
Kia mengelus-ngelus Bokongnya, dia harus segera membereskan Tempat tidur itu kalau tidak mau Ibu mengomelinya, sebab dia harus kuat jiwa dan raga kalau sampai Ketahuan Ibunya. Dia akan di omeli sampai mulut Ibunya Berbusa dan yang lebih parah lagi Insiden itu akan bertahan selama semingguan baru berhenti.
Kia segera mengetikkan pesan lalu mengirimnya ke Bad Boy.
"Bad Boy maaf ya, bukannya Sombong nih ya, aku harus membereskan beberapa kekacauan yang terjadi dulu, pasti kamu ngerti kan?, nanti malam Kita Chatan lagi ya, banyak yang ingin aku ceritain ke Kamu, aku Save ya nomor kamu, jangan Ngilang lagi loh, nanti bakalan aku santet Online kalau Ngilang lagi," 📤
Kia mengetik panjang kali lebar dan berharap ada balasan secepatnya karena dia harus segera beraksi jangan sampai Ibunya tahu apa yang terjadi.
Ting...
Tak butuh waktu lama Kia segera membukanya.
📩" Iya My Sweet Girl, siapa sih yang bisa ngalahin kecerobohanmu itu, tapi walaupun begitu aku tetap Cinta Kok,"
Balasan Bad Boy semakin membuat hati Kia Berbunga-bunga saja, Walaupun mereka tidak mengenal satu sama Lain namun keseruan mereka ketika saling membalas Chat membuat Kia semakin dalam saja perasaannya terhadap Teman Chatingannya itu.
"Uuugghhh So Sweet, pengen kentut deh," 📤
__ADS_1
Ting...
Dengan cepat sebuah balasan langsung masuk ke ponsel Kia.
📩" Jangan Dulu kau lepaskan kentut Cintamu itu, baru saja muncul sudah di sambut dengan Cinta yang begitu besar, Simpan buat entar malam aja Ya, selamat mengerjakan tugas Rutin,"
Kia semakin ngakak saja, dia sampai lupa kalau harus segera membenahi tempat tidurnya kalau Bad Boy tidak mengingatkannya.
Kia menaruh Ponselnya di atas Nakas dan segera membenahi Tempat tidurnya itu, setelah itu dia kembali melihat Ponselnya dan dia kecewa karena Nomornya Bad Boy sedang tidak aktif lagi. Kia kemudian menyimpan Nomor itu dengan Nama Bad Boy Kesayanganku.
Kia mulai melepas seragamnya lalu menggantinya dengan pakaian rumahan, dengan cepat Kia menuju ke Dapur untuk menyiapkan makanan untuknya, dia sedari kecil sudah di ajarkan oleh Ibunya untuk Mandiri karena kesibukan ibunya dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka, makanya Kia sudah terbiasa melakukan apapun sendiri tanpa merepotkan Ibunya termasuk masak makanan sendiri untuk dia makan.
"Iya Bu, Kia Nitip Roti tawar ya Bu, kan sebentar lagi tanggalnya datang,"
"Selain itu apa ada yang kamu inginkan sayang, Ibu baru dapat rejeki lebih hari ini, apa kamu mau yang lainnya?"
"Tidak Bu, mending uangnya di tabung, lumayan kan bisa kita gunakan untuk keperluan mendadak," ucap Kia, Ratna hanya bisa menghembuskan nafasnya mendengar ucapan Putrinya itu, Ratna sadar pemikiran Kia tumbuh lebih dewasa di banding usianya dan Ratna sangat merasa bersyukur karena Putrinya itu tidak pernah mengeluh dengan keadaan rumah tangga mereka yang serba kekurangan itu.
__ADS_1
"Oh baiklah kalau begitu, Ibu pergi dulu ya dan kamu jangan lupa Cuci piring setelah Selesai makan,"
"Siap Bu Boss," ucapnya dengan gaya Hormat kepada Ibunya.
Setelah Ibunya pergi kia kembali berkutat dengan alat masaknya.
*
*
Malam Sudah Tiba, Kia sudah dandan cantik untuk menunggu Chat dari Bad Boy, kia sedikit lebay ketika chatingan dengan Bad Boy, padahal kan Chatingan tidak kelihatan orangnya, Kia memang aneh orangnya.
Kia melihat Jam Dindingnya sudah pukul 20:05 WIB, sudah lewat lima menit Bad Boy belum juga ngechat dirinya, Kia memang tidak pernah ngechat duluan karena Bad Boy selalu aktif di saat-saat tertentu saja.
Kia kembali melihat Jam dindingnya, Rasa kesal sudah memenuhi relung hatinya, ingin dia ngechat duluan akan tatapi Dia melihat kalau Nomornya Bad Boy belum aktif juga, Kia mengurungkan niatnya itu dan tak lama kemudian...
Ting....
__ADS_1
Sebuah pesan pun masuk ke Ponselnya.
...Bersambung......