Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Kenapa Harus Dia


__ADS_3

Kia merasakan kalau pria itu berjalan ke arahnya. Kembali Kia memejamkan matanya agar pria itu tidak mengetahui kalau dirinya sudah sadar dari pengaruh obat bius itu. Perlahan pria itu membelai wajah Kia sampai bulu kuduk Kia merinding.


     Ingin sekali Kia menepis tangan pria itu tapi apa daya tangannya terikat dan dia juga harus berakting agar dirinya mengetahui siapa sebenarnya orang yang telah menculiknya di hari pertunangannya itu. Kia berusaha menahan sekuat tenaga agar tidak bergerak tapi tangan pria itu masih saja membelai wajahnya.


     " Kia, maafkan aku! Aku tidak rela kalau om Andika itu menjadi tunangan kamu, maafkan aku yang memperlakukan kamu seperti ini sayang!" ucap sosok itu, Kia kaget mendengar suara yang sangat familiar itu. Dia tidak percaya dengan pendengarannya dan kembali memastikan kalau dugaannya tidaklah salah.


     " Aku sangat mencintaimu Kia, tapi mengapa kamu malah bersama dengannya, mengapa Kia? Mengapa kamu malah mencintai om-om itu? Aku gak rela, gak akan pernah rela dia memilikimu Kia, gak akan!"


     "Kak Azka!" pekik Kia dalam hatinya, awalnya tadi dia tidak percaya kalau Azka yang berbuat itu kepadanya. Namun, dia kenal betul dengan suara itu dan Kia juga tahu kalau sebenarnya Azka mencintainya. Kia sangat marah dan dia juga tidak mau melakukan hal bodoh sehingga Azka bisa berlaku kasar padanya nanti.

__ADS_1


     Kia masih saja berpura-pura masih belum sadar sambil mengatur strategi untuk melarikan diri. Kia masih memikirkan di mana Azka menyembunyikan Ibunya karena sedari tadi Kia tidak melihat Ibunya di sana.


     "Gue harus bisa melepaskan diri dan pergi dari sini, gue yakin kalau kak Andika tidak akan tinggal diam. Kak Andika pasti mencari keberadaan gue," batin Kia. Tak lama kemudian ada sebuah panggilan masuk ke ponselnya pria itu, terlihat pria itu kesal dan menaruhnya begitu saja lalu keluar dari kamar itu tanpa mencurigai kalau Kia sudah sadarkan diri.


Kia langsung saja mengambil ponsel itu tapi ternyata ponsel itu menggunakan pasword sehingga Kia tidak bisa menggunakannya.


"Selagi Kia mencoba melepaskan ikatan tangannya, pria itu kembali masuk ke dalam kamar itu, Kia segera kembali ke posisi awal agar pria itu tidak curiga. Kia kaget ketika melihat ternyata pria itu bukanlah Azka melainkan temannya Azka. Dia berjalan ke arah ponsel itu lalu mengambilnya dan kembali keluar dari sana.


"Bima! kenapa dia di sini, apakah dia yang menculik gue, tapi buat apa Bima menculik gue, apa untungnya buat dia, atau jangan-jangan kak Azka yang menyuruhnya," Kia benar-benar kaget, Kia tau kalau Bima itu temannya Azka yang sangat pendiam, tapi dia bingung kenapa harus Bima yang muncul di sana, Kia kembali mengaitkannya dengan Azka.

__ADS_1


Sementara Andika dan anak buahnya sudah hampir putus asa mencari keberadaan Kia, Andika akhirnya kembali ke arumahnya Kia untuk mengecek apa Kia sudah berada kembali di sana atau tidak. Ketika Andika sampai di sana dia sangat marah karena dia melihat Azka juga berada di sana. Tanpa basa-basi Andika segera turun dari mobilnya dan menghajar Azka tanpa ampun.


"Kurang ajar Lo, Lo bawa kemana pacar gue hah?!" Andika menghajar Azka tapi Azka tidak membalasnya. Darah segar mengucur di kening dan sudut bibirnya.


"Maafkan gue Om!" ucap Azka lemah. Andika memegang kerah kemeja Azka dengan kedua tangannya.


"Mana Kia? Setan!" Amarah Andika semakin memuncak, tapi Azka tetap tidak menjawabnya, suara ringisan kesakitan terdengar di mulut Azka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2