Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Mau Ngapain Lo?


__ADS_3

"Kia-nya mana Tan, kok gak kelihatan," tanya Andika.


     "Dia masih di kamar, lagi siap-siap,"


     "Ooo," ucap Andila membulatkan mulutnya.


    Ceklek..


Pintu kamar Kia terbuka dan terlihatlah wajah lesu tak bersemangat Kia, Andika mengernyitkan keningnya heran kenapa wajah Kia sampai sekusut itu pagi ini.


     "Kamu kenapa, kok manyun?" Tanya Andika, Kia kaget dia baru menyadari kalau ada Andika di sana.


      "Ngapain Lo di sini, lo mau numpang sarapan ya, kayak orang susah saja," ucap Kia ketus, Andika hanya tersenyum.


    "Kia... gak boleh gitu ah sama nak Andika, dia itu tamu tau gak,"


     "Iya Kia tau Bu, tapi ngapain dia pagi-pagi udah bertamu, kurang kerjaan aja," ucap Kia dengan cueknya duduk dan mengambilkan nasi goreng lalu menaruh ke dalam piringnya dan mulai memakannya.


    "Aku mau menjemput kamu Kia?" Ucap Andika sehingga membuat Kia tersedak nasi Goreng yang baru saja masuk ke dalam mulutnya, dengan sigap Andika memberikan air minum untuk Kia sambil sebelah tangannya menepuk-nepuk pelan pinggung Kia, Ratna tersenyum melihatnya.


    "Tante tinggal dulu ya Nak Andika, nanti setelah sarapan kalian langsung berangkat saja," ujar Ratna berlalu, dia memberi kesempatan kepada mereka berdua untuk lebih akrab.

__ADS_1


    "Baik tante," ucap Andika


   "Ngapain sih Lo, duduk sana sok perhatian banget sih," ucap Kia tambah ketus. Andika kembali duduk di tempat duduknya.


    "Lagian kamu kenapa sampai tersedak gitu sih, emang ada yang salah ya dengan omongan aku?" Tanya Andika.


    "Memang salah tau, sejak kapan omongan Lo jadi aku kamu ke gue?" Ucap Kia lalu melanjutkan makannya.


    "Sejak semalam, Aku serius sama omongan aku yang semalam," ucap Andika


   Deg....


Kia sontak melihat ke arah Andika yang sedang memakan nasi gorengnya. Jantung kia mulai berdetak tak beraturan namun dia menepisnya.


    "Aku menerima perjodohan kita, dan aku akan membuat kamu menerimanya juga," ucap Andika santai.


    "Lo pikir gue akan berubah pikiran gitu?" Tanya Kia dengan serigainya, Andika sontak melihat ke arah Kia dan mulai bangkit dan mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Kia Sampai wajahnya berada sejengkal dengan wajah Kia.


     "Mau ngapain Lo," tanya Kia dengan wajahnya sudah terlihat merona namun Andika semakin mendekatkan wajahnya dan di saat wajah mereka hanya berjarak lima centi lagi tiba-tiba Kia memejamkan matanya.


     "Aku pikir sih begitu," ucap Andika lalu kembali memundurkan wajahnya sambil tertawa.

__ADS_1


    Blush....


Wajah Kia semakin memerah, dia langsung berdiri dan berlari menuju ke kamarnya.


    Andika semakin ngakak di buatnya namun dia seperti itu hanya untuk menetralakn Jantingnya yang berdetak tak karuan ketika melakukan hal itu tadi.


    Sementara Kia masih duduk di atas ranjangnya, dia memegang Dadanya yang masih saja bergemuruh.


    "Kenapa dengan jantung gue, apa Gue suka sama Andika, enggak gue enggak boleh menyukainya, hati gue hanya untuk Bad Boy, Kia! Buang jauh-jauh perasaan yang ada dalam hati lo itu," ujar Kia, dia kemudian melihat ponselnya berharap Bad Boy mengirimkan Chat untuknya namun semua itu hanya tinggal harapannya saja.


   Tok...


    Tok...


Kia kaget ketika pintu kamarnya di ketuk dari luar.


    "Siapa?" Tanya Kia.


    "Ini aku Andika, kamu jadi berangkat ke sekolah gak sih, ini udah mau jam tujuh loh, nanti kamu telat," ujar Andika Masih saja mengetuk pintu kamar itu .


...Bersambung......

__ADS_1


   


__ADS_2