika Kia menerima cintanya dia akan berusaha menggapai Restu dari Ibunya Kia, walaupun itu sangatlah susah di dapatnya.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2