Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Mengajak Ketemuan


__ADS_3

"Apa benar Kia di antar sama nak Andika, atau jangan-jangan dia diantar sama cowok yang waktu itu ke sini lagi," Ratna berasumsi sendiri.


"Kalau memang bener ini tidak bisa di biarin nih, Aku harus cari cara agar Kia tidak dekat-dekat lagi sama Anak itu," ucap Ratna lalu pergi ke ruang kerjanya.


Sementara Kia langsung mengehempaskan tubunya ke kasurnya, dia terus berpikir bagaimana caranya untuk menggagalkan rencana perjodohan dirinya dengan Andika.


"Apa sebaiknya aku ajak ketemuan Bad Boy kali ya, tapi aku belum siap ketemu dengannya, bagaimana nanti ketika dia tahu kalau aku masih anak Ingusan, pasti dia bakalan ngejauhin aku," guman Kia.


Ting...


Tiba-tiba sebuah Chat masuk ke Ponsel Kia, Kia segera meraih ponselnya dan melihat ada satu chat dari Bad Boy.


"Baru saja di pikirin sudah nongol saja dia, memang ya kalau jodoh akan selalu merasakan perasaan satu sama lain," ucap Kia lalu segera membuka Chatnya.


📩 "Sweet Girl aku mau ngomong serius sama kamu, apa boleh?"


Jantung Kia berpacu sangat cepat, dia seperti mau di lamar saja sekarang ini. Dengan cepat dia membalasnya.


"Apa yang mau kamu omongin Bad Boy, ayo cepat katakan jangan membuatku sampai mati penasaran,"📤

__ADS_1


Lama Kia menanti balasannya dan akhirnya masuk juga sebuah Chat ke ponselnya, tanpa pikir panjang lagi Kia segera membukanya.


📩"Tapi tidak bisa aku katakan di Chat, apa kita bisa bertemu?"


Deg....


Jantung Kia terasa copot dari tempatnya, dia memegang dadanya yang sedikit terasa sakit akibat detak jantungnya yang seperti genderang perang itu.


Kia masih memikirkan balasan Chat dari Bad Boy, sebenarnya dia sangat ingin bertemu langsung dengan Bad Boy namun rasa takutnya membuat dia gamang dan ragu untuk menjawabnya.


Ting...


📩 " Kenapa kamu gak menjawab Sweet Girl, apa kamu tidak mau bertemu dengan ku, aku sangat berharap kamu menjawab iya karena ini kesempatan terakhir buatku untuk menguji ketulusan Kamu, sebelum penyihir jahat membawaku pergi darimu, tolong selamatkan aku,"


Kia semakin gelisah, kalau dia menjawab iya maka nanti dia takut kehilangan Bad Boy, dan begitu pula sebaliknya dia juga akan kehilangan Bad Boy kalau tidak memenuhi ajakannya.


Biarlah aku menemuinya, walaupun nantinya akan membuat dia menjauhi aku yang penting aku sudah tau bagaimana wajahnya,, Batin Kia


Kia mulai mengetik sebuah Chat untuk Bad Boy, dan dia masih ragu-ragu untuk memencet tanda panah di ponselnya itu. Dengan memejamkan mata Kia memantapkan hatinya, perlahan-lahan jarinya memencet tanda panah itu dan akhirnya terkirim.

__ADS_1


"Baiklah" 📤


Singkat, padat dan jelas. Tak lama kembali masuk sebuah Chat ke Ponsel Kia.


📩"Besok aku tunggu kamu di Cafe XX, jam 2 siang,"


Kia tidak tahu harus senang ataupun sedih, yang pastinya dia tidak akan bisa tidur malam ini mengingat apa yang akan terjadi besok.


"Sebaiknya aku Sholat dulu agar sedikit lebih tenang," ucap Kia segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu segera mengerjakan Sholat Isya.


Setelah Sholat Kia menuju ke dapur, tiba-tiba saja perutnya kembali lapar. Saat sampai di sana ternyata makanannya sudah habis.


"Bagaimana ini ya, perut gue laper banget lagi, kalau gue minta uang sama Ibu bakalan di kasih gak ya," gumannya.


"Di coba dulu deh, siapa tahu beruntung hehe..." ujar Kia lalu bergegas menuju ke tempat ibunya Bekerja.


...Bersambung......


...   ...

__ADS_1


...     ...


__ADS_2